TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 83


__ADS_3

Sembilan bulan sudah Sita mengandung dan sudah memasuki tahapan tingga menunggu hari saja untuk melahirkan calon anak kembar nya.


" Sayang kok kamu banyak bergerak sih,istrihat dong kan ada mboy Yem yang bantu bantu kamu." seloroh Dalfa.


" Enggak apa apa mas cuma bantu bantu gini aja kok lagian nih yah kalau semakin banyak gerakan semakin cepat proses persalinannya." ucap Sita pada suaminya.


Dalfa masih merasa aneh dengan penjelasan sang istri,dia pun membalas jawaban dari Sita.


" loh sayang yang bikin kamu cepat melahirkan itu bukan banyak gerak yang beginian tapiii." senyum miring Dalfa menanda kan bahwa Sita harus memenuhi ke inginan suami nya pagi itu.


" Tapi mas aku,,hmmm." Sita mendapat serangan tiba tiba dari Dalfa.


" Aku pelan pelan sayang goyangnya apa lagi kamu yang di atas yah." Dalfa terkekeh sendiri dengan ucapannya.


sedangkan Sita membulatkan mata nya dengan sempurna.


Dalfa berhasil membawa Sita untuk berolahraga di dalam kamarnya,yang tentu olahraga tersebut menciptakan erangan erangan nikmat.


*********


Ditempat lain Brandon dan Teman nya sedang bermain di sebuah taman.


Ada sosok pria tegap yang memakai penutup wajah datang menghampiri nya.


" Apa kamu senak bermain bola boy?" tanya pria tersebut.


" Iya paman aku senang sekali bermain bola karena cita cita ku ingin menjadi pemain bola dunia seperti RONALDO." ucap gamblang Brandon.


" Tentu kamu bisa boy asalkan kamu terus berlatih dan berlatih paman yakin kamu akan menjadi pesepak bola dunia." orang tersebut memberi dukungan.


Brandon yang sadar akan ada hal yang aneh pada orang tersebut langsung mengambil tas nya dan berlalu pergi secepatnya.


sampailah Brandon di rumahnya setelah dia berjalan dengan cepat dari taman dan menghindari orang yang menurut nya sangat lah aneh.


" Hay boy kamu sudah pulang." sapa Dalfa.


" Sudah Dad ini aku baru sampai." balasnya.


" yasudah kamu mandi gih nanti kita makan malam bareng bareng yah." ajak Dalfa.

__ADS_1


Brandon mengangguk patuh pada sang Daddy ny.


Biarpun Brandon bukan darah daging nya namun Dalfa begitu tulus menyayangi nya karena bagaimanapun dia adalah darah daging dari saudara kembarnya.


**********


Sedangkan di tempat lain pria yang bertubuh tegap itu hanya mampuh meratapi kehidupanya dengan balas apa yang dia perbuat semasa dulunya.


Dialah Dalfi yah dia sudah bertaubat dan tidak lagi menjadi seorang mafia namun dia masih menjadi buronan sang paman angkatnya yaitu Michael.


" Daddy hanya mampuh memandang mu dari jauh nak,tapi Daddy yakin kau anak yang baik dan tumbuh dari keluarga yang sangat kaya akan kasih dan cinta." keluh sedih Dalfi.


Dia mencoba merogoh saku jaketnya dia hendak me ngambil sebuah kalung berbentuk liontin dan didalam liontin itu ada photo sang Mommy tercinta nya DIANDARA dan SITA.


Dua sosok wanita itu alasannya dia masih bertahan hidup di dunia ini namun sayangnya sang mommy terlebih dulu untuk berpulang sedangkan sang Papi nya RAKHA BUMI sudah tidak banyak aktfitas dikarenakan sudah tiga tahun lalu mengalami serangan stroke.


" Pih maafkan aku yang tidak berguna ini,aku janji akan memperbaiki semuanya." batin Dalfi yang memandangi potret sang papi di dindingnya.


Ada rasa pilu,sakit,kacau,amarah karena kebodohannya,keserakahannya hingga dia dibutakan oleh hawa nafsu yang akhirnya membawanya dalam kehancuran.


