
KEDATANGAN DALFI DI KAMPUNG HALAMAN PAK MUHAIMIN.
Begitu Dalfi tiba ternyata rumah milik pak Muhaimin sudah tidak berpenghuni.
"Assallamualaikum pak Muh,aku datang." ucap salam Dalfi.
" Maaf nak rumah ini sudah lama tidak berpenghuni semenjak pak Muh meninggal dunia." salah satu warga menyampaikan kabar.
Dalfi yang mendengarnya bagai disambar petir di siang bolong.
" Apa bapak tidak bercanda berkata seperti itu."
" Tidak dek bahkan Fatimah pun sudah menikah dengan pemilik properti dan apartemen dikota Jakarta." ucap bapak itu.
Dalfi kembali merasa tersambar petir disiang bolong.
"Arrgggghhhh kenapa begini,kenapa aku harus terlambat datang pada nya" amarah Dalfi.
Sedangkan di tempat lain disebuah rumah mewah nan elit disalah satu pusat kota.
Fatimah sebagai istri dari Permana,melakukan aktifitas biasa nya seperti seorang istri pada umumnya.
" Fatimaaah,Fatimah hey harus berapa kali aku bicara pada mu butaaaa." Permana yang dikuasai amarahnya.
" Maaf mas ada apakah kau teriak teriak memanggilku,sebab tadi aku sedang membersihkan taman belakang kita mas." Fatimah menjelaskan.
" Alahhh alesan saja kau buta,hey ingat malam ini aku akan membawa Cintya kesini,jadi aku harap kau merapihkan tempat tidur buat nanti kami berdua."pinta Permana.
Fatimah yang mendengar penuturan suaminya ada rasa sakit dihatinya,walaupun dia tidak bisa melihat bagaimana rupa wajah dari suaminya namun Fatimah jatuh cinta dengan nya.
" Tapi mas,bagaimana bisa aku berbagi rasa cinta ku pada mu untuk orang lain." Fatimah yang menangis pilu.
" Hahahaha jangan mimpi kamu buta,mana bisa kamu mencintaiku tanpa tau rupa dari wajahku." Permana berseloroh.
Fatimah hanya bisa mengelus dadanya dan ber ISTIGFAR.
" Astagfirulloh,yah Allah bukalah hatinya agar dia mencintai ku." doa Fatimah.
Sedangkan Permana pergi dan acuh terhadap istrinya.
" Nyonya mari berdiri biar si mbok bantu " ucap si mbok.
" Tidak usah mbok aku bisa sendiri,dan ini bagiku sudah biasa." Fatimah mengusap lembut tangan si mbok sambil tersenyum.
" Sungguh mulia hati mu non,begitu mulia tapi kenapa den Permana tidak menyadari nya,dia si mbok buat Nona semoga suatu hari nanti den Permana mau menerima non yah." timpah si mbok.
__ADS_1
*********
Ditempat lain Dalfi merasa kecewa dengan keadaan yang cukup mempermainkannya.
" Bro baiknya Lo cari info tentang wanita itu,siapa tau dia tinggal di kota ini." ucap Kenzo.
" Entalah aku juga bingung cari kemana gadis itu,andai bertemu pun tentunya aku tidak bisa memilikinya karena aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti dulu." sesal Dalfi.
Kenzo sebagai sahabatnya memberi support pada Dalfi dengan menepuk pundaknya.
" Ngomong ngomong apa pemilik properti X nh jadi untuk bekerja sama dengan perusahaan kita." tanya Dalfi pada Kenzo.
" Jadi sih kemaren gue sempet janjian di salah satu resto dikota S." ucap Kenzo.
" Ya udah bro gue kali ini pulang duluan yah soalnya rencana gue mau ke makam papi sama mommy bentar lagi mau bulan puasa jadi udah kewajiban gue nyekar ke makam mereka." Dalfi meminta ijin pada Kenzo.
Kenzo pun mempersilahkan Dalfi untuk pulang kerja terlebih dulu.
Dilampu merah disaat mobil sport miliknya berhenti Dalfi melihat Fatimah sedang menyebrang dengan tongkatnya.
" Fat,,Fatimah iya itu Fatimah aku tidak salah lihat." Kenzo bermonolog...
