TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 97


__ADS_3

USIA KANDUNGAN FATIMAH YANG SUDAH MEMASUKI USIA 7 BULAN.


Karena usia kandungan Fatimah sudah memasuki usia 7 bulan dan berjenis kelamin laki laki.


Permana yang akan menjadi seorang ayah dari putra nya sangat lah antusias karena anak pertamanya ialah berjenis kelamin laki laki,yang dia anggap akan menjadi penerus tahta nya.


" Mas kamu tidak kekantor memang hari ini? " tanya Fatimah pada Permana.


" Hari ini aku kerja di rumah saja sayang,karena urusan kantor sudah aku serahkan pada asisten ku. " balas Permana.


" Hmm begitu,ya sudah berisirahat lah dirimu mas,aku tau kamu sangat lelah kan. " Fatimah menawarkan Permana untuk ber istirahat.


" Ya nanti aku akan tidur sebentar dan setelah itu aku ingin mengajak mu untuk membeli perlengkapan anak kita sayang. " Permana.


Fatimah hanya tersenyum manis dan mengangguk kepalanya.


*


Di RS Dalfi yang sedang membantu menangani banyak pasien cukup dibuat kerepotan karena adanya sebuah insiden yang memakan banyak korban.


" Dokter tolong pasien yang di ujung sana spertinya dia terkena serangan jantung. " ucap salah satu perawat.


" Baiklah saya akan segera kesana,kamu tolong bantu bersihkan luka pasien ini. " titah Dalfi.


*


Sedang kan dipusat perbelanjaan Fatimah dan Permana sedang membeli semua perlengkapan bayi dan perlengkapan nanti Fatimah melahirkan.


" Apa tidak terlalu dini mas kita membeli perlengkap untuk ku. " loroh Fatimah.


Dengan sedikit tegas namun penuh kasih sayang Permana menjawab pertanyaan dari istrinya.


" Tidak ada salah kita membeli beberapa saja,biar nanti kita tidak terlalu repot dan terburu buru. "


Fatimah hanya mengangguk seraya menyetujui keinginan suaminya.


Selepas membeli banyak perlengkapan bayi dan istrinya,Permana dilanda perut yang cukup di bilang sedikit lapar namun menuntut.


" Sayang kita makan dulu yah lapar,kamu juga harus memberi dia asupan sayang kasian takut lapar. " Permana mengusap lembut pipi sang istri.


Sampailah di sebuah restoran yang sangat mewah.


Permana kebetulan bertemu dengan para sahabatnya dulu sewaktu kuliah diluar negeri.


" Permana apa kabar bro? " sapa salah satu temanya .


" Ehh bro lo dari kapan di Indonesia kenapa nggak berkabar. " tanya Permana.

__ADS_1


" Yah lo tau sendiri kan gimana gue,capek gue di jodoh jodohin Mulu udah kaya jaman Siti nurbaya aja hahaha. "Rano berucap.


" Tapi loe harusnya emang cepat nikah dan dijodohkan lantaran gue nggak yakin kalau Lo cari sendiri. " Permana terkekeh.


" Hay Permana apa kabar sih kamu sekarang? " tanya lagi sahabatnya bernama Malini.


" Oh iya ngomong ngomong Cintya mana bro? soalnya kan Lo terkenal banget tu dari jaman sekolah kalian berdua itu emang bucin tingkat dewa. " Rano berucap kembali.


Fatimah yang mendengar semua perkataan teman teman suaminya hanya bisa tersenyum.


Namun ada rasa tidak enak yang mengganjal pada Permana.


" Hmm,sorry dia istri gue bro,kenalin Fatimah. " ucap permana yang memperkenalkan Fatimah.


Fatimah hanya mengangkat dan menungkupkan kedua tangan agar tidak tersentuh oleh orang lain selain Permana.


" Sejak kapan Lo beda selera? " bisik Malini pada telinga Permana.


Permana hanya menarik nafas dan mengepalkan kedua tanganya agar tidak terpancing emosinya oleh ucapan Malini.


" Ngomong Cintya sekarang di mana bro,kalau Lo udah menikah begini. " jebakan pertanyaan dilontarkan oleh Rano.


" Gue udah lama nggak ada hubungan dengan wanita itu jadi gue harap kalian nggak usah bahas tentangnya. " permintaan Permana.


Rano yang memahami maksud dari Permana hanya tersenyum kecut.


Sedangkan Malini masih ingin rasa menggoda Permana sosok pria yang selama ini dia kagumi.


Namun Permana tidak mengijinkan nya pergi sendiri,dia lebih memilih untuk menemani sang istri ketimbang mengobrol dengan teman lama nya yang sangat tidak ada manfaatnya.


" Sayang aku mohon maafkan mereka. " mohon Permana.


" Mas kenapa kau bicara seperti itu,sungguh aku baik baik saja. " Fatimah berkata.


Permana yang mengetahui sikap istrinya yang pemaaf dan penuh kelembutan tidak heran dengan ucapan Fatimah seperti itu.


Maka dari itu Permana selalu benar benar menjaga jarak dengan orang lain sekali pun itu rekan bisnisnya. Agar Fatimah tidak mendengar perkataan yang nanti akan membuat luka di hatinya.


*


"Lo tau nggak sih gue rasa ada yang aneh dengan perubahan Permana sekarang ini. " tanya Malini pada Rano.


" Kalau menurut gue sih wajar wajar aja dia berubah memang nya mau gitu pas ajal dateng kita belum ada persiapan apapun. " jawab random Rano.


Malini yang mendengar penuturan Rano sedikit dibuat marah.


" elo yah jawaban nya sangat tidak masuk akal. " Malini pergi meninggalkan Rano.

__ADS_1


" Mal sampe kapan sih elu masih mengharapkan Permana, udah jelas jelas Permana cinta banget sama istrinya. " keluh nya.


Rano selama ini memendam perasaan terhadap Malini tetapi Malini tidak pernah menghiraukan perasaan dari Rano.


" Permana lihat saja nanti kau akan menjadi milik ku seutuhnya dan ku pastikan istri mu yang buta itu tidak akan lama dengan mu. " batin Malini.


*


Ditempat lain Permana dan Fatimah sudah sampai di kediamannya.


" Istirahat terlebih dulu,aku ingin keruang kerja ku. " Permana sambil mengecup lembut kening sang istri.


Permana cukup merenung diri di ruang kerja nya,dia berfikir tentang sang istri yang belum bersedia menerima donor mata dari orang lain.


Dia masih menikmati keadaanya sekarang,bahkan dia tidak pernah mengeluh akan kekurangan nya.


" Sampai kapan kau menolak nya Fatimah,padahal aku ingin sekali kau bisa melihat ku ini. " batinya.


Ponsel Permana pun bergetar kemudian di lihat ada panggilan masuk dari no yang asing baginya.


" Hallo maaf ini dengan siapa saya bicara? " tanya Permana.


" Permana tolong aku,aku takut sekali. " suara wanita yang tidak asing.


" Malini,dari mana kau tau nomor ponselku? " tanya Permana.


" Aku dapat nomor ponsel mu dari Rano. " balasnya.


" Kenapa kau meminta tolong padaku,bukan kah Rano selalu ada untuk mu. " Permana.


Permana menutup telpon nya sepihak,karena dia tau maksud dan tujuan Malini padanya.


Baginya cukup dia menyakiti Fatimah dengan perbuatan hina nya dulu dengan Cintya.


Tidak terasa Permana pun tertidur diruangan kerjanya.


*


Malini yang merasa tidak dihiraukan merasa geram dan marah,hingga dia membanting dan memecahkan barang kepunyaan nya.


" B*jing*n kau Permana si*lan liat saja nanti apa yang lakukan terhadap wanita mu tu. " Malini tertawa penuh amarah.


Rano yang sedari tadi menelpon nomor ponsel Malini tidak aktif merasa gundah.


" Kemana kau pergi Malini hingga ponsel mu tidak aktif. " Rano merasa cemas.


Tidak banyak fikir Rano pun mengambil kunci mobilnya dan segera menyalakanya hendak menuju apartemen dimana Malini tinggal.

__ADS_1


Karena insting Rano merasa Malini tidak baik baik saja.


...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA SEMOGA KARYA NOVEL SAYA SELALU BERKESAN UNTUK PARA READER,TERIMAKASIH SAYA UCAPKAN DAN JANGAN LUPA LIKE,COMEN DAN VOTE.......


__ADS_2