TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 84


__ADS_3

PENYESALAN DALFI KEPADA SAUDARA KEMBARNYA.


" Mungkin teguran dari tuhan untuk ku,karena selama ini aku begitu kejam terhadapnya." batin Dalfi.


Waktu demi waktu Dalfi lewati dengan ke ikhlaskan bahkan sekarang dia terlihat religius dan dia pun memutuskan untuk menjadi seorang musafir serta mengiklaskan semua kehidupan dia berserah diri seutuhnya kepada pemilik kehidupan ini.


Waktu sholat subuh pun akan tiba Dalfi terlebih dulu untuk datang ke Masjid berjamaah.


" Assallamualaikum nak siapakah nama mu,saya lihat ananda rajin sekali datang ke masjid ini." tanya salah satu jamaah sholat tersebut.


" Waalaikumsallam pak,perkenalkan saya Dalfi kebetulan saya tinggal dikomplek sini." Dalfi memperkenalkan dirinya.


Bapak bapak tersebut mengangguk dan menepuk pelan pundak Dalfi.


" Masya Allah ternyata nak Dalfi warga sini juga,perkenalkan nak nama saya Muhaimin, saya di sini selalu imam masjid ini." pak Muhaimin pun memperkenalkan diri nya.


Cukup lama Dalfi dan pak Imin mengobrol tentunya mereka membahas tentang ilmu agama Islam.


karena Selama Dalfi diluar negri bahkan sedari kecil dia tidak pernah mendapatkan itu lebih tepatnya tidak pernah di ajarkan agama secara detail.


" Jadi begitu yah pak cara cara sholat dan membaca Alquran wah saya jadi tertarik untuk belajar lebih giat lagi pak." pinta Dalfi.


" Alhamdulillah tentu boleh nak Dalfi kebetulan di masjid ini pun bersebelahan dengan rumah saya sekiranya nak Dalfi ingin belajar datang lah kerumah ku." pak Muhaimin menawarkan.


*********


Dirumah Pak Muhaimin tinggal lah seorang wanita muda yang cantik nan Solehah dialah FATIMAH anak dari pak Muhaimin.


Fatimah tidak seperti wanita pada umum nya dikarenakan dia sedari lahir dengan Tuna netra atau Buta bawaan lahir.


Namun Fatimah tidak pernah menggerutu ataupun berkeluh kesah dengan keadaanya. Bagi nya ini semua sudah menjadi ketentuan Allah SWT.


Srek,,srekk,,srekk suara orang berjalan.


Kreakkk,suara pintu yang usang itu terbuka.


" Assalamualaikum Fatimah." ucap salam pak Muhaimin.


" Waalaikumsallam Abi,wah Abi sudah pulang." Fatimah bertanya dan berjalan dengan meraba raba tempat tersebut.


" Sudah anak ku,bagaimana luka kaki mu apa sudah sembuh." Pak Muhaimin.


" Alhamdulillah Abi luka nya sudah sedikit mengering,mungkin lusa juga luka nya akan kering.

__ADS_1


Pak Muhaimin mengusap lembut kepala anak semata wayangnya.


Yah Fatimah anak Piatu dia dibesarkan seorang oleh Pak Muhaimin.


Sang Umi telah berpulang kepangkuan sang ilahi semenjak umi melahirkan Fatimah.


Fatimah sendiri sosok anak yang pendiam dan selalu berpakaian syar'i bahkan jika dia hendak keluar untuk membeli sesuatu dia selalu memakai cadar.


" Nak tadi Abi di Masjid bertemu dengan seorang anak muda,dia hendak belajar mengaji dan belajar tata cara sholat,apa kamu tidak keberatan Fatimah?" pak Imin mencoba berdiskusi dengan anaknya.


" Masya Allah tentu boleh Abi,biar nanti Fatimah didalam kamar saja." Fatimah tersenyum teduh.


Ke esokan harinya Dalfi dan pak Muhaimin menuju rumah yang hendak belajar membaca Alquran dan tata cara sholat.


" Nak Dalfi maaf jika omongan saya ada yang menyinggung nak Dalfi selama ini " Pak Muhaimin dengan kerendahan hatinya meminta maaf.


" Tidak ada pak,bagi saya bapak sudah saya anggap seperti orang tua sendiri." balas Dalfi.


Pak Muhaimin pun merasa lega perasaanya.


" Kalau boleh tau apa bapak tinggal sendiri di tempat ini?" tanya Dalfi.


" Tidak nak Dalfi saya tinggal bersama putri saya semata wayang." seulas senyum pak Muhaimin.


