
Waktu demi waktu berlalu hari berganti bulan,dan bulan berganti tahun sudah memasuki usia ke dua usia pernikahan Dalfa dan Sita.
Dan Dalfi pun sulit untuk menemukan keberadaan sita dan Brandon yang merupakan darah daging nya sendiri.
karena Dalfi mulai merubah pikiran nya agar tidak mengikuti kemauan paman angkatnya jadi dia pergi
yang sulit dicari oleh anak buah Michael.
dengan keadaan yang sangat memperihatinkan Dalfi tetap mencoba untuk tetap bertahan karena ingin melihat wajah orang yang begitu berharga bagi nya.
penyesalan sangatlah dia rasakan namun dia begitu mudah untuk menutupinya.
Pedih memang sangatlah pedih tapi dia pun sadar akan kesalahan kesalahan yang dia perbuat terutama pada saudara kembar nya.
bahkan dia sudah pernah menghilangkan nyawa saudara kembarnya.
Namun keberuntungan berpihak pada Dalfa sehingga dia selamat.
" Mungkin ini yang harus aku tanggung karena perbuatannkum." batin Dalfi.
********
Ditempat lain Dalfa dan Sita hendak memeriksakan kandungan yang sudah memasuki usia tiga Minggu lebih.
" Sayang Daddy jadi tidak sabar ingin menggendong mudan menciumi mu " Dalfa bermonolog dengan perut Sita.
Sita pun mengelus lembut kepala suami nya.
" Iya Daddy aku mau gendong." sita yang menirukan suara layaknya anak kecil.
Dalfa yang mendengarnya terkekeh gemas.
" Hari ini kita makan ditempat favorit kita dulu ya mas rasanya aku kepengen deh makan Sego pecel gitu." pinta Sita.
" Siap permaisuriku apapun yang kamu mau dan inginkan aku akan selalu memenuhi." ucap Dalfa.
Tiba tiba Brandon datang menghampiri Dalfa dan Sita.
" Mommy aku juga mau dong cium Dede bayi nya." pinta Brandon.
Sita pun langsung mengangguk dan memeluk nya.
" Hallo Abang nanti kita main baleng baleng ya." sita berucap menirukan suara anak kecil.
Brandon yang mendengarnya tertawa gemas.
Lama mereka bertiga bercengkrama hingga tiba waktu nya mereka untuk pergi chek up kandungan.
Butuh waktu satu jam perjalanan menuju rumah sakit milik sang paman Dalfa yaitu dokter Aditya.
Sampailah mereka ke tempat tujuan,Sita yang hendak membuka pintu mobil langsung di cegah oleh Dalfa.
" Eits kamu nggak boleh ngapa ngapain pokonya semua biar aku saja yang melakukannya oke." Dalfa menjelaskn pada Sita.
" Mas kamu itu lebay banget sih lagian usia kandungan ku ini kan masih sangat muda jadi kamu nggak perlu khawatir dan aku yakin bayi kita kuat." Sita berbicara begitu gamblang pada suaminya.
" Iya sayang tapi tidak ada istilah kata untuk menolak apa yang sudah aku atur." Dalfa tersenyum penuh kemenangan.
Brandon yang mendengar perdebatan mereka akhirnya ikut berkomentar.
" Hallo ini kapan kita tulun dali mobil Daddy,Mommy." ucap Brandon.
Dalfa & sita yang mendengar anak sulung nya berkomentar hanya bisa terkekeh.
" oh iya sorry anak Daddy yang paling ganteng,ayok kita masuk." Dalfa.
" Selamat siang pak,apa bapak pasien yang mendaftar chek up kandungan." tanya perawat tersebut.
" Betul sus." balas Dalfa.
" Kalau begitu mari silahkan ikuti saya pak Dalfa dan ibu Sita.
Perawat tersebut menyambut kedatangan Dalfa dan Sita sebagai pasien khusus rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Tibalah depan pintu ruangan dokter Obgyn/ dokter kandungan.
Tokk,,tokk,,perawat tersebut mengetuk pintu.
" masuk." titah dokter Lidia."
Dalfa & Sita masuk untuk melakukan chek up dan USG.
" SELAMAT SIANG pak Dalfa dan Bu Sita,gimana kabar kalian hmmm rupa nya kalian sangat bahagia sekali." dokter Lidia berbicara.
" Tentu dong dokter kita akan kehadiran buah hati kita yang kedua." sungut Dalfa.
" Kalau begitu mari ibu Sita berbaring kita USG sekarang kira kira sedang apa debay ny." Ucap dokter Lidia dengan ramah.
Sita pun berbaring dan membuka pakaian nya yang bagian perut agar dokter leluasa memberi cairan jelly diatas perut Sita.
" Bisa dilihat ya pak Dalfa ini bagian kaki dan tangan nya dan ini bagian lingkaran kepalanya untuk jenis kelamin nya masih belum terlihat yah dikarenakan usia kandungan istri anda masih berusia tiga mingguan." dokter Lidia menenangkan.
Dalfa dan Sita pun merasa takjub dengan ukiran Tuhan yang begitu sempurna.
" Sepertinya janin nya ada dua yah dok." Sita bertanya.
" Betul ibu anda sedang mengandung anak kembar." Dokter itu berkata.
Sita menangis terharu tentu nya setelah dia mendengar kan dokter berbicara bahkan dia masih kurang percaya dengan apa yang dikata kan dokter.
" Sayang terimakasih sudah mau mengandung anak ku." Dalfa mencium kening istrinya.
Sita hanya mengangguk dan tersenyum.
" Mas tapi aku takut nanti kalau aku ngidam minta yang aneh aneh gimana " Sita
" Hahahaha kamu mau ngidam apapun aku akan penuhi sayang." Dalfa berucap.
" Apapun itu." Sita meyakinkan suaminya.
" Waktu demi waktu berlalu hari berganti bulan,dan bulan berganti tahun sudah memasuki usia ke dua usia pernikahan Dalfa dan Sita.
Dan Dalfi pun sulit untuk menemukan keberadaan sita dan Brandon yang merupakan darah daging nya sendiri.
karena Dalfi mulai merubah pikiran nya agar tidak mengikuti kemauan paman angkatnya jadi dia pergi
yang sulit dicari oleh anak buah Michael.
dengan keadaan yang sangat memperihatinkan Dalfi tetap mencoba untuk tetap bertahan karena ingin melihat wajah orang yang begitu berharga bagi nya.
penyesalan sangatlah dia rasakan namun dia begitu mudah untuk menutupinya.
Pedih memang sangatlah pedih tapi dia pun sadar akan kesalahan kesalahan yang dia perbuat terutama pada saudara kembar nya.
bahkan dia sudah pernah menghilangkan nyawa saudara kembarnya.
Namun keberuntungan berpihak pada Dalfa sehingga dia selamat.
" Mungkin ini yang harus aku tanggung karena perbuatannkum." batin Dalfi.
********
Ditempat lain Dalfa dan Sita hendak memeriksakan kandungan yang sudah memasuki usia tiga Minggu lebih.
" Sayang Daddy jadi tidak sabar ingin menggendong mudan menciumi mu " Dalfa bermonolog dengan perut Sita.
Sita pun mengelus lembut kepala suami nya.
" Iya Daddy aku mau gendong." sita yang menirukan suara layaknya anak kecil.
Dalfa yang mendengarnya terkekeh gemas.
" Hari ini kita makan ditempat favorit kita dulu ya mas rasanya aku kepengen deh makan Sego pecel gitu." pinta Sita.
" Siap permaisuriku apapun yang kamu mau dan inginkan aku akan selalu memenuhi." ucap Dalfa.
Tiba tiba Brandon datang menghampiri Dalfa dan Sita.
__ADS_1
" Mommy aku juga mau dong cium Dede bayi nya." pinta Brandon.
Sita pun langsung mengangguk dan memeluk nya.
