
MALAM PERTAMA YANG GAGAL DI LAKUKAN PASANGAN BARU.
" Sebaiknya untuk sementara ini kita tidur terpisah saja tuan. " ucap Sekar.
" Apaaa?! enggak mungkin lah kita kan sudah sah dan halal kenapa kamu menghindari pasangan mu ini. " kesal Brandon.
Sekar yang masih trauma dengan pernikahan dan malam pertama membuat nya ragu untuk memberikan kewajiban nya sebagai istri seorang Brandon.
" Boleh kah malam ini aku tidur di kamar Vanila? " pinta Sekar.
Karena Brandon memahami kondisi sang istri yang belum terbiasa tidur terpisah dengan anak gadis kecilnya.
" Pergilah, temui anak kita, mungkin dia merindukan mu. " Sahur Brandon.
Dehhh ada debaran yang luar biasa Sekar rasakan yang tidak bisa dijelaskan rasa haru dan senang, dimana Brandon berucap bahwa Vanila anaknya juga walaupun secara biologis bukan siapa siapa.
" Terima kasih tuan atas pengertiannya." Sekar langsung bergegas dan keluar dari kamar Brandon.
Sesampainya dikamar Vanila, Sekar meremas baju bagian dada dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya.
Dia melihat putri kecilnya sudah tertidur pulas yang sebelumnya di asuh oleh baby siter yang Brandon adakan untuk Vanila.
Karena disamping Vanila suster Pengasuh anaknya pun sudah terlelap maka dari itu Sekar tidak ingin mengganggunya.
Sedangkan di kamar Brandon masih merasa aneh dengan sikap istrinya.
" Kenapa dia seperti ketakutan, apa dia mengalami trauma jika itu benar, berarti selama ini dia dengan suami terdahulu selalu mendapatkan siksaan kah,arrghh " .
Brandon yang bertanya tanya dalam batinya.
" Sebaiknya aku suruh Gery untuk mencari tau kisah hidup nya dengan pasangan yang dulu. " Brandon mencoba bermonolog.
Pagi pun menjelang, Sekar yang sudah Bangun terlebih dulu sedang membantu si mbok Nin menyiapkan sarapan dimeja makan.
" Non biar si mbok aja yah, Nona sebaiknya kembali lagi dikamar. " pinta si mbok Nin.
" Enggak mbok aku sudah terbiasa seperti ini, biarkan saya bantu bantu si mbok dulu sebelum aku bangunkan suami ku. " balas Sekar.
Mbok Nin pun hanya bisa diam dan tersenyum.
" Si mbok tidak salah mengabdi pada keluarga Tuan Dalfi, karena si mbok dikelilingi oleh orang orang yang memiliki hati yang mulya. " si mbok berkata.
Sekar mendengar kan nya hanya tersenyum hangat.
" Yah sudah mbok aku ke atas dulu yah mau membangunkan suami ku. " sahur Sekar.
Mbok Nin pun menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Tokk,,tokk, " Tuan apa anda sudah bangun. " tanya Sekar pada suaminya.
" Ckk dia masih saja memanggil ku tuan. " Brandon di dalam kamarnya.
" Masuklah. " perintah Brandon.
Sekar pun perlahan lahan membuka pintu kamar Brandon dengan membawa segelas susu hangat yang selalu menjadi rutinitas Brandon sedari kecil.
" Tuan kata mommy kamu selalu minum susu sebelum ber aktivitas maka dari itu aku buatkan, minum lah selagi masih hangat. " Sekar.
" Sekar sampai kapan kamu memanggil ku dengan sebutan Tuan? " tanya Brandon.
" Maaf jika aku salah memanggilmu, lalu apa yang pantas untuk memanggil mu? " tanya Sekar.
" Cukup kau panggil aku Honey. " Brandon mencoba mengerjai istrinya yang manis itu.
Brandon pun tersenyum tanpa diketahui oleh Sekar.
Rasa gemas menyelimuti hati Brandon, yang melihat tingkah polos dan natural dari sang istri.
Brandon mendekat pada Sekar, dia kemudia menyentuh pipi mulus milik Sekar seraya berkata.
" Tetap lah menjadi diri mu sendiri, kuat menghadapi semua nya, dan belajar lah mencintai ku. " ucapan Brandon cukup menyentuh relung hati Sekar.
Namun Sekar masih saja bersikap dingin padanya, mungkin Sekar sudah merasakan mati rasa dala hidupnya.
Brandon merasa sosok istrinya masih bersikap dingin padanya cukup dibuat kesal.
Brandon yang mengusap kasar wajahnya lalu meremas rambutnya.
" Arrghh, " teriak kesal Brandon.
Sekar yang masih didepan pintu kamar suaminya, mendengar jelas apa yang barusan terjadi di dalam kamar tersebut.
" Maafkan aku tuan, mungkin aku masih trauma dan takut sehingga aku masih bersikap dingin pada mu. " batinya.
kemudian Sekar pun menuruni anak tangga satu persatu, walaupun lift sudah tersedia namun dia enggan menggunakanya.
Sampailah di meja makan, disana sudah ada Daddy, dan mama mertua nya berikut Adelia yang hendak bersekolah.
" Selamat pagi Dad, mah, " ucap Sekar untuk menyapa mereka.
" Pagi sayang, mari duduk apa Brandon sudah bersiap siap? " tanya sang Mama mertua.
" Sudah kok mah, " balas seadanya Sekar.
Tidak lama kemudian Brandon pun turun dari kamarnya.
__ADS_1
Dia sangat terlihat tampan,berkharisma dan gagah.
Tetapi Sekar hanya bersikap biasa saja.
" Kenapa dia terlihat biasa biasa saja, bahkan tidak melirik ku sama sekali, tidak tau kah dia betapa suaminya ini sangat lah tampan, bahkan wanita wanita manapun ingin bersama ku walau hanya one night dengan ku. "
Batin Brandon terus berkata, dia masih saja merasa dibuat tak bermakna didepan istrinya.
Sekar dan semuanya telah selesai sarapan, dia mencoba untuk memberanikan diri berkata dihadapan suaminya dan kedua mertuanya.
" Mas, Dad ,dan mama, maaf kalau saya lancang, Mas, Dad, dan mama boleh kah kalau aku melanjutkan usaha kedai ku, karena bagaimanapun itu aset saya satu satu nya yang diberikan oleh mendiang ibu ku. " Sekar penuh kehati hatian.
Dalfi dan Lala yang mendengar kemauan menantu nya ikut memberikan usul sang menantu.
" Kalau menurut Daddy sih enggak masalah, yang jadi permasalahanya sekarang apa Brandon setuju dengan kemauan mu nak. " Dalfi berkata penuh kasih sayang terhadap menantunya.
" Iyah betul itu nak, Mama dan Daddy hanya memberikan usulan saja tetapi yang memberi utusan itu hanyalah Brandon. " timpal Lala pada menantunya.
" Mas bagaimana dengan mu? " Sekar bertanya sekali lagi pada suaminya.
" Kalau itu memang membuat mu nyaman dan bahagia aku setuju setuju saja. " Brandon memberikan keputusan yang baik untuk sang istri.
" Terimakasih mas. " Sekar berucap.
Beberapa menit kemudian Dalfa dan Brandon pun pergi untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing masing, dimana seorang ayah dan anak laki lakinya yang begitu terlihat tampan dan gagah.
" Hati hati dijalan. " dengan raut wajah dingin Sekar mencoba berbasa basi pada suaminya.
" Hmm " Brandon pun tak kalah dingin nya.
*******
Sampailah Brandon dikantornya, banyak karyawan menyapa nya namun dia hanya bersikap biasa saja, melainkan Gery yang membalas sapaan sapaan para karyawan tersebut.
" Ger, ikut keruangan Ku sekarang. " titah Brandon.
" Baik boss. " balas Gery.
Mereka pun sudah memasuki ruangan utama.
" Ada apa boss, sepertinya ada hal yang harus di selidiki? " Gery mencoba menebak.
" kamu betul Ger, aku merasa istri ku sebelumnya pernah mendapatkan tindakan kekerasan. " Brandon mulai membaca keadaan sang istri.
" Kalau begitu saya akan cari informasi tentang nona sekar boss. " Gery dengan segala kekesalannya karena pernikahan sahabatnya sekaligus seorang atasnya itu.
... "SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SELAU SETIA MEMBACA KARYA NOVEL SAYA....
__ADS_1
...JANGAL LUPA LIKE ,COMEN DAN VOTE....