
KEMESRAAN FATIMAH DAN PERMANA DI DEPAN DALFI.
" Tuan Permana apa kabar? " Dalfi menyapanya.
" Oh tuan Dalfi saya sangat baik baik saja,bagaimana dengan proyek yang dikota x apa sudah ada investor untuk bekerja sama? " Permana bertanya.
" Maaf tuan untuk sementara ini urusan pengolahan proyek apapun saya serahkan pada rekan saya tuan Kenzo. " Dalfi berkata.
Permana yang mengangkat satu alisnya masih dibuat nya bingung oleh pernyataan Dalfi pada nya.
" Maksud Anda? " tanya Permana.
" Maaf tuan karena saya sebenarnya seorang dokter jadi pekerjaan ini hanyalah sampingan maka dari itu saya kembali pada kerjaan saya yang sebenarnya. " Dalfi.
Permana pun sedikit terkejut dibuat nya karena tidak menyangka bahwa Dalfi yang terkenal urakan bahkan mantan seorang Mafia adalah seorang Dokter spesialis.
" Wah anda memang begitu banyak kejutan tuan Dalfi.
Disaat Permana mengucapkan kata Dalfi,Fatimah sedikit terkejut.
" Masya Allah apa dia mas Dalfi yang dulu belajar agama dengan Abi. " Fatimah bermonolog sendiri.
" Sayang kenalkan ini Tuan Dalfi yang pernah aku ceritakan tempo lalu. " ucap Permana.
" Fatimah. " Fatimah mengenalkan dirinya namun dia tidak menyentuh sambutan tangan Dalfi.
" Dalfi. " balasnya.
Dalfi yang melihat Fatimah untuk pertama kalinya setelah cukup lama berpisah cukup dibuat nyeri dalam hatinya.
Apalagi Fatimah terlihat begitu mencintai Permana,terlihat jelas dari guratan mata hijau yang indah itu.
" Apa tujuan mu kemari tuan Permana. " tanya Dalfi.
" Kami kemari hendak berkonsultasi tentang kandungan Fatimah. " Permana menjelaskan.
Bagai terdengar listrik ribuan volt tubuh Dalfi mendengar kan nya.
" Ap,,apaaa istri anda hamil,bagaimana bisa bukan dia Buu,,maksud ku keadaan yg seperti tu. " Dalfi merasa terkejut.
" Kenapa tuan Dalfi apa karena istri ku Buta dia tidak bisa hamil keturunan ku? " Permana penuh penekanan.
" Maaf tuan bukan bermaksud saya menyinggung,mari silahkan saya antar anda untuk bertemu dengan dokter Nita. " ajak Dalfi.
Permana pun mengangguk mengikuti interupsi Dalfi.
Sampailah di depan ruangan dokter spesialis obgyn Permana dan Fatimah memasuki nya.
__ADS_1
" Silahkan tuan,kalau begitu saya permisi dulu. " pamit Dalfi pada mereka.
" Tentu dokter,saya ucapkan terimakasih kepada anda. " Permana berucap tulus.
Ketika didalam ruangan Dktr Nita,Permana dan Fatimah memberi uluran tangan untuk bersalaman.
" Selamat siang dokter, " ucap Permana.
" Selamat siang juga tuan Permana,bagaimana kabar anda dan istri ? " tanya dokter Nita.
Permana membalas semua pertanyaan dokter Nita dengan lugas dan ramah.
" Baiklah nyonya mari silahkan anda rebahan biar saya bisa melakukan USG untuk memeriksa kandungan anda. " perintah dokter tersebut.
Fatimah pun merebahkan tubuh di bad tersebut,kemudian membuka baju nya sedikit keatas agar dokter bisa memberikan jelly pada perut Fatimah agar bisa di periksa kondisi janin nya melalui USG.
" Sepertinya kandungan nyonya sudah memasuki Minggu ketiga,dan kondisi perkembangan sangat baik,semoga janin dan ibu sehat selalu yah, "ucap dokter Nita.
" Dok lantas apa jenis kelamin anak saya. "Permana bertanya.
Dokter Nita tersenyum simpul memahami kondisi Permana karena merupakan kehamilan anak pertamanya.
