
PERNIKAHAN DALFI DAN LARASASTI ( LALA ).
Acara pernikahan antara keduanya pun sudah digelar dan ijab kabul pun sudah terucap kan jadi mulai sekarang LARASASTI sudah sah menjadi istri Dalfi.
Pernikahan keduanya pun di hadiri oleh rekan dan kolega Dalfi.
Bahkan Permana dan Fatimah pun turut menghadiri pernikahan Dalfi dan Larasati.
Sedangkan Brandon dan Leona beserta keluarga besar Leona pun ikut menghadirinya.
" Brandon sebaiknya kita tunda dulu saja rencana kita untuk lebih cepat menikah, " usul Leona.
" Sebaiknya sih begitu untuk sementara ini, mungkin kita tunda dulu yah kisaran empat sampai lima bulan ke depan, kamu enggak keberatan kan sayang. " tanya Brandon.
Leona hanya menggeleng sebagai tanda apa yang di utarakan Brandon memang tidak lama.
Ditempat lain, banyak tamu dari berbagai kalangan dari sang paman, rekan bisnis dan saudara kembarnya beserta keluarga kecilnya.
" Selamat yah Dalfi akhirnya kau menemukan tamatan hati mu. " ucap sang paman Rendi.
" Terimakasih om, om sudah menyempatkan waktu untuk datang ke pernikahan kami. " ucap Dalfi.
Rendi yang sudah termakan usia tidak mengurangi rasa kewibawahanya dan ketampanannya.
Disitu pun ada sosok sang adik perempuan satu satunya yaitu Dania.
" Bang selamat yah, Dania ikut bahagia, " ucap sang adik dan mereka pun berpelukan cukup lama.
yang tak lama kemudian di susul oleh kehadiran sang saudara kembar' Dalfa.
" My brother twin selamat yah, semoga sakinah mawadah dan warohmah. " Dalfa memberikan ucapan.
" Makasih yah bro, semua ini atas usaha dan doa dari mu juga. " balas Dalfi.
" Sama sama ny brother, kalau begitu sebaiknya kita rencanakan untuk datang ke makan orang tua kita bersama keluarga besar kita. " ajak dan usul Dalfa.
Yang mendapatkan lampu hijau dari Dalfi.
" La, bagaimana apa kamu setuju dengan rencana kita? " tanya Dalfi.
" Kalau saya setuju saja tuan dokter. " balas Lala.
Dalfi yang mendengar Lala memanggilnya dengan sebutan Tuan dokter cukup membuat nya ingin tertawa.
" Apa kau panggil aku dengan tuan dokter. " ucap Dalfi yang terkekeh.
Lala yang merasa aneh hanya menggaruk garuk pipi nya yang tidak gatal.
" Lantas aku panggil apa? " tanya Lala.
" Panggil aku Honey, karena sekarang aku suami mu.
" balas Dalfi.
" Apaa hoo,,honey tapi saya ti,," Lala tidak melanjutkan perkataannya karena Dalfi mencium bibir ranum Lala.
__ADS_1
Muuaachhh " bawel sekali kamu. " Dalfi mencium Lala dimana masih banyak tamu yang menghadiri.
Ada rasa malu yang begitu besar sehingga Lala tidak bisa berbuat apa apa bahkan menelan salivanya pun begitu sulit.
Sedangkan Dalfi hanya tersenyum gemas dengan tingkah polos istrinya.
" Kenapa dia begitu menggemaskan setelah aku menikahinya. " batin Dalfi
Brandon dan Leona memutuskan untuk pergi menuju taman yang dekat dengan gedung pernikahan sang Daddy.
" Sayang kamu liat bulan bintang itu deh. " Brandon berbicara pada Leona.
" Hmmm mana coba, wah sayang indah banget sih, kamu tau nggak rembulan itu aku dan kamu bintang ny. " Leona memeluk Brandon.
Namun disaat mereka berpelukan sang grandpah dari kejauhan melihat bahwasanya sang cucu sudah menaruh hati pada cucu sahabatnya tersebut.
" Rakha lihat lah cucu kita, mereka sangat serasi sekali, mereka pun sama seperti dirimu dan mendiang Diandara. " batin Leon penuh rasa haru.
Kembali lagi ke tempat dimana Dalfi dan Lala.
Acara telah selesai tamu tamu yang hadir pun satu persatu berpamitan.
Dan Dalfi pun membawa Lala untuk ber istirahat sejenak. Karena habis itu akan pergi menuju rumah sakit dimana Deril dirawat inap.
" Istirahat lah dulu, aku akan menyusul. " ucap Brandon.
" Mas kamu mau kemana? " tanya ragu Lala.
" aku ingin memeriksa beberapa laporan rumah sakit jadi tunggu saja di sini. " Dalfi.
Diruangan nya Dalfi cukup mengatur nafas nya karena baginya ini kedua kali baginya bagaimana malam pertama dan belah duren.
" Sial kenapa aku deg degan begini, seperti baru pertama kali saja aku melakukan nya. Tapi jujur aku melakukan itu pertama kali dengan Sita. " Dalfi bermonolog.
Rasa gundah gulana selalu menyerang hingga pukul 03 : 00 dini hari Dalfi masih diruangan nya.
Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk kembali ke kamar.
Dan sampainya di kamar Lala sudah tertidur pulas.
Dalfi yang melihat sang istri sudah tertidur pulas menepuk jidatnya dan berkata.
" Gagal maning gagal maning ahhhrg. "
Dalfi pun akhirnya ikut merebah kan tubuh nya disamping tubuh sang istri.
Dia memeluk tubuh istrinya yang menurut nya cukup berisi dan memiliki buah dada yang cukup besar.
tanpa sadar Dalfi memeluk tubuh istrinya dan meremas gundukan kembar milik Lala.
" Wah kenapa ini sangat empuk sekali. " Dalfi tersenyum.
Lala yang merasa ada yang aneh dia pun menggeliat.
" Hmmm. "
__ADS_1
Dalfi langsung menghentikan aktifitasnya karena takut mengganggu sang istri yang tertidur.
walaupun kenyataanya adik miliknya yang dibawah sana sudah sangat mengeras.
" Damn it kenapa aku menginginkan saat ini. " Dalfi bermonolog.
Dlafi tidak tinggal diam akhirnya dia diam diam mencium tengkuk leher Lala, dan memberikan tanda merah di bagian lehernya.
Tidak hanya itu Dalfi pun meraba raba tubuh sang istri lainya.
Lala yang merasa terganggu akhirnya terbangun.
" Mas sedang apa kau. " tanya Lala.
Dalfi yang merasa tertangkap basah oleh sang istri hanya bisa tersenyum dan menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal.
" Kamu sudah bangun sayang? " tanya Dalfi.
Lala mengangguk pelan. " sudah mas. "
" La boleh kan aku minta hak ku saat ini juga? " Dalfi bertanya pada istrinya.
Lala hanya mengangguk malu dan tersipu.
Tanpa basa basi Dalfi menyerang Lala penuh nafsu dan hasrat yang menggebu gebu.
Bibir Lala pun dia lahap begitu rakusnya hingga Lala pun hampir kehabisan nafasnya.
" Mas aku minta kamu melakukan nya pelan pelan ya. " pinta Lala.
" tentu sayang, kamu cukup menikmati apa yang aku berikan pada mu. " tatapan Dalfi yang begitu penuh nafsu.
" Ahh mass, ******* lembut yang dikeluarkan dari mulut manis sang istri membuat Dalfi semakin menuntun.
Dalfi meng*sap gundukan kembar milik Lala dengan rakus, dan meremasnya.
Lagi dan lagi Dalfi lakukan hal itu pada Lala.
Hingga akhirnya kepemilikannya yang sudah mengeras itu dia tancapkan dan dia masukan ke dalam goa milik Lala.
" Aargghh masss, " ******* kembali terdengar
Dalfi pun tidak kalah mengerang nikmatnya.
" Sayang arrghh tubuh mu begitu candu bagiku. " Dalfi yang memaju mundur kan tubuhnya.
Selama berjam jam mereka menikmati malam pertama kedua kalinya bagi mereka.
Sentuhan yang mereka rindukan selama ini kembali mereka rasakan.
Sampai akhirnya mereka pun lemas terkulai dengan tertidur tanpa busana hanya berselimut tebal untuk menutup tubuh mereka.
" Sayang tubuh mu begitu nikmat, " Dalfi mencium tangan sang istri.
...... SELAMAT MEMBACA BAGIAN BAB INI MUNGKIN BANYAK ADEGAN ADEGAN DEWASA NYA HARAP BIJAK DALAM MEMBACA MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM MENULIS.......
__ADS_1