************


"Selamat yah pak Dalfa anak kembar laki laki dan perempuan,tampan dan cantik." ucap selamat perawat pada Dlafa.


" Terimakasih sus atas pelayanannya saya sangat terharu melihat perjuangan istri saya walaupun bayi nya kembar namun dia tetap untuk melahirkan secara normal walaupun nyawa tarohanya.".Dalfa memberi ucapan terimakasih.


" Tidak apa apa pak ini memang sudah tugas kami sebagai seorang petugas." ucapan Shopan perawat tersebut.


Sita yang di ruang inap hanya mengulas senyum rona bahagia.


Begitupun dengan Dalfa yang tak kalah bahagia dengan keadaan saat ini.


Cup,cup Dalfa mencium kening dan bibir mungil milik Sita.


" Terimakasih sayang sudah melahirkan bayi bayi yang lucu dan menggemaskan." Dalfa mengusap lembut wajah Sita.


" Iya mas sama sama aku pun terimakasi karena selama ini kamu selalu berusaha dan memperjuangkan ku ilove you suami ku." sita berkata.


Dalfa pun memeluk erat Sita.

__ADS_1


" Mas apakah anak kita mirip dengan mu tampan dan cantik." tanya Sita pada suami nya.


" Tentu dong sayang mereka sangat mirip dengan ku namun king lebih mirip dengan mu sedangkan queen mirip dengan ku " Dalfa penuh rasa gemas jika membayangkannya.


" Assallamualaikum Daddy boleh kah aku liat mommy." Brandon dengan sopan nya berbicara.


Dalfa yang takjub dengan sikap Brandon yang penuh kesopanan dan adab yang baik merasa terharu.


Sita tidak pernah sedikit pun mengajarkan Brandon tentang hal hal yang berbau tentang kesombongan.


bahkan Brandon bisa dibilang wajahnya sama dengannya namun tidak dengan jiwanya,dia lebih ke Sita.


" Tentu boleh dong nak kemarilah peluk mommy mu dan berikan dia ucapan oke." Dalfa ucap.


Brandon langsung memeluk sang mommy ny dengan hangat dan lembut.


" selamat yah mom atas kelahiran adek bayi nya mereka pasti menggemaskan " Brandon terkekeh.


" Hahaha kamu ada ada aja deh nak eh gimana kabar nya sekolah bola mu apa sudah ketemu yang cocok diman?" Sita bertanya.


" Permisi ibu,bapak ini bayi nya sudah kami bersihkan waktunya minum susu yah Bu,nanti setelah 3 jam kemudian jangan lupa kasih ASI lg." ucap dengan gamblang salah satu perawat tersebut.


Sita pun mengangguk paham dengan apa yang dijelaskan oleh perawat itu.


Satu Minggu sudah Sita pasca melahirkan dia langsung menuju Mension milik Rakha Bumi sang papa mertua yang sekarang sudah sakit keras.


" Assallamualaikum Pih,Dalfa dan Sita datang bawa cucu cucu papi kesini,coba liat deh mereka kaya Dalfa bukan semua." Dalfa mencoba ber interaksi dengan Rakha yang hanya terbaring lemah.


Rakha hanya bisa tersenyum manis ketika dia masih bisa melihat anak dan cucu nya tumbuh besar.


ada kesedihan yang dia rasakan karena dia sudah tidak seperti dulu lagi.


Rakha pun hanya bisa meneteskan air mata nya.


" kek,kakek nggak usah sedih lagi di sini kan sudah ada Brandon dan adik kembar." Brandon menghibur sang kakeknya.


" Iya Pih,papi jangan takut dan khawatir dengan keadaan kita sekarang yang paling terpenting papi fokus dengan kesembuhan papi yah." Sita ikut menimpali nya.


Dalfa yang tidak sanggup melihat kondisi sang papi yang sudah tidak seperti dulu lagi yang memancarkan karismatik yang luar biasa dan tegas hanya meneteskan air mata.

__ADS_1


...... SELAMAT MEMBACA BAB BARU SEMOGA SELALU BERKESAN CERITA DARI KARYA NOVEL KU TERIMAKASIH.......


__ADS_2