" Jadi gini Tuan Permana untuk sekarang ini jenis kelamin nya belum bisa terlihat,karena usia kandungan istri tuan baru memasuki usia tiga Minggu,sedangkan untuk mengetahui apa jenis kelamin dari calon bayi adalah kisaran 5 bulan. " dokter Nita dengan sabar memberikan penjelasan dan arahan.
.Sedangkan di ruangan Dalfi hanya mengerutuki dirinya.
Tiba tiba Kenzo masuk ruangan Dalfi tanpa permisi.
" Loe bisa kan ketuk pintu ruangan ku terlebih dulu. " kesal Dalfi.
" Hehehe sorry bro,lain kali gue kalau dateng kesini lagi ketuk pintu. ' Kenzo yang menahan tawa nya.
" mau ngapain sih Loe datang kemari? "tanya Dalfi.
" Gini bro kemaren pas gue ikut meeting sama saudara loe dan investor lainya setuju untuk memberi kepercayaan pada kita diperusahaan yang kita rintis bersama bro! " Kenzo masih merasa terharu.
Dalfi yang memahami kebahagiaan yang sahabat nya rasakan ikut hanyut bersama sama.
" oke malam ini kita berpesta dan bersenang senang tentunya. " ucap Kenzo.
Namun Dalfi tidak menganggap bahkan menolak ajakan dari sahabatnya tersebut.
" Bro loe inget kan dengan wanita buta bercadar itu?"
ucap Kenzo.
Dalfi terlihat cuek walaupun pada realita nya dia sangat merindukan gadis buta itu .
__ADS_1
*
Ditempat klub malam di belahan kota Jakarta lainnya.
Kenzo dan Dalfi akhirnya menghabiskan waktu nya bersama rekan rekan yang di sebuah club malam.
mereka berpesta riang dan ditemani oleh para wanita tidak tetapi dengan Dalfi,dia lebih memilih hanya duduk sendiri.
" Bro loe kenapa sih masih galau aja udahlah usia kita ini sudah memasuki usia 40 tahun tapi masih ganteng yah bisa dibilang sugar Daddy. " celetuk Kenzo.
Dalfi yang mendengar celetukan dari sahabatnya langsung melempar bungkus rokok.
" Justru itu karena kita udah nggak muda lagi mau sampai kapan begini begini aja. " keluh Dalfi.
" Haha yaelah sesekali lagian jarang jarang kita begini bro,selalu sibuk dengan drama kehidupan. " balas Kenzo.
Sedangkan rekan yang lain hanya mendengar ocehan dari dua sahabatnya itu.
Salah satunya Jacky dia hanya cengengesan sedangkan Bram bisa memahami keadaan sahabatnya tersebut.
Walaupun mereka sudah tidak muda lagi tapi aura dan karismatik sangatlah mempesona tak jarang wanita wanita muda dari berbagai kalangan menginginkan mereka walaupun one night sleep bersamanya.
*
Di mension tempat Permana dan Fatimah.
" Sayang kamu jangan capek capek dong nanti anak kita takut kenapa kenapa. " rasa khawatir Permana pada Fatimah.
" Tidak mas aku baik baik saja insha Allah,lagian kalau aku berdiam diri seperti nya tubuh pada sakit semua. " keluhnya.
Permana pun memahami keluh dari istrinya.
" Baiklah tapi kamu harus janji pada ku,tidak boleh terlalu over melakukan kegiatan rumah karena kau bayar mereka semua di rumah ini untuk melakukan pekerjaannya sesuai kemampuannya. " Permana menjelaska.
Fatimah hanya tersenyum manis dan indah yang selalu membuat Permana jatuh cinta padanya.
" Yasudah mari kita makan mas,aku tau kamu pasti lapar kan. " Fatimah tersenyum.
walaupun dengan segala kekurangan Fatimah tidak menyudutkan atau mengurangi kadar cinta Permana padanya.
Baginya Fatimah adalah sosok bidadari yang Tuhan berikan untuknya.
" Sayang aku sudah berkomunikasi dengan teman ku yang berada di Amerika dia menawarkan donor mata untuk mu apakah kau bersedia. " Permana bicara penuh dengan kehati harian agar tidak menyinggung perasaan istrinya.
" Aku serahkan pada mu saja mas,bagaimana baiknya. " Fatimah membalasnya.
Selesai sudah acara makan malam mereka,akhirnya mereka pun masuk kedalam kamar untuk merebahkan tubuh nya.
__ADS_1
...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA ......