TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 88


__ADS_3

DALFI BERTEMU BRANDON DARAH DAGING NYA.


Cukup lelah Dalfi menanti keberadaan dan kabar Fatimah,namun hasilnya masih nihil.


Diresto yang kebetulan Dalfi dan Kenzo sedang makan siang tidak sengaja melihat sita dan Brandon.


" Bro bukanya itu mantan bini Lo si Sita,sama anak Lo?" tanya Kenzo.


" iya Lo bener Ken cuma gue nggak berani buat ketemu mereka,gue ngerasa belum siap aja dengan apa dan masa lalu gue." Dalfi dengan segala penyesalannya.


" Gue doa'in semoga semua clear dan nggak ada dendam tentu nya di antara kalian." ucap Kenzo.


********


"Mommy aku ke toilet sebentar yah mih." ijin Brandon yang sudah beranjak remaja.


" okhe sayang mommy tunggu di sana yah." balas Sita.


Brandon pun mengangkat ibu jarinya tanda setuju.


Ditoilet Brandon cukup lama hingga dia keluar ada sosok pria tegap nan tampan mencoba menegurnya.


" Brandon," panggilnya.


" Iya om ada apa?" tanya nya.


Dalfi sengaja memakai masker dengan topi yang dia kenakan sehingga Brandon tidak melihat wajah dari ayah kandungnya.


Dalfi langsung memeluk erat Brandon dan mengusap punggungnya dan berkata.


" Jadilah anak yang patuh pada orang tua mu,sayangi mereka."


Tidak lama kemudian pelukan itu direlai oleh Brandon.


" Maksud om,hmm maaf om tanpa om berkata seperti itu pun tentunya itu sudah kewajiban ku sebagai anak om." Brandon mencoba menjelaskan semuanya.


Ada rasa bangga menghinggapi relung jiwa Dalfi sebagai papa kandung nya.


Kenzo pun bergegas dari tempat itu,dia tentunya masih merasa asing dengan orang tersebut.


Tiba tiba bruaaghh tubuh Dalfi bersenggolan dengan Dalfa.


" Maaf tuan saya tidak sengaja," ucap Dalfa.


" Nggak apa apa santai aja." balas Dalfi dan dia pun langsung pergi.


Dalfa merasa tidak asing dengan sosok pria tersebut,dia pun selintas dalam pikirannya mengingat sosok yang dia cari selama ini yaitu saudara kembarnya.


" Ah tidak mungkin,aku rasa ini hanya kebetulan saja."batinnya.

__ADS_1


Dalfi pun ada rasa ingin memeluk saudara kembarnya namun apa lah daya dia belum siap untuk melakukan itu.


" Mungkin belum waktu nya aku berjumpa dengan mereka semua,Dalfa, Sita dan anak ku sendiri Brandon." batinya bicara.


" Hy bro Lo dari mana aja sih gue cari cari dari tadi." kesal Kenzo.


" Sorry bro gue tadi ketemu anak gue sama mantan istri gue." ucap Dalfi.


cruattt Kenzo yang sedang minum pun sontak terkejut hingga dia menyemburkan air minum tersebut.


" Lo,,Lo jangan gila deh bro,Sita itu kan sudah menikah dengan Dalfa mereka pun sudah memiliki banyak anak dari hasil pernikahannya." Kenzo mencoba bertanya.


" Iya gue tau bro lo nggak usah kwatir dengan itu,gue cuma bertemu dengan anak gue doang itupun gue pakai penutup wajah." Dalfa mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


" Damn it jadi lo tadi kebelakang sengaja buat ketemu sama anak lo." Kenzo meyakinkan lagi.


Dalfi pun hanya mengangguk.


*********


Dipusat perbelanjaan Dalfa dan Sita sedang membeli beberapa stok makanan,buah,sayur,dan lainya.


" Sayang kamu kan masih ASI baiknya banyakin makan yang bergizi oke." pinta Dalfa.


Sita yang mendengar permintaan suaminya tersenyum terharu.


" Kok terimakasih sama aku,harusnya itu aku yang ber terima kasih sama kamu,karena sudah melahirkan anak anak ku yang gemas gemas ini." Dalfa mencium kening Sita.