" Hallo Abang nanti kita main baleng baleng ya." sita berucap menirukan suara anak kecil.
Brandon yang mendengarnya tertawa gemas.
Lama mereka bertiga bercengkrama hingga tiba waktu nya mereka untuk pergi chek up kandungan.
Butuh waktu satu jam perjalanan menuju rumah sakit milik sang paman Dalfa yaitu dokter Aditya.
Sampailah mereka ke tempat tujuan,Sita yang hendak membuka pintu mobil langsung di cegah oleh Dalfa.
" Eits kamu nggak boleh ngapa ngapain pokonya semua biar aku saja yang melakukannya oke." Dalfa menjelaskn pada Sita.
" Mas kamu itu lebay banget sih lagian usia kandungan ku ini kan masih sangat muda jadi kamu nggak perlu khawatir dan aku yakin bayi kita kuat." Sita berbicara begitu gamblang pada suaminya.
" Iya sayang tapi tidak ada istilah kata untuk menolak apa yang sudah aku atur." Dalfa tersenyum penuh kemenangan.
Brandon yang mendengar perdebatan mereka akhirnya ikut berkomentar.
" Hallo ini kapan kita tulun dali mobil Daddy,Mommy." ucap Brandon.
Dalfa & sita yang mendengar anak sulung nya berkomentar hanya bisa terkekeh.
" oh iya sorry anak Daddy yang paling ganteng,ayok kita masuk." Dalfa.
" Selamat siang pak,apa bapak pasien yang mendaftar chek up kandungan." tanya perawat tersebut.
" Betul sus." balas Dalfa.
" Kalau begitu mari silahkan ikuti saya pak Dalfa dan ibu Sita.
Perawat tersebut menyambut kedatangan Dalfa dan Sita sebagai pasien khusus rumah sakit tersebut.
Tibalah depan pintu ruangan dokter Obgyn/ dokter kandungan.
Tokk,,tokk,,perawat tersebut mengetuk pintu.
" masuk." titah dokter Lidia."
Dalfa & Sita masuk untuk melakukan chek up dan USG.
" SELAMAT SIANG pak Dalfa dan Bu Sita,gimana kabar kalian hmmm rupa nya kalian sangat bahagia sekali." dokter Lidia berbicara.
" Tentu dong dokter kita akan kehadiran buah hati kita yang kedua." sungut Dalfa.
" Kalau begitu mari ibu Sita berbaring kita USG sekarang kira kira sedang apa debay ny." Ucap dokter Lidia dengan ramah.
Sita pun berbaring dan membuka pakaian nya yang bagian perut agar dokter leluasa memberi cairan jelly diatas perut Sita.
" Bisa dilihat ya pak Dalfa ini bagian kaki dan tangan nya dan ini bagian lingkaran kepalanya untuk jenis kelamin nya masih belum terlihat yah dikarenakan usia kandungan istri anda masih berusia tiga mingguan." dokter Lidia menenangkan.
Dalfa dan Sita pun merasa takjub dengan ukiran Tuhan yang begitu sempurna.
" Sepertinya janin nya ada dua yah dok." Sita bertanya.
" Betul ibu anda sedang mengandung anak kembar." Dokter itu berkata.
Sita menangis terharu tentu nya setelah dia mendengar kan dokter berbicara bahkan dia masih kurang percaya dengan apa yang dikata kan dokter.
" Sayang terimakasih sudah mau mengandung anak ku." Dalfa mencium kening istrinya.
Sita hanya mengangguk dan tersenyum.
" Mas tapi aku takut nanti kalau aku ngidam minta yang aneh aneh gimana " Sita
" Hahahaha kamu mau ngidam apapun aku akan penuhi sayang." Dalfa berucap.
" Apapun itu." Sita meyakinkan suaminya.
" Of course love whatever it is."
__ADS_1
Dokter Lidia hanya tersenyum melihat keromantisan dari pasangan tersebut.
...^^^ SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA BIJAK LAH DALAM MEMBACA, TERIMAKASIH.^^^...