
Di pondok pesantren milik pak Kiai Anwar Dalfa banyak belajar tentang agama dan ilmu kehidupan,dia pun merasa hidup nya jauh lebih tenang dan nyaman.
"Assallamualaikum wsrohmatulloh 2x" Dalfa mengucap salam pada rakaat akhir.
Sebisa mungkin Dalfa pun bertadarusan untuk menghilangkan rasa kegundahan nya.
Setelah selesai membaca Alquran dia tidak lupa panjatkan doa kepada Tuhan yang maha esa.
"Yah Allah engkau maha tahu apa dan sebelum apa diri hamba ini,jika memang masa lalu hamba begitu buruk hingga engkau memberikan hamba peringatan maka dari itu hamba ikhlas ya Allah namun tolong hamba agar diri ini menemukan jati diri hamba yang sesungguhnya Aamiin ya robbal'alamin" ucap doa Dalfa.
********
Tiga bulan kemudian perut Sita pun sudah mulai terlihat,sita dan Dalfi sedang berada di rumah sakit milik Aditya Wibowo untuk memeriksa kandungan nya.
"Sayang yakin kamu nunggu antrian enggak mau yang pelayanan khusus".
"Engga mas aku lebih baik antri saja nggak apa apa kan" ucap Sita.
"Nggak apa apa sayang selagi itu nyaman buat kamu" balas Dalfi.
Semenjak Dalfa mengalami tragedi yang membuat nya hilang sampai sekarang Sita sering diam bahkan cenderung murung hanya di depan Dalfi dia berusaha tegar dan tersenyum.
"sayang ayok sudah bagian kamu chek up"ucap Dalfi.
"iya mas mari" balas Sita.
Di ruangan dokter Andin yang kebetulan dia dokter spesialis kandungan.
Sita langsung berbaring untuk USG dan mendengar detak jantung bayi.
"Detak jantung bayi nya sangat bagus yah Bu Sita,dan lingkaran kepala nya sudah mulai membesar" kata Dokter Andin.
"Sayang kamu dengar kan itu detak jantung anak kita terima kasih yah atas semua nya cup" Dalfi mencium sekilas bibir Sita.
********
Di pondok pesantren Dalfa ditunjuk sebagai ustad untuk membantu mengajar santriwan dan santriwati disana.
"permisi pak ustad" ucap salah satu santriwati disana.
"iya Rika apa ada yang bisa bapak bantu" balas Dalfa.
"ini pak ustad ada surat dari Bu Nurlaila untuk bapak" ucap santri.
"Oh iya terima kasih Rika"
"Sama sama pak kalau begitu saya pamit assalamualaikum" salam Santri.
"Waalaikumsallam" balas Dalfa.
__ADS_1
Kemudia Dalfa pun membuka isi amplop itu dan membaca nya.
Teruntuk Mas Dalfi.
Assallamualaikum Mas,maaf Nur lancang telah membuat isi pernyataan yang berisi ungkapan hati Nur.
"Mas sungguh Nur sangat lancang sekali bahwasanya Nur telah memiliki rasa dengan mas"
Dalfa yang membaca nya sedikit merasa aneh,entah kenapa perasaan nya tertuju pada sosok wanita yang ada dalam mimpinya.
"Ya Allah jika memang hamba lupa akan ingatan hamba,bantu lah hamba untuk mengingat semua nya" Doa Dalfa.
*********
Dalfi dan Sita sedang berbelanja di super market milik keluarga Rendy yang tak lain paman nya.
"sayang mau sekalian kita belanja perlengkapan bayi tidak" tanya Dalfi.
"Aku terserah mas saja tapi bukan ide buruk juga toh usia kandungan ku pun sudah masuk bulan ke delapan" balas Sita.
Dan mereka pun memborong semua keperluan dan perlengkapan bayi,dari baju,roda bahkan mainannya.
Rencana akan di buatkan kamar khusus untuk bayi mereka dan kebetulan jenis kelamin yang Sita kandung adalah anak laki laki.
"Seperti nya aku lelah mas boleh kah aku mencari tempat duduk" pinta Sita.
"Tentu sayang kamu mau duduk dimana hmm gimana kalau kita sambil makan siang" tawar Dalfi.