Brandon masih dimode yang sama masih terdiam dan bingung dengan kejadian tadi yang dialami.


" Hy boy why are you silent? tell dad." Dalfa bertanya.


" Tidak Dad aku baik baik saja kok " Brandon tersenyum.


Mereka pun akhirnya menyudahi kegiatan bebelanja bulanan yang diperkirakan merocek nominal diangka seratus juta lebih setiap bulanya.


" Mas kita pulang saja yah,biar makan siang dimasakin si mbok aja." pinta Sita.


" Yakin kamu sayang nggak lapar,kamu kan sedang menyusui loh." balas Dalfa.


Sita pun menggeleng pelan dan tersenyum.


" Dad kaya nya apa kata mommy boleh juga makan masakan rumah lebih higienis " Brandon memberikan usulan.


" Wah wah kalian memang kompak sekali yah,baiklah buat permaisuri kecil ku,para pangeran ku dan ratu ku,aku akan mengikuti usul kalian." Dalfa.


Suara sorakan pun keluar dari mulut mungil nya babby twins King.


" Atik titah matan lame lame dilumah." dengan wajah yang menggemaskan.

__ADS_1


Sampailah dirumah Dalfa dan Sita membawa masuk seluruh belanjaannya.


" Mbok masak yang enak yah hari ini,karena kita semua ingin makan dirumah " ucap Dalfa.


Sita semenjak melahirkan anak ke tiga nya dia sudah tidak bisa membantu si mbok untuk masak


karena babby twins pun masih kecil,dan babby Nola pun baru berusia dua bulan.


" Baik tuan,si mbok akan masak yang enak deh buat semua nya." balas hangat si mbok.


" Terima kasih yah mbok." ucap Dalfa.


***********


Fatimah yang sedang menaiki kuda dan memanah,itulah kelebihan sang Fatimah walaupun dia buta sedari lahir namun tidak menyurutkan kemampuannya sebagai pemanah dan pandai mengendalikan kuda disaat dia tumpangi.


" Nyonya apa tuan sudah mengijinkan nyonya berkuda?" tanya salah satu asisten nya.


" Insha Allah tidak bi,suami ku membiarkan ku untuk berkuda dan memanah karena itu hobby ku dan kemampuan ku." Fatimah tersenyum indah.


" Masya Allah non kalau bibi boleh bicara apa nona begitu mencintai tuan Permana?" tanya si bibi.


Fatimah hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Fatimah memang memiliki hati yang begitu lembut dan ramah.


Tiba tiba Permana berada di tempat Fatimah yang sedang melatih kudanya.


" Bi tolong sampaikan pada wanita itu,tolong nanti dia bersiap siap dan mengenakan pakaian yang enak untuk dipandang," titah Permana.


" Ba,,baaaik tuan." balasnya.


Selesai sudah Fatimah melatih kudanya,sekarang dia akan ber istrihat sejenak.


" Maaf non,tadi tuan muda menyuruh bini untuk membawa non masuk kedalam,lantaran tuan muda akan mengajak anda nyonya ke tempat pertemuan pertemuan orang penting sepertinya." bibi menjelaskan pada Fatimah.


" Baiklah bi kalau begitu mari kita masuk,kasihan suami ku pasti sudah menunggu.


Fatimah pun masuk kedalam rumahnya dan segera menuju kamarnya.


Namun samar samar ketika Fatimah yang baru saja hendak membuka pintu kamarnya terdengar ada suara aneh untuk di dengar.


Kemudian Fatimah mencoba untuk mencari sumber suara tersebut dan terdengar lebih jas suara itu bersumber dari kamar suaminya yang sedang bercinta dengan kekasihnya Cintya.


Betapa hancur nya hati Fatimah dan dia pun menangis dalam diam namun air mata itu jatuh tiada henti walaupun air mata itu terlalu suci untuk menangisi seorang Permana.


" Ya Allah apa yang harus hamba perbuat dengan semua ini,sungguh sakit hati ini mendengar suami hamba bercumbu dengan kekasihnya sedang kan aku adalah istri sahnya." batin Fatimah bermonolog dengan keadaan.


...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA DARI KARYA NOVEL PERDANA SAYA.......

__ADS_1


__ADS_2