
KEPERGIAN DALFI DARI TEMPAT ITU.
Berbulan bulan lama nya Dalfi merenungi dan belajar ilmu agama Islam,banyak sekali hal hal kebaikan yang dia peroleh tentunya itu semua tidak lepas dari jasa pak Muhaimin.
Namun disaat Dalfi sudah meninggalkan tempat itu dia selalu memikirkan dan terbayang bayang wajah Fatimah.
Tetapi Dalfi sadar dengan segala masa lalu kehidupan nya pasti membuat pak Muh san Fatimah tidak bisa menerima niat baiknya.
Pagi itu cuaca cukup tidak bersahabat,dimana hujan mengguyur begitu deras sekali.
Semakin menambahkan suasana kosong hatinya.
" Ya.Allah jika engkau mengijinkan hamba bersamanya,maka mudahkanlah jalan itu untuk aku tempuhi." doa Dalfi pada sang pemilik kehidupan ini.
Lama Dalfi berfikir tentang masa lalunya yang begitu suram,Kini dia mencoba untuk bangkit dan merubah semuanya.
Namun dia belum ada keberanian diri untuk menampakan wajah nya di depan sosok yang selama ini dia ingin lenyap kan di dunia ini yaitu Dalfa saudara kembarnya.
Dalfi yang sekarang mencoba untuk menjadi seorang musafir.
Dengan wajah yang mulai dirimbuni oleh jenggot yang panjang serta rambut yang panjang.
Berjalan menyusuri kehidupan fana ini dia mencoba untuk tetap pada ke istiqomahan nya dalam menuntut ilmu agama dan demi mendapatkan syafa'at dari sang ilahi.
Suara adzan berkumandang sudah tepat pukul 12:05 menandakan kan akan dilaksanakanya sholat Dzuhur.
"Alhamdulillah." ucap syukur Dalfi.
Dan Dalfi pun melaksanakan sholat Dzuhur secara bersama.
selesai sholat Dalfi tidak lupa memanjatkan segala doa dan harapan pada sang pemilik kehidupan ini ialah Allah SWT..
Sedangkan di rumah pak Muhaimin,Fatimah sedang mengobati sang Abi yang sedang sakit keras.
Sudah hampir dua tahun pak Muhaimin mengalami sakit yang cukup parah kondisinya dan sangat memprihatinkan.
Dimana dia hanya di rawat oleh anak yang buta sedari lahir.
" Fatimah,,Fatimah kemarilah nak,Abi ingin bicara pada mu." Pk Muhaimin berkata pada Fatimah.
" Iyah Abi ada apa Fatimah di sini." Fatimah langsung terduduk manis disamping sang Abi.
" Fatimah sesungguhnya apa yang di alam semesta ini hanyalah titipan siapkah engkau aku tinggalkan dari dunia ini seorang diri." pertanyaan yang berat untuk di utarakan pak Muh.
" Abi ngomong apa sih,ISTIGFAR Abi,Fatimah yang sudah meneteskan banyak air matanya hingga membasahi pipi nan indah itu.
__ADS_1
Dengan suara tangis yang tertahan.
Pak Muhaimin pun mengelus lembut kepala Fatimah seraya berkata.
" Fatimah anak ku sayang,kelak jika Abi pergi meninggalkan dunia ini,tetap lah engkau jaga harkat serta martabat mu nak."ucap pak Muh yang terbata bata.
" Tidak Abi jangan tinggalkan Fatimah sendirian,Fatimah takut jika harus menghadapi dunia fana ini dengan sendiri." tangis pilu Fatimah.
Namun pak Muh hanya tersenyum dan mengusap lembut wajah anaknya tidak lama kemudian suara menyebutkan syahadat dilantunkan.
" Asyahadualla illahaillah Washaduanna Muhammad darroaululloh." pak Muh memejamkan matanya.
" Abi,abiii,bangun Abiiii Fatimah takut Abi." tangis histeris Fatimah ketika mengetahui pak Muh sudah meninggal dunia.
Pengumuman telah wafat nya pak Muhaimin telah di suarakan melalui speaker dari masjid.
Banyak tamu berdatangan untuk melayat dan berbelasungkawa serta mengucapkan duka sedalam dalam nya terhadap Fatimah.
Dari sekian tamu yang datang ada salah satu keluarga yang cukup dikenal mampuh bahkan sangat mampuh.
