
BRAM MEMAKSA CINTYA UNTUK MELAKUKANYA.
" Aku ingin malam ini kau benahi dan rapihkan tempat ini karena aku akan mengajak Laura kemari." ucap Bram.
" Baiklah aku akan melakukannya." balas Cintya.
Dan Cintya pun memasak semua menu untuk menyambut kedatangan tamu special bagi Bram.
" Dasar bajingan giliran ceweknya nggak ada dia melapiaskan nafsunya pada ku emang." Cintya bergumam.
" Kau bicara apa hmmm," Bram yang mendengar percakapan Cintya.
" Hmm anuu,,anuu aduh aku lagi goreng ikan takut gosong." Cintya pun berlari menuju dapur.
Bram yang melihat tingkah Cintya cukup merasa lucu dan dia pun tersenyum kecut.
" Huuftt untung saja dia tidak dengar apa yang aku ucapkan." Cintya yang masih merasa takut dan membayangkan hukuman apa yang nanti dia terima.
Disaat dia membayangkan dengan Bram dia cukup berkesan karena milik Bram dia akui lebih besar dari bentuk yang Permana miliki.
" Iya sayang tunggu aku datang oke,sebentar lagi aku akan menuju tempat mu." Bram berbicara pada Laura.
Bram yang sudah rapih mengenakan pakaian kantor terlihat begitu tampan,gagah dan berkarisma.
Cintya pun cukup terpana dibuatnya,disaat Bram perpakaian seperti itu.
" Apa liat liat,suka dengan ku,pastinya kan wanita mana yang tidak terpesona dengan ku apa lagi wanita ****** seperti mu itu," Bram cukup pedas berucap.
Cintya yang mendengar ucapan Bram cukup tertampar dan merasa sakit direlung hatinya.
Dia berfikir realitanya dia seperti itu hanya pada Permana dulu karena dia berpacaran dengan Permana cukup lama.
" ckk kau pikir aku wanita murahan,asal kau tau aku begini dengan satu pria saja dan itu cukup lama itu tanda nya aku rusak dengan satu pria saja paham." Cintya yang cukup tersulut emosinya.
Bram pun hanya mengerutkan alisnya.
" Aku sudah selesai mengerjakan apa yang kau suruh jadi sekarang aku ingin merebahkan badan ku yang lelah." Cintya yang sedikit nyolot.
Bram yang mendengar nya cukup merasa heran tidak biasa nya Cintya banyak bicara.
" Aneh sekali dia,ada apa dengan nya begitu banyak omong sekali," Bram bermonolog sendiri.
*
__ADS_1
Sampailah di sebuah rumah yang sederhana namun bernuansa clasik.
" Hy honey kamu datang juga akhirnya,aku begitu lama menunggu mu." Laura yang mencium singkat bibir Bram.
" Apakah kau sudah siap sayang untuk pergi dan berkunjung ke tempat ku?" tanya Bram.
" Tentu sayang aku sangat ingin sekali berkunjung kediaman mu." Laura berkata.
Tidak makan waktu lama mereka akhirnya berada diperjalanan menuju kediaman Bram.
Dua jam perjalanan Bram menempuh jarak lamanya perjalanan,yang pada akhirnya sampailah depan gerbang kediamannya.
" Tuan Bram silahkan masuk tuan." penjaga kediaman Bram mempersilahkan sang tuan rumah.
Cintya yang dari jauh melihat kedatangan mereka mencoba untuk tidak peduli dengan keberadaannya.
Sehingga dia begitu acuh terhadap Bram dan Laura.
Berbeda dengan Bram yang kurang suka dengan tingkah Cintya yang dia tunjukan.
" Heh ****** mau kemana kau,bukanya kau siapkan makan malam nanti untuk kita berdua tapi malah enak enakan kau santai seperti tuan rumah saja." tegor Bram.
Cintya yang mendengar hinaan dari Bram mencoba menahan emosinya.
" Baik tuan saya segera memasak untuk kalian berdua" kalimat itu penuh penekanan.
" Fatimah kau memang wanita sempurna,kau wanita yang bersih,bijaksana bahkan diriku ini sering membuat mu terluka dengan perlakuan serta ucapan ku ini,aku harap kau memaafkan ku Fatimah" batin Cintya terus berucap dengan lyrih.
