
KETABAHAN FATIMAH.
Tidak ada dendam sedikit pun pada perasaan Fatimah untuk sang suami yaitu Permana.
walau sudah dua tahun lamanya berumah tangga Fatimah pun belum mendapatkan mongmongan karena Permana tidak pernah menyentuhnya.
Baginya Fatimah hanyalah wanita cacat yang tidak berguna dan hanya benalu dalam hidupnya.
" Mas hari ini apa kau pulang larut lagi?" Fatimah bertanya pada Permana.
" Hmmm." hanya gumaman yang keluar dari mulut Permana.
" Mau aku masakan apa mas buat makan nanti malam?" lagi lagi Fatimah bertanya.
" Fatimah sudah cukup hentikan omongan kosong mu itu,mana mungkin kamu bisa memasak untuk ku sedangkan kau buta,bagaimana kalau kau lupa matikan api bisa terbakar semua rumah ini." Permana menegaskan omonganya.
" Maaf mas kalau begitu aku keluar dulu." Fatimah pun bergegas dari kamar Permana.
**********
" Bro hari ini kita ada meeting dengan salah satu klien bisnis kita hmm,gue lupa siapa namanya tunggu bentar gue inget inget dulu,ahhh iya iya kalau nggak salah sih Permana yaps Permana," ucap Kenzo.
" Oke kapan acara nya dimulai?" Dalfi bertanya pada sahabatnya.
" Sekitaran lima belas menit lagi palingan,ya udah kita ke atas dulu saja sebentar," ajak Kenzo pada Dalfi.
" Ken gimana anak buah lo udah dapet info belum tentang keberadaan wanita itu " Dalfi bertanya.
" Untuk sekarang sih belum dapat bro,tapi Lo sabar aja suatu hari nanti pasti ada kabar tentang wanita itu " Kenzo menenangkan Dalfi.
Dalfi hanya mengangguk.
Namun dihati yang paling dalam Kenzo pun memikirkan wanita yang waktu itu bersenggolan di pusat perbelanjaan.
" Bro lo tau kan selama ini gue cari info tentang adik gue yang hilang sedari bayi dan sampai sekarang gue belum juga mendapatkan info tentang keberadaanya tapi aku terus bersabar berharap Allah dengar semua doa doa ku," Kenzo menceritakan adik kecilnya.
Dalfi menepuk pelan bahu sahabatnya tersebut.
" Semoga lo juga mendapatkan kabar yang gembira suatu saat nanti," ucap Dalfi.
Tokk,tokk,,tokk, suara ruangan tersebut diketuk.
" Permisi pak maaf karena klien kita sudah datang jadi meeting sudah siap dilaksanakan," sekretaris pribadi Dalfi memberitahu.
__ADS_1
Dalfi dan Kenzo pun bergegas menuruni ruangan tersebut dengan menggunakan lift pribadi CEO.
Tibalah diruangan meeting aura ketampanan Dalfi dan Kenzo cukup membius para klien dan karyawan wanita diruangan tersebut.
Dengan berani,lantam,cerdas dan gagah Dalfi memberikan penjelasan tentang pasar saham dikalangan pembusnis handal bahkan Permana dibuat nya takjub.
Suara tepuk tangan atas keberhasilan Dalfi berbicara pada semua kolega dan investor asing yang sangat menakjubkan.
" Wah rekan bisnis ku sekarang ini memang handal sekali dan tentu nya saya bangga bisa menerima kerja sama dengan anda bung Dalfi.
" Sama sama bung," balas Dalfi.
Meeting pun selesai sudah para investor asing dan para klien pun sudah kembali pada kesibukan masing masing.
*********
Cintya di kediaman Permana nak ratu yang selalu ingin dilayani oleh para pelayan disana bahkan Fatimah pun membantu nya.
" Hey buta sebaiknya kau rapihkan tempat tidur ku,oups aku lupa kau buta yah," Cintya pun terkekeh puas dengan keadaan Fatimah.
" Tapi aku tidak buta untuk melihat keburukan mu,dan aku tidak buta akan kebenaran,ingat suatu saat nanti kau akan menyadari bahwa tindakan mu sangatlah salah Cintya." dengan berani Fatimah menjawab nya.
" Kurang ajar yah kamu sudah berani dengan ku," Cintya tersulut amarah.
Disaat Cintya ingin menamparnya tiba tiba tangan itu dihalangnya.
" Hmm ka,,kamuu kapan datang sayang,kamu kenapa bela wanita buta ini hahah!!" Cintya kembali emosi.
" Biarkan aku saja yang menyentuh nya dan menyiksa wanita buta ini." ujar Permana.
Permana menarik kencang dan kasar tangan Fatimah,agar masuk kedalam kamar nya.
Bruaakkk tubuh Fatimah tersungkur kelantai.
" Ampun mas,maafkan aku,bukan maksud ku begitu pada Cintya." Fatimah memohon.
" Sekarang buka cadar mu buka baju mu semua,karena aku ingin meminta jatah ku sebagai suami mu." pinta Permana.
bagai disambar petir tubuh Fatimah rasa takut dan cemas mulai menghinggapi nya.
" Kenapa kau takut,hahh takuttt, kamu harus nya berkaca diri gadis buta berani nya kau sudah mengancam kekasihku." amarah Permana.
breettt hijab yang dia kenakan terlepas dari kepalanya,rambut panjang yang terikat pun lepas,begitupun cadar nya,karena selama awal bertemu dan menikah Permana belum pernah melihat jelas wajah keseluruhan istrinya.
__ADS_1
Deggghh ada desiran dihatinya yang merasa takjub dengan kecantikan wajah dari istrinya yang memiliki paras wajah yang natural,teduh dan memiliki bola mata yang indah kehijauan.
" Faa,Fatimah inikah kau istri ku?" Permana mencoba bertanya pada Fatimah.
Dengan suara tangisan yang tertahan Fatimah mengangguk pelan.
Permana mulai menyentuh dagu Fatimah dengan lembut.
" Jika saja aku tau dari dulu wajah mu begitu cantik pastinya dari dulu sudah aku tiduri kau dan aku biarkan memiliki anak dari ku." Permana berucap.
" Bukan kau selalu sibuk dengan kekasih mu mas,sehingga aku tidak pernah kau lihat dan aku pun seperti istri yang berdosa karena tidak memberikan mu kewajiban ku sebagai istri." Fatimah menjelaskan.
Permana mulai mendekatkan hidungnya pada Fatimah lalu mencium lembut bibir ranum itu.
Seketika Permana pun merasa canggung dengan keadaan tersebut.
" pakailah tudung mu dan rapihkan pakaian mu." pinta Permana.
Permana mengusap bibirnya dia merasa candu dengan bibir Fatimah.
"Damn it kenapa manis sekali bibi nya" dia bermonolog.
" Sayang kamu kenapa kamu baik baik aja kan?" tanya Cintya.
" Hmm Cintya mulai detik ini jangan kau coba sentuh istri ku,cukup aku saja yang memberi peringatan padanya." ucap Permana.
" What kamu nggak salah ngomong kan sayang,maksud kamu apa." Cintya merasa heran.
Namun Permana tidak menggubris pembicaraan Cintya.
" Aku akan kembali ke kantor dan kau cukup berdiam diri dalam kamar mu,karena mulai malam ini kau kemasi barang barang mu," pinta Permana.
Didalam kamar Fatimah menangis sejadi jadinya dia merasa hina Dimata suaminya sendiri bahkan gagal menjadi istri yang baik untuknya.
" Maafkan aku mas,aku terlanjur mencintai mu tapi kenapa begitu sakit dalam batinku untuk mencintaimu." batin piluh Fatimah.
Sedangkan Permana masih merasakan kelembutan bibir ranum istrinya hingga dia kembali menyentuh bibirnya.
" Gilaaa ini benar benar gilaaa mana mungkin dia senikmat itu bagian tubuhnya," Permana mengusap kasar wajahnya.
Dia berfikir kenapa tidak dari dulu menyentuh istrinya bukan mengabaikannya dan bahkan tidak peduli akan kehadirannya.
" Kamu cantik Fatimah,aku akan berusaha untuk mencari pendonor mata untuk mu." ucap Permana.
__ADS_1
... SELAMAT MEMBACA KELANJUTANNYA...
DARI STORY HASIL KARYA NOVEL PERDANA KU.