Dan disaat Dalfi hendak turun dari mobil nya lampu merah tadi sudah hijau sehingga banyak mobil mobil memberikan klakson padanya.
Tidak lama kemudian Dalfi pun memarkirkan mobilnya di salah satu resto terdekat untuk mengejar Fatimah.
Dia mencoba mencari keberadaan Fatimah sampai dia tidak sadar sudah jauh berjalan menyusuri nya.
" Kemana kamu perginya Fatimah,aku sangat merindukan mu " Dalfi meremas rambutnya merasa prustasi.
Sudah hampir tiga jam lama Dalfi mencari keberadaan Fatimah namun masih belum menemukannya.
*********
Dipusat perbelanjaan Kenzo tidak sengaja menabrak belanjaan yang Fatimah bawa.
Bruaakkk " Maaf mba saya,,saayaa tidak sengaja." Kenzo merasa tidak asing dengan wajah wanita itu.
"kenapa saya merasa tidak asing dengan wajahnya,sepertinya saya pernah melihatnya namun dimana?!" Kenzo mencoba bermonolog dengan sendirinya.
" Nyonya biar saya yang bawa belanjaan nya." ucap pak Udin selalu supir pribadi Fatimah.
" Baiklah pak terimakasih." balas Fatimah.
Dalfi akhirnya kembali ke mobil nya dan menyalakan.
__ADS_1
Diperjalanan pikirannya masih tertuju pada sosok yang dia cari selama ini.
Dialah Fatimah yang sudah tiga tahun ini bersemayam dihatinya.
********
Sampailah Fatimah dikediaman mewah milik suaminya Permana.
" Heh buta dari mana saja kamu,jam segini baru pulang hah!!" bentak Permana.
" Maaf mas aku tadi membeli bahan bahan makanan di kulkas dan yang lainya,maaf aku tadi ingin mengetuk pintu kamar mu tapi aku tidak berani mas." tutur lembut Fatimah.
" Halah palingan juga dia ingin coba coba kabur deh sayang,dia ini wanita ular jadi bisa saja berbohong." Cintya menambahi.
" Dasar buta tidak tau diri kamu,plaakkk." Permana menampar pipi Fatimah.
Mang Udin dan si mbok yang melihat dengan jelas merasa ibah pada Fatimah ingin rasanya dia menolong namun apalah daya dia hanya seorang pembantu.
" Dengar yah buta jika kamu sekali lagi mengulangi kesalahan yang sama tentunya aku tidak segan segan untuk mematah kan kedua kaki mu " ancam Permana pada Fatimah.
Fatimah hanya bisa menangis tersedu sedu dan meratapi nasibnya namun dia tetap bersabar menghadapi semuanya.
" Maafkan aku mas,maafkan aku,aku janji tidak akan mengulangi nya lagi." janji Fatimah.
Tiba tiba Cintya menarik tudung yang dipakai oleh Fatimah.
" Wanita busuk pergi kau dari sini,jangan merusak pemandangan pagi ini dengan sandiwara mu." maki Cintya.
Disaat Cintya ingin menamparnya ada tangan kekar menahan tangan Cintya.
" Jangan pernah kau sentuh adik ipar ku jika kau masih ingin memiliki tangan yang sempurna." Ucap Dika selaku kakak kandung Permana.
" Ka,kamu kenapa kamu berada di sini sejak kapan." Cintya merasa terkejut.
Dika dan Cintya dulu memang pernah dekat bahkan mereka sempat di nobatkan pasangan Ter serasi dan romantis,namun semua nya hancur berantakan di saat Dika mengetahui bahwa dia telah berselingkuh dengan adik kandung nya yaitu Permana.
" Dan Lo,gue pastikan akan menyesal Permana!" peringatan dari Dika untuk Permana.
Permana hanya bisa menelan ludah nya dan memegang tengkuk lehernya.
" Bangun lah Fatimah ayok bangun,aku tau kamu pasti kuat.Karena aku tidak bisa menyentuh mu lantaran kita bukanlah mahrom." ucap Dika.
Fatimah pun bangkit dengan air mata yang terus mengalir dan berdiri berjalan pelan pelan menyusuri tempat itu.
...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA SEMOGA SELALU BERKESAN DI HATI KALIAN ALUR CERITA NOVEL KARYA KU.......
__ADS_1