Cintya yang hendak memasuki kamarnya untuk beristirahat sehabis memasak tidak sengaja mendengar ******* erangan kenikmatan yang berasal dari kamar Bram.
Cintya pun menempelkan telinganya pada pintu kamar Bram.
"Aisss norak sekali kalian seperti baru merasakan begitu saja sampai rengekan kalian terdengar jelas,"
Cintya bermonolog.
Karena merasa tidak penting dengan keadaan itu Cintya pun masuk ke dalam kamarnya dan duduk di ranjang tidurnya.
" Kalau dipikir pikir Laura dengan ku lebih cantik aku,dan seksi aku tapi kenapa si beruang kutub itu lebih menyukainya." namun Cintya pun tersadar akan ucapanya.
Makan malam pun tiba waktunya disana sudah tersaji aneka menu masakan yang dihidangkan oleh Cintya.
" Sayang kau harus makan yang banyak demi anak kita," ucap Bram.
__ADS_1
Deg..
Cintya yang tidak sengaja mendengar penuturan dari Bram langsung merasa sedikit nyeri dihatinya.
karena untuk saat ini dia pun telah mengandung anak dari Bram yang baru berusia tiga Minggu
Namun Cintya masih enggan untuk memberitahukan kenyataanya pada Bram.
" Iya sayang aku pasti makan yang banyak,karena supaya jagoan papi Bram sehat," Laura terkekeh.
Mereka yang sudah menyelesaikan acara makan malam nya langsung menuju lift yang baru saja dia hari yang lalu Bram menitah anak buahnya untuk membuatkannya.
" Sayang sebaiknya kau berhentikan saja pembantu itu,karena aku merasa insting ku tidak baik padanya" Laura mencoba menghasut Bram.
" Hmm biar aku pikirkan lagi oke,untuk sekarang biar lah dia begitu." Bram menimpali yang entah kenapa dia merasa keberatan jika Cintya pergi dari kediamannya.
" Aaaauuuhhhhh" suara teriakan Cintya yang terdengar oleh Bram.
Bram pun berlari untuk melihat kondisi Cintya.
" Astaga Cintya kenapa kamu begitu ceroboh sekali." Bram yang mengerutuki kelakuan konyol Cintya.
" Maaf Bram,ehh tuan aku tidak sengaja menumpahkan ya." ucap Cintya yang merasa takut karena tanganya tersiram minyak panas disaat menggoreng ikan untuk menu makan siang Bram dan Laura.
" Sudahlah kau obati sana tangan mu biar kerjaan ini nanti kau lanjutkan." Bram membiarkan Cintya ber istrirahat.
" Sayang kamu kenapa menyuruh dia tidak untuk melanjutkan pekerjaannya,lalu bagaimana dengan makan siang kita?" Laura yang merasa keberatan dengan perlakuan Bram pada Cintya.
" Sudahlah bukan perkara besar,biar aku pesan kan saja makanan lewat gojek." Bram menimpali perkataan Laura.
Bram pun akhirnya pergi menuju ruang kerja nya.
" Lebih baik kau berbistrihat terlebih dulu,biar nanti jika makanan nya sudah tiba aku akan membangunkan mu," ucap Bram.
Laura pun tidak bisa berbuat apa apa jika Bram yang sudah menitahnya.
Namun beberapa jam berlalu Cintya masih tertidur dia merasa pegal dan lemas,Bram cukup penasaran dengan keadaan Cintya,sehingga dia memberanikan diri untuk melihat nya secara langsung.
" Cintya apa kau baik baik saja." tanya Bram.
Cintya yang masih terjaga tidurnya tidak mendengarkan suara pintu diketuk dan suara Bram yang bertanya pada dirinya.
Karena masih belum juga pintu dibuka Kanya oleh Cintya Bram cukup dibuat penasaran hingga dia harus mendobrak paksa pintu tersebut.
__ADS_1
Dan disaat pintu itu sudah terbuka Bram cukup dibuat kaget karena melihat keadaan Cintya yang terbaring dilantai.
...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA......