
BELUM SEPENUHNYA MENERIMA BRANDON DALAM KEHIDUPAN NYA.
Sekar masih belum sepenuhnya bisa menerima keberadaan Brandon,namun dia berusaha selalu untuk memberikan yang terbaik.
Walaupun pada hakikatnya dia belum siap sepenuhnya untuk melayani Brandon di ranjang.
Bunyi suara notif pesan pun masuk ke ponsel milik Sekar.
" *Maaf mungkin malam ini aku agak telat pulang, " Brandon.
" Iyah." balas singkat pesan Brandon dari Sekar.
" Cuek sekali dia, kenapa hanya begitu saja balasanya." kesal Brandon.
Sekar pun memandang photo profil Brandon yang bersamanya disaat resepsi pernikahan mereka.
Sedangkan Sekar tidak memakai photo profil bahkan centang biru dia matikan info dinonaktifkan.
Sekar memang sangat menjaga privasinya bahkan sang suami pun masih belum mampuh meraihnya.
Di sebuah club malam Brandon yang ditemani oleh Gery.
Mereka hanya sekedar melepas penat, dan pastinya Brandon cukup banyak minum alkohol sehingga dia mabuk berat.
Gery cukup kuwalahan untuk membawa tubuh sang boss.
Sampai nya di apartemen Gery langsung menelpon Sekar bahwa bossnya mabuk berat.
" Kenapa dengannya? " tanya sekar pada Gery.
" Hmm sepertinya boss sedang mabuk berat Nona. " jawab Gery.
" Mabuk?! " Sekar penuh penekanan.
Brandon pun sudah berada dikamar nya yang ditemani oleh Sekar.
Disaat Brandon mabuk dia meracau dan mengingat masa lalu nya dengan Leona.
" Leona ini semua gara gara dirimu, yang meninggalkan aku dan kau lebih memilih dia! " Brandon meracau.
Sekar yang mendengar suami nya menyebutkan nama wanita lain cukup ter iris hatinya.
" Sebaiknya aku tidak boleh memiliki rasa cemburu padanya, karena bagaimanapun aku hanyalah orang biasa saja " batin Sekar.
Dengan sigap dan penuh kelembutan Sekar membersihkan tubuh Brandon karena sang suami sempat muntah cukup banyak.
Setelah selesai Sekar melakukan kewajibannya sebagai istri yang merawat suaminya.
Diapun duduk disofa dimana tempat Brandon selalu berkutat dengan laptopnya.
__ADS_1
Tanpa terasa Sekar pun terlelap dan bermain dalam mimpinya yang indah.
Pagi pun menjelang Brandon yang baru saja terbangun melihat jam sudah menunjukan pukul 08 : 30 Wib. Brandon pun tersentak karena dia sangat kesiangan untuk pergi kekantor.
" Argh kenapa kepala ku sakit sekali " keluh Brandon.
Tokk,tokk, " Maaf aku langsung masuk ini ada segelas susu putih hangat minum lah untuk menetralkan alkohol yang ada dalam tubuh mu. " Sekar.
" Terima kasih, apa semalam aku meracau yang tidak tidak? " Brandon bertanya penuh selidik.
" Tidak kau tertidur begitu pulas, aku pikir kamu sangat lelah dan tidak berani untuk membangunkan mu pagi pagi sekali " balas ucapan Brandon.
" Apa iyah semalam aku tidak meracau " Brandon mencoba mengingat ingat.
" Damn it kenapa aku masih sebut nama Leona depan dia " Brandon mulai ingat apa yang dia ucapkan.
Brandon bergegas menyusul Sekar untuk meminta maaf.
" Maafkan aku, bukan maksud ku untuk mengingat nya kembali. " Brandon mencoba berkata jujur.
Namun Sekar hanya bersikap biasa saja,datar dan dingin.
" Aku meminta ijin boleh kah, karena aku rindu dengan kedai ku. " pinta Sekar.
" Ouh tentu,tentu silahkan biar aku suruh Gery pergi dengan mu. " Brandon mempersilahkan Sekar.
" Tidak perlu dengan nya, biar kan aku dan Vanila saja. " Sekar pun pergi meninggalkan Brandon.
Tiba tiba si Mbok menghampiri Brandon.
" Permisi tuan muda, didepan ada Tuan besar dan nyonya. "
" Apa Daddy oke mbok kasih tau mereka tunggu sebentar lagi, terimakasih yah mbok. " Brandon berucap lembut pada si mbok.
Dalfi dan Lala yang memang sengaja datang untuk bertemu dengan Sekar dan Vanila, karena Adelia selalu menanyakan tentang Vanila.
Brandon yang sudah turun dan bertemu dengan kedua orang tuanya tidak lupa Brandon pun mencium tangan Dalfi dan Lala dengan takjim.
" Gimana kabar mu nak? " tanya Dalfi pada Brandon.
" Alhamdulillah Dad, mah " balas Brandon.
" Ouh Iyah dimana Sekar kok mama belum liat " tanya Lala pada Brandon.
" Dia sedang di kedainya mah, katanya sih ada yang ingin di ambil dari sana entah lah apa yang akan dia bawa nanti. " sahut Brandon.
" Bang Vanila di ajak dong sama mba Sekar? " tanya Adelia.
Brandon pun mengusap lembut pipi adiknya.
__ADS_1
" Iyah dek, Vanila dibawa oleh mbak Sekar. " ucap Brandon.
Brandon pun berpamitan hendak ke kantornya dan meninggalkan kedua orang tuanya di apartemen miliknya.
" Oh Iyah mah, nanti lusa ada acara tasyakuran anak Bram yang ke dua dia mengundang kita untuk hadir. " Dalfi memberitahukan.
" Ouh yah, kebetulan mama udah lama banget nggak ketemu Cintya. " balas Lala.
" Fatimah pun kemarin mengirim pesan katanya dia dan keluarga nya akan mengadakan acara makan makan untuk merayakan launching toko pakaian busana muslimah. " ucap Lala.
Mereka pun menghabiskan waktu di apartemen milik anaknya yaitu Brandon karena ingin bertemu sang menantu dan cucu angkat nya.
Setibanya di kantor Brandon di sambut oleh sang asisten pribadinya.
" Selamat pagi boss " sapa Gery.
" Hmmm " balas Brandon.
" Boss hari ini kita akan kedatangan tamu dari perusahaan B kebetulan nona Leona pun ikut, apa boss tidak keberatan? " tanya Gery.
" Tentu tidak saya akan bersikap profesional dengan siapa pun kalau sudah menyangkut busnis " kelakar Brandon.
Gery pun hanya mengangguk angguk tanda bahwa memahami maksud sang boss.
" Baiklah boss kalau begitu saya permisi "
Gery pun keluar dari ruang dimana Brandon berada, dan Gery pun melanjutkan untuk menyiapkan segala materi untuk disampaikan kepada Bram dan Leona yang kebetulan perusahaan mereka menawarkan kerja sama.
*********
Dikedai Sekar dan Vanila sedang membersihkan tempat dimana Sekar merasakan warna kehidupan.
" Sayang tunggu mommy di sini yah, mommy enggak akan kemana mana " pesan Sekar untuk anak gadis kecilnya.
Bimo yang kebetulan lewat situ melihat bahwa kedai Sekar terbuka dan Bimo yang belum mengetahui jika mantan istrinya itu sudah bersuami kan lagi.
" Ckk rupanya kau masih seperti ini Sekar, selalu menyedihkan, diam seperti batu hahaha, aku rasa tiada pria yang mau dengan mu selain aku dan itupun karena aku waktu itu keadaan mabuk " Bimo berkata sangat menusuk perasaan Sekar.
Sekar hanya diam, baginya hanya akan membuang energi nya saja jika dia menjawab semua apa yang dikatakan Bimo.
" Kemari sayang ikut mommy " Sekar menggendong Vanila karena takut hal yang tidak di inginkan akan dilakukan oleh Bimo pada vanila.
" Hah!! Ibu dan anak sama saja sama sama menyedihkan dan menjijikan, mana uang aku ke sini hanya ingin kau memberikan aku uang! kalau tidak aku akan "
Bimo yang tidak melanjutkan ucapan nya karena Brandon yang tiba tiba ada di tempat itu.
" Siapa kamu, berani sekali mencampuri urusan ku hahh!! " bentak Bimo pada Brandon.
Sekar yang khawatir akan terjadi sesuatu pada Brandon cukup di buat tegang oleh keadaanya.
__ADS_1
...... BERSAMBUNG YAH GUYS LANJUT EPISODE BERIKUTNYA.......