TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 105


__ADS_3

KEADAAN DERIL SEMAKIN KRITIS.


Dipagi itu ponsel Dalfi terus berdering, karena kelelahan bekas semalam dia bertempur dengan Lala.


Sampai sampai mereka pun bangun kesiangan.


" Ya Allah mas, aku kesiangan ini, aku belum masak buat sarapan Brandon,buat kamu. " gelisah Lala.


" Kamu santai saja sayang, biarkan badan mu untuk bersantai sejenak. " ucap Dalfi.


Disaat Dalfi mengambil ponsel nya dia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari dokter Wisnu.


" Wisnu, ada apa dia menelpon ku, apa jangan jangan,,ah tidak mungkin. "fikiran Dalfi sudah merasakan ada yang terjadi sesuatu.


Berdering kembali ponsel yang digenggam Dalfi.


" Hallo dok, maaf saya tadi masih tertidur. " Dalfi.


" Tuan Dalfi sebaiknya anda dan istri anda datang ke rumah sakit karena keadaan Deril saat ini sangat memprihatinkan. " saran dokter Wisnu agar Dalfi segera datang.


" Sayang lekas lah kau berganti pakaian kita sekarang ke rumah sakit. " ajak Dalfi pada Lala.


" memang kenapa mas dengan Deril. " Lala yang mulai cemas.


" Tenanglah semoga Deril baik baik saja. " Dalfi mencoba menenangkan hati sang istri.


Mereka pun akhirnya sampai di RS tersebut yang langsung di sambut oleh dokter Wisnu.


" Hy dok, maaf saya membuat anda menunggu lama. " ucap Dalfi.


" Tidak apa apa tuan yang penting saat ini anda sudah sampai dengan selamat. " balas dokter Wisnu.


Dokter Wisnu akhirnya menjelaskan semua keadaan Deril yang sangat kritis dan kemungkinan besar tidak akan tertolong lagi.


karena kanker leukimia yang di deritanya sejak usia 2 tahun.


" Tidak dok, anak saya akan selalu hidup, dia akan sehat kembali, " tangis Lala.


Dalfi pun langsung memeluk sang istri dengan penuh ketulusan hatinya.


" Tuan dan nyonya maaf kalau saya lancang, tapi sebelum ananda Deril mengalami koma dia pernah berpesan akan mendonorkan kedua mata nya yang akan membutuhkan nya. " dokter Wisnu menyampaikan amanat.


LARASASTI semakin terpuruk dan dia pun tidak sadarkan diri.


" Sayang bangun sayang. " tepuk pelan pipi sang istri.


" Mari tuan saya bantu istri anda. " dokter Wisnu niat membantu.


" Tidak usah dok, biarkan saya saja yang membawanya. " balas Dalfi.


karena dia tidak akan rela tubuh istrinya orang lain ikut menyentuhnya walaupun dalam kontek menolong.

__ADS_1


diruang inap Lala masih tidak sadar kan diri.


Didalam mimpi Lama dia bertemu dengan mendiang suami nya serta Deril yang ikut bersama sang mendiang suami.


" Mama berbahagialah dengan kehidupan mu yang baru, " Deril berkata.


" Wahai istri ku yang tabah, terimalah semua takdir Allah niscaya kebahagiaan baru akan menyertai mu, aku dan anak kita selalu bersama mu walaupun raga kita tidak bersama. " ucap mendiang suami Lala.


" Masss,Deriiil. " teriak Lala.


Dalfi yang mendengar sang istri teriak tentu nya panik seketika.


" Sayang kamu kenapa? " tanya Dalfi.


" Mas ijin kan aku berjumpa dan melihat Deril untuk terakhir kalinya. " pinta Lala.


Dalfi pun tidak tega dengan sang istri, akhirnya Dalfi pun menelpon dokter Wisnu agar keadaanya baik baik saja.


" Tolong dok, sekali ini saja biarkan istri ku melihat anaknya. " mohon Dalfi.


" Baiklah tuan, tapi mungkin istri anda tidak bisa berlama lama dalam ruangan tersebut. " dokter Wisnu menjelaskan.


Lala pun berada dalam ruangan yang intensif dengan pakaian sefty standar rumah sakit.


Lala memandangi sang putra begitu teduh.


" Tenanglah nak, mama ikhlas jika kau memang bahagia dan lebih memilih meninggal kan dunia yang fana ini, karena dunia ini terlalu sakit untuk kau rasakan. " lirih Lala.


namun tidak lama kemudian mesin elektrokardiogram itu berbunyi dengan cepat cepatnya.


" Deril nak, bangun nak. " ucap Lala.


Dalfi yang melihat dari luar ruangan langsung menelpon dokter Wisnu.


" Dok, tolong segera kamari. " perintahnya.


Dokter Wisnu dan beberapa perawat pun berlarian menuju ruangan dimana Deril berada.


" Nyonya sebaiknya anda tunggu diluar saja. " titah dokter Wisnu.


Lala dan Dalfi yang melihat Deril sedang dipacu detak jantung nya tidak menunjukan reaksi detak jantung.


Hingga akhirnya dokter pun dengan berat hati harus menyatakan bahwa Deril telah tiada.


" Tuan, nyonya maafkan kami, karena usaha kami tidak membuahkan hasil, dan kami nyatakan ananda Deril telah berpulang pukul 17 : 25 WIB. " dokter Wisnu menyampaikan kabar duka.


Lala yang mendengar pernyataan dokter Wisnu merasa tubuh nya di sengat oleh ratusan juta volt aliran listrik yang menghampirinya.


Hingga Lala pun terkulai lemas dilantai rumah sakit.


" Innalillahiwainnalihirojiun. " ucap Lala.

__ADS_1


" Dok lakukan segera amanat anak ku semasa dia hidup. " titah Lala.


" Baiklah nyonya. " balas Dokter Wisnu.


Karena kebetulan dokter bedah terbaik dirumah sakit tersebut adalah Dalfi yang tak lain ayah sambung dari Deril dan suami Lala.


" Baiklah persiapkan semua nya. " perintah Dalfi.


Namun tiba tiba Dalfi mengingat seseorang yang pernah singgah di hatinya.


" Fatimah, yah Fatimah lebih baik aku telpon Kenzo dan Permana. " ucap Dalfi.


Dalfi pun melakukan panggilan telpon dengan Permana dan Kenzo.


Mereka akhirnya menyetujui usulan dari Dalfi. Begitupun Fatimah yang sangat bahagia.


Karena impian nya untuk melihat sang suami tercinta dan buah hatinya nanti tercapai dan sesuai ke inginan Fatimah bahwa dia akan menerima donor mata dari seseorang yang benar benar menghibahkan organ tubuh nya kelak dia pergunakan.


Fatimah, Permana, Kenzo dan Dalfi pun mengadakan rapat penting diruangan dimana tempat Dalfi bertugas.


" Terima kasih banyak Dok, saya tidak tau lagi dengan apa saya balas kebaikan anda dan istri anda. " ucap tulus Permana.


" Dokter bolehkah aku memeluk istri mu. " pinta Fatimah.


Dalfi dan Lala pun menyetujui nya.


" Terima kasih nyonya anda adalah seorang ibu yang luar biasa, telah melahirkan seorang putra yang berjiwa besar serta Soleh. " tulus Fatimah berkata.


Singkat cerita Fatimah pun sudah berada diruang tindakan operasi.


Yang dipantau langsung oleh kepala rumah sakit tersebut yang tak lain rekan mendiang sang paman Aditya.


Cukup memakan waktu 17 jam untuk melakukan tindakan operasi tersebut.


Permana, Kenzo, dan Lala pun turut menunggu kabar dari ruangan tersebut dengan melihat lampu tindakan operasi tersebut berwarna hijau.


Selesai sudah tindakan operasi tersebut Dalfi dan rekan dokter serta tim perawat lainya yang telah membantu Dalfi pun ikut merasakan haru dan bahagia.


Lampu telah berubah ber warna hijau tanda operasi telah usai.


Dalfi dan tim yang lainya keluar dari ruangan tersebut.


" Harap bersabar dan berdoa semoga semua berjalan sesuai yang kita inginkan. " Dalfi menepuk pelan bahu Permana.


" Bro thanks. " Kenzo merasa sahabatnya telah berubah 100%.


Jam berganti hari dan Fatimah pun sudah di beri ijin untuk dibukakan perban nya dari wajahnya.


" Bismillahirrahmanirrahim. " ucap doa Dokter Risma sebagai spesialis dokter mata.


" Sekarang nyonya boleh pelan pelan membuka mata nya. " titah dokter Risma.

__ADS_1


Fatimah pun membuka kelopak matanya dengan penuh kehati harian dan perlahan lahan.


...... SELAMAT MEMBACA BAB KELANJUTANYA, MAAF KALAU MASIH BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN PENGUCAPAN.......


__ADS_2