" Assallamualaikum " ucap salam pak Muhaimin kepada anaknya Fatimah.


" Waalaikumsallam,Abi sudah pulang mau Fatimah buat kan teh Abi?" Fatimah menawarkan minuman pada pak Muhaimin.


" Iyah Fatimah Abi ingin meminum teh hangat buatan mu,Fatimah nak sekalian buatkan juga yah buat pak Dalfi." pak Muhaimin.


Fatimah menganggukan kepala nya dan tersenyum hangat dan teduh.


Dalfi yang melihat kecantikan Fatimah dari balik cadar nya dia melihat dua bola mata indah yang berwarna hijau Sage soft begitu banyak keteduhan.


Dia tidak berhenti untuk terus memandang Fatimah namun dia juga bingung kenapa Fatimah tidak menegurnya.


" Maaf nak Dalfi Fatimah tidak bisa melihat sedari lahir jadi harap maklum kalau anak saya tidak menyapa nak Dalfi." pak Muhaimin menjelaskan.


Seketika Dalfi merasakan sakit dihatinya.Dia harus nya bersyukur terlahir dari keluarga yang kaya raya,lahir dengan sempurna tumbuh ditempat yang mana fasilitas apapun ada.


" Enggak apa apa pak malahan saya yang kurang enak takut nya saya mengganggu istrihat bapak dan Fatimah." seloroh Dalfi.


Dalfi dan pak Muhaimin sedang belajar sholat Fatimah yang mendengar cara Dalfi mengucapkan doa yang begitu masih sangat sangat belajar membuat nya tertawa tertahan.

__ADS_1


Namun dia sadar akan kelakuan nya langsung menutup mulutnya dan beristigfar. " Astagfirulloh "


Selesai lah sudah Dalfi belajar sholat dan membaca Alquran.


Dia pun pamit dari rumah pk Muhaimin.


" Terimakasih pak Muhaimin kalau begitu saya pamit undur diri, Assallamualaikum." ucap salam Dalfi.


" Waalaikumsallam nak Dalfi." balas pak Muhaimin.


Tanpa sengaja Dalfi melihat Fatimah sedang berdiri dekat jendela kamarnya dengan tatapan kedepan.


Dalfi cukup takjub disaat Fatimah tidak memakai cadar dia melihat ukiran Tuhan yang begitu sempurna dengan kecantikan yang alami,hidung mancung,wajah berseri dengan mata yang indah berwarna hijau.


" Nak Dalfi nak." sapa Pak Muhaimin.


" Oohh iy,,yaa pak maaf saya pamit kalau begitu Assallamualaikum." ucap salam kembali Dalfi.


" Waalaikumsallam." pak Muhaimin menimpah ucapan salam Dalfi dan tersenyum.


Di perjalanan Dalfi yang menyusuri jalan disitu pedesaan yang begitu alami dan sejuk tiba tiba dia di ingatkan oleh masa lalu nya yang kelam.


kehidupan yang penuh kehancuran bagi orang lain termasuk saudara kembarnya sendiri yaitu Dalfa.


Bahkan dia sudah merebut pasangan dari saudara kembarnya sendiri dengan cara melakukan pembunuhan kepada Dalfa.


Tak terasa air mata nya mengalir tak tertahan.


" Andai aku bisa memutar waktu kembali mungkin aku tidak akan sekejam itu,dan membawa kehancuran pada kehidupan orang lain.


Ke esokan hari nya ibu ibu yang berada di komplek tersebut menyapa nya dengan hangat.


" Selamat pagi Nak Dalfi wah rajin bener olahraga padahal nak Dalfi boddy nya udah oke loh." ucap salah satu ibu tersebut.


" pagi juga ibu,karena olahraga itu bisa menurunkan kadar gula dan melancarkan aliran darah kita Bu ibu." balasnya.


" Wah betul itu nak Dalfi kalau begitu nanti ibu juga mau olahraga deh." ibu itu mengutarakan percakapannya.


Dalfi lekas melanjutkan olahraga nya dengan lari lari ringan keliling komplek tersebut dan dia pun melihat Fatimah sedang menyirami bunga ditaman nya.


" Fatimah dirimu sungguh gadis yang sabar dan Solehah semoga kelak kau akan mendapatkan kebahagiaan." Doa Dalfi untuknya.


...... SELAMAT MEMBACA BAB BARU SEMOGA SELALU BERKESAN DIHATI PARA READERS.......

__ADS_1


__ADS_2