Dalfa yang kebetulan berada di kota tersebut yang hendak membeli sesuatu di pusat perbelanjaan masuk dimana tempat Sita duduk ber istirahat.
Sita yang tanpa sengaja pandangan nya kedepan melihat sesosok laki laki yang sudah dipenuhi bulu bulu halus diwajah nya seketika kaget.
"Maas,mass Dalfa,apa itu mas Dalfa tapi kenapa wajahnya sudah banyak dipenuhi bulu bulu halus itu,,ya Allah apa betul itu mas Dalfa" batin Sita.
Sita yang berdiri hendak mengejar Dalfa,tiba tiba ada tangan yang menarik nya.
"Sayang kamu mau kemana ini pesenan makanan mu sudah jadi"
Sita yang merasa gugup hanya bisa mengangguk.
"Iya iya mas terima kasih" balas nya Sita.
Ditempat pusat perbelanjaan lainya Dalfa membeli beberapa keperluan untuk di pondok pesantren.
Dan tanpa sengaja pula Dalfa melihat sosok wanita yang sedang duduk manis...
"Ya Allah wanita itu seperti ada dalam mimpi ku,Ya Allah apa ini suatu pertanda untuk diri ku agar mengingat semuanya" Batin Dalfa.
Dalfa yang diam diam memperhatikan Sita namun
__ADS_1
tiba tiba ada sosok laki laki yang langsung memeluk Sita,tapi Dalfa tidak begitu jelas melihat wajah sang empunya.
"laki laki itu siapa bagi nya,apa dia suami nya jika memang dia sudah bersuami kenapa rasanya aku merasa sakit di hati ku & tidak ikhlas" tiba tiba Dalfa tersadar dalfa dengan ucapan nya lalu dia ber istighfar.
Karena waktu pun sudah menunjukan waktu sore Dalfa akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.
**********
Di tempat yang cukup sepi dengan kehidupan sosok seseorang yang begitu kejam sedang berbicara pada anak buah nya.
"Apa kalian tidak salah lihat Dalfa berkeliaran di sini" Tanya Dalfi pada asistenny.
"Benar Bos aku rasa itu benar benar Dalfa"
Disaat Dalfi mendengar penuturan dari anak buahnya dia langsung berteriak.
"Aaarrrggghhhhh bajingan kau Dalfa kenapa kau tidak lenyap dari muka bumi ini harus nya sedari dulu aku bunuh kamuuuu" tutur Dalfi yang tangan nya bercucuran darah.
"Bos tenangkan diri mu sebaiknya semua serahkan pada saya,dan saya berjanji anda tidak akan melihat nya lagi di dunia ini" ucap sang Asisten.
Kemudia Asisten tu pergi meninggalkan Dalfi seorang diri.
*********
"Jam berapa ini kok tumben mas Dalfi belum pulang" batin Sita.
Tokk,,tokk,tokk suara pintu diketuk.
"Tumben ada yang mengetuk pintu,bukanya Mas Dalfi tidak pernah seperti itu,hmm tapi engga ada salah nya aku lihat" batin Sita.
ceklekkk suara pintu terbuka.
"Bunga kenapa ada bunga Anggrek di sini,lalu siapa pengirim nya" Sita yang mulai bertanya tanya.
Disebrang pohon yang tidak jauh dari kediaman Sita ada sosok pria yang mengawasi nya dengan penuh haru dialah Dalfa.
Iyah Dalfa sudah mengingat semua nya.
~Flash back on~
"Arrgghhh kenapa kepala ku sakit sekali ya Allah,ada dengan ku ini aaawww" Dalfa masih merintih.
Karena ada suara teriakan yang terdengar oleh pak Kiai dan santri santri yang lain,mereka akhirnya menemukan sumber suara itu yang tak lain dari kamar milik Dalfa.
"Nak kamu kenapa teriak teriak" ucap pak Kiai.
"Pak Kiai aku rasa aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini aaarrggg" rintih Dalfa.
"Istighfar nak, istighfar coba kamu tarik nafas lalu hembuskan,dan coba kamu ingat pelan pelan kenapa" tutur pak Kiai.
__ADS_1
Namun Dalfa masih merasa sakit dikepala sehingga dia tidak sadarkan diri.
... Hay guys selamat membaca jangan lupa like,comen dan vote terimakasih....