" Fatimah pak Muh sudah tiada apa kamu akan tetap sendiri di sini."ucap salah satu kawan pak Muh yaitu pak Idris.
" Insha Allah Fatimah bisa tinggal sendiri di sini paman." balasnya.
" Bagaimana jika engkau aku jodohkan dengan putra ku Permana." pak Idris menawarkan sesuatu pada Fatimah.
" Ayah kok main jodohkan saja sih,harusnya ayah bicara dulu dong sama ibu." kesal nyonya Yuni.
Pak Idris tetap pada pendiriannya tidak menghiraukan kekesalan istrinya.
".Tapi aku seperti ini paman apakah bang Permana akan menerima keadaan Fatimah yang buta ini." keluhnya.
" Insha Allah tidak akan dia menolak apa yang dikatakan orang tuanya,dia sangat berbakti tentunya sama persis dengan mu nak." ucap tulus pak Idris.
Sudah satu Minggu berlalu kepergian pak Muhaimin pergi meninggalkan dunia yang fana ini.
********
Dikediaman rumah Pak Idris.Kebetulan Permana pun sedang libur berkerja karena kantor sedang di handle oleh sahabatnya Pras.
" Permana kemarilah sebentar ayah ingin bicara padamu." titah pak Idris.
" Iya yah kenapa gitu serius banget kaya nya." canda nya.
" Hmmm jadi gini Permana rencana Ayah ingin menjodohkan kamu dan menikahkan kamu secepatnya dengan Fatimah anak dari sahabat Ayah ." ucap pak Idris.
__ADS_1
" Apa ayah,ayah kenapa tidak bicara dulu dengan ku yah,Fatimah itu kan gadis buta mana mungkin Permana cinta dengan dia atau bersanding dengan nya." ucap kesal Permana.
" Ayah sudah tua Permana,ayah ingin di sisa hidup ayah,kamu sudah memiliki pendamping hidup dan anak sehingga ayah sempat menggendong gendong cucu." permintaan pak Idris.
Permana hanya bisa diam dan masih merasa aneh serta tidak percaya dengan keputusan sang ayah untuknya.
" Bu ini gila,ibu jangan diam saja dong kasih tau ayah." pinta Permana.
Lagi lagi Bu Permana hanya diam dengan penolakan Permana.
Permana pun pergi dari tempat itu dengan berdecak.
"Cckkkk gadis buta liat saja nanti apa yang nanti aku lakukan pada mu." amarah Permana pada Fatimah.
********
Sedangkan di rumah yang lusuh dan sedikit usang Fatimah sedang memasak air panas.
Bruaghh suara pintu ditendang oleh seseorang.
" Astagafirulloh,siapakah itu?" Fatimah bertanya.
" Hay buta harusnya kamu ngaca dan sadar diri untuk menjadi menantu ku." ucap ibu Yuni.
"Maksud ibu apa saya tidak mengerti." ucap balik Fatimah.
Plakkkk,Bu Yuni menampar wajah Fatimah dengan keras.
" Auuw." Fatimah tersungkur jatuh ke lantai.
" Jika nanti kau menjadi istri dari anak ku,aku ciptakan neraka untuk mu hahahaa." Bu Yuni dengan lantang dan terkekeh puas.
Fatimah hanya bisa menangis pilu dengan keadaanya yang sangat menyedihkan,seorang anak yang sedari lahir ditinggalkan oleh sosok seorang ibu,dan sekarang pak Muhaimin pun pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya.
" Astagfirullah ya Allah tolong hamba dari orang yang ingin mendzolimi ku." doa Fatimah dalam tangis dan sujudnya.
Ditempat lain Dalfi yang bekerja sebagai asisten dari perusahaan sahabatnya tiba tiba perasaan nya merasakan sakit dan mengingat Fatimah.
" Fatimah apa kau baik baik saja." batin Dalfi.
Dalfi merasa tidak enak dengan perasaan dia selalu memikirkan Fatimah hingga Kenzo pun bertanya padanya.
" Hy bro lu kenapa sih gue perhatiin dari tadi lu nggak konsen banget." Kenzo bertanya.
" sorry bro gue ijin sebentar bisa nggak pleas gue pengen mastiin aja orang yang pernah berjasa dalam hidup gue itu baik baik saja." pinta Dalfi.
__ADS_1
...... SELAMAT MEMBACA BAB BARU BUAT PARA PEMBACA YANG SETIA,SEMOGA SELALU BERKESAN DI HATI PARA PEMBACA.......