TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 75


__ADS_3

Dalfa dan Roy yang menyusun suatu rencana untuk kedepan nya dan Dalfa pun membuka bisnis dibidang teknologi yang di bantu oleh Rakha sang papi.


"Dalfa papi harap kamu bisa mengembangkan usaha ini dan om juga harap Roy kamu selalu membantu Dalfa" pinta Rakha.


"siap pah,siap om" balas mereka bersamaan.


"iya sudah kalau begitu papi pamit dulu yah" ucap Rakha.


Dalfa dan Roy pun masih membahas hal yang sama mereka berharap perusahaan yang di kembangkan nya akan maju pesat.


"Ngomong ngomong gue laper bro gimana kalau kita cari makan dulu di luar" pinta Roy.


"Boleh juga ide loe kebetulan gue juga laper banget" balas Dalfa.


Dan akhirnya mereka pun pergi bersama,untuk mencari makan.


"Bro bro coba deh loe lihat di sebrang sana siapa" tunjuk Roy.


"Dalfi Roy, gue rasa kita pindah tempat aja bro" pinta Dalfa.


"Gue setuju banget" sambung Roy.


*********


"Tuan Dalfi bagaimana jika kita bekerja sama seperti nya ini akan menarik sekali bagi investor asing" ucap Mr. X.


Dalfi kebetulan sedang mengadakan meeting diluar membahas tentang proyek yang akan dia bangun untuk pertama kali nya,setelah dia lama berkutat di dunia medis kini dia mencoba peruntungan terjun ke dunia bisnis.


"menurut ku bukan suatu ide yang buruk Mr X" ucap Dalfi.


Tidak berselang lama meeting diantara mereka pun selesai,Dalfi yang berencana mengajak Anak serta istrinya yaitu Sita untuk pergi makan diluar.


"Hmm lebih baik aku telpon Sita dan aku pun kangen sekali dengan Brandon" tutur Dalfi.


Sita yang berbicara lewat sambungan ponsel miliknya.


"Assallamualaikum mas" ucap Sita.


"Waalaikumsallam sayang hari ini kebetulan aku ada jam kosong gimana kalau kita makan siang diluar sekalian ajak Brandon" tutur Dalfi.


"Tapi mas ak,,aku sedang kurang enak badan" balas Sita.


"Apa kamu tidak enak badan sayang baiklah kalau begitu aku segera kerumah" panik Dalfi.


Tiba tiba di Basment sosok laki laki memukul tengkuk Dalfi sehingga dia tidak sadarkan diri.


Ya dialah Dalfa dan Roy.


"Roy sebaiknya loe bawa Dalfi ke markas kita,sementara aku akan menemui istri ku" kata Dalfa.


"Oke bro perintah loe gue laksanakan dan gue harap loe bisa kontrol emosi loe disaat bertemu istri loe agar dia tidak terlalu syok dan loe coba pelan pelan bicara dengan nya bro" nasehat Roy.


Dalfa pun pergi ketoilet untuk mencukur bulu halus yang tumbuh banyak di wajah nya serta kumisnya.


"Sayang Sita tunggulah aku datang" Dalfa menetes kan air mata nya.

__ADS_1


Diperjalanan Dalfa tidak sabar untuk bertemu Sita.


Sampailah Dalfa di kediaman milik Sita.


Tngnong,,tiingnong suara bell berbunyi.


"Biar bi aku saja yang buka pintu nya ini pasti Mas Dalfi" ucap Sita pada Bi Minah.


"Sitaa"Dalfa langsung memeluk istrinya erat.


"Mas tumben kenapa kamu seperti ini" tanya Sita.


Dalfa tidak menjawab nya dia hanya memandang lekat wajah istrinya yang kecantikan dan kesederhanaanya tidak lekang oleh waktu.


"Daddy Daddy" rengek Brandon.


Dalfa yang merasa takjub dengan wajah anak kecil itu yang sama persis wajah nya dengan Dalfa.


Yah wajarlah sama orang bapak nya kembar.


"Hy boy apa sudah makan" sapa Dalfa.


"Sudah Daddy atu cudah matan baleng mommy" celoteh Brandon.


"Hmmm mas kamu sebaiknya ganti pakaian dulu biar bisa gendong Brandon" titah Sita.


"kamu benar sayang aku akan mengganti pakaian ini,tunggu sebentar oke" pinta Dalfa.


Sita tersenyum hangat entah kenapa pelukan Dalfi saat ini begitu hangat seperti pelukan Dalfa pada nya dulu aroma tubuh nya pun hampir sama seperti Dalfa.


Sita pun sedikit aneh dibuatnya hingga Dalfa yang sedari tadi memanggil namanya tidak terdengar.


Dan terpaksa Dalfa mencium bibir Sita secara spontan.


Namun disaat bibir merah suami ny itu menyentuh sita pun teringat kembali seperti Dalfa mencium nya dulu.


Deggg Sita terperangah dengan tindakan Dalfi yang menurut nya walaupun itu sebenarnya Dalfa.


"Mas malu ah di lihat bi Minah nanti sama Brandon" ucap Sita tersipu malu.


Dalfa yang begitu sayang dengan Brandon sudah menganggap nya seperti layaknya anak kandung.


"Hy boy anak Daddy kalau kamu liat cewek cantik kamu goda yah" titah Dalfa.


Disaat Dalfa mengajak ngobrol Brandon tentang cewek sedikit nya terdengar bisik bisik ditelinga Sita.


"Mas kenapa kamu bicara seperti itu pada Brandon" Sita merasa aneh.


Dalfa yang mendengar penuturan Sita merasa canggung hingga dia menggaruk garuk tengkuk nya yang tidak gatal.


Seketika Sita pun dibuat nya kembali mengingat Dalfa.Secara tidak langsung gerakan gerakan reflek yang dilakukan Dalfa mengingat nya terhadap Sosok yang sangat dia cintai yang tak lain adalah sosok Dalfa Bumi Wibowo.


"Mas aku ke toilet dulu yah sebentar" pamit Sita.


Didalam toilet Sita menangis dia teringat bayangan Dalfa yang hadir seketika.

__ADS_1


"kenapa begitu sama dirimu mas dengan Dalfa apakah itu dirimu" batin Sita.


Cukup lama Sita habiskan waktu di toilet sehingga Dalfa merasa khawatir.


"Brandon sayang ikut Daddy yuk jemput mommy" ajak Dalfa.


"oke Daddy ayok kita cari Mommy" balas Brandon.


**********


Digedung yang tinggi dan gelap Dalfi disekap oleh Roy atas perintah Dalfa.


"Bajingan kau siapa yang sudah berani melakukan ini" marah Dalfi.


"Hahahaha heh loe harus nya bersyukur saudara kembar loe masih berbaik hati sama loe walau pun loe udah merenggut semua yang dia miliki" ucap kesal Roy.


Dalfi yang mendengar tak kalah tertawa lepas.


"Hahahahaha apa kamu bilang merenggut hahahaha tidak salah bicara kau harusnya yang dibilang merenggut kebahagiaan itu Dalfa bukan diriku" balas Dalfi.


Roy hanya bisa melihat serta mendengar amarah saudara kembar dari sahabatnya itu.


"Assallamualaikum bro gimana keadaan dia sekarang" Tanya Dalfa.


"waalaikumsallam bro sodara loe aman kok gue cuma kasih sedikit arahan buat dia" balas Roy.


"oke kalau begitu gue percayakan semua sama Lo dan untuk sekian kali ny gue ucapin terimakasih yah bro loe udah banyak banget bantu gue" ucap Dalfa.


"Santai bro loe kaya sama siapa aja" balas nya lalu kemudia sambungan telpon terputus.


*********


Dikantor Rakha Bumi kedatangan Dania dan David.


Tokk,,tokk,,tokk,, suara pintu diketuk.


"Masuk" titah Rakha.


"Assalamu'alaikum Pih" salam Dania dan David.


"Waalaikumsallam mari duduk sayang kenapa tidak telpon papi dulu" ucap Rakha.


"Papi aku kesini kangen papi dan pengen ketemu kak Dalfa" rengek Dania.


"Maaf Pih kami kesini tidak memberi kabar terlebih dulu" kata David.


"It's oke Vid engga apa apa" balas Rakha.


mereka akhirnya membahas tentang keberadaan Dalfa dan kondisi Dalfi sekarang.


David pun mendapatkan sebuah informasi penting tentang Dalfi semasa di Paris.


Rakha hanya bisa menangis mendengar penjelasan dari David bahwa selama ini Dalfi mengalami gangguan kejiwaan disaat kuliah kedokteran.


"Maafkan papi nak hiks hiks papi terlalu sibuk dengan semua yang disini hingga papi

__ADS_1


__ADS_2