TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 90


__ADS_3

PERSAAN PERMANA MULAI MENGHANGAT PADA FATIMAH.


" Fatimah sebaiknya kau jangan keluar dari kamar ini,ber istrihat lah jika ada yang menganggu mu kabari aku " Permana sambil mencium kening Fatimah.


Fatimah pun merasa terharu dengan perlakuan Permana pada dirinya,


" Mas hati hati dijalan." ucap Fatimah dengan meraba raba tempat sekitar.


Permana langsung menyambut tangan Fatimah,dan dia pun mengusapkan tanganya pada wajah Fatimah yang dinilai nya sangat cantik,anggun dan memiliki bola mata yang berwarna hijau dan indah .


" Jagalah baik baik dirimu dan jangan terlalu banyak bergerak jika dirimu masih kurang sehat." pinta Permana.


Fatimah pun tersenyum manis dan menganggukan kepalanya.


Dan disaat Permana keluar dari kamar nya Cintya yang melihat nya langsung menghampiri Permana.


" Sayang hari ini aku mau beli tas baru dan aku ingin kau yang antar aku ke toko tersebut " berucap Cintya dengan manja.


" Baiklah aku akan usahakan pulang lebih awal." balas Permana.


Cintya hanya tersenyum kecut, " Liat sajaaa waktunya aku akan menghancurkannya."


" Bi itu buat saya kan sarapan sinii bi," pinta Cintya.


" Tapi maaf neng Cintya ini bukan buat neng,tapi Non Fatimah karena tuan Permana yang minta" ucap si bibi.


Semakin tambah geram Cintya dibuat nya.


***********


Dalfi masih menanti kan kabar tentang keberadaan Fatimah.


" Gimana bro apa Lo juga belum dapat kabar dari wanita yang kau cari itu." tanya Kenzo.


Dalfi menggelengkan kepalanya," gue harap secepatnya gue tau kabar tentang dia."


"Gue jaga sama bro masih menunggu kabar tentang keberadaan adik kandung gue yang selama ini menghilang." keluh Kenzo.


***********


Permana yang sedang mengadakan acara meeting diluar kota tiba tiba teringat dengan Fatimah.


" Kenapa aku selalu memikirkan nya Tuhan." batin nya.


Sedangkan Fatimah pun ikut merasakan apa yang dirasakan suaminya.


" Mas Permana apa sudah makan kah disana bagaiman keadaanya,yah Allah rindu sekali diri ini dengan padanya." Fatimah bermonolog.

__ADS_1


Tiba tiba Cintya masuk kedalam kamar Permana.


" Hey wanita buta enak sekali yah kamu sekarang sudah menjadi ratu dirumah ini,ingat yah tidak aka aku biarkan ini semua bertahan lama untuk mu." ancam Cintya pada Fatimah.


" Coba saja jika kau bisa mengusik itu semua,tapi aku rasa mas Permana sudah berbalik hati dan dia mencintai ku," ucap Fatimah.


Plakkk " Dasar wanita buta berani kau bicara seperti itu padaku." amarah Cintya.


Plaakkk sekali Cintya menampar pipi putih Fatimah sehingga pipi itu berwarna merah.


" Aku tidak akan segan segan membunuh mu Fatimah." kembali Cintya mengancam Fatimah.


Namun Cintya tidak menyadari apa yang dia perbuat kepada Fatimah sudah terpantau oleh Permana.


Karena Permana diam diam memasang sebuah kamera pengawas disudut kamar nya.


Permana pasti tau akan tindakan Cintya pada Fatimah maka dari itu dia diam diam memasangkan sebuah kamera pengintai yang disambung kan langsung oleh smart phone miliknya.


Permana yang melihat kejadian itu terasa mendidih darah nya hingga dia mengepal kan kedua tanganya.


Dia tidak sabar ingin membuat perhitungan pada Cintya karena sudah berani dan lancang menampar Fatimah.


" Cintya lihat saja tidak lama lagi kau akan ku balas dan perbuatan mu harus dipertanggung jawabkan." Permana bermonolog.


Permana menghubungi semua asisten dan pengawalnya agar Cintya di kurung di tempat rahasia miliknya.


" Sudah waktunya aku harus meninggalkan mu Cintya,dan aku rasa, aku pun sudah mulai mencintai nya Fatimah." batin Permana.


Dia pun menyesali perbuatan nya dulu telah banyak sudah menyakiti hati istrinya yang begitu Mulya.


Permana hanya menekan nekan ujung pelipis nya dan merasa gelisah dengan keadaan,ingin rasanya dia sampai ke tempatnya agar bisa bertemu dengan istrinya yang sudah mampuh mencuri sepenuh hatinya.


" Sayang bersabar lah,aku akan datang padamu." batin nya.


Cukup lama Permana menempuh perjalanan untuk sampai ke rumah nya.


Bruaaghh Permana menendang pintu dimana Cintya dikurung disebuah tempat yang gelap.


" Sayang itu kamu kan,kamu Permana kan sayang asisten kamu harus dipecat sekarang juga mereka udah giniin aku," rengek Cintya.


" Cintya harus kau tau dari awal bukan apa saja hal hal yang harus kau lakukan di tempat ku,termasuk kau jangan menyentuh istri ku." tegas Permana.


Disaat Permana menyebut Fatimah dengan sebutan istri,Cintya langsung terkekeh lepas.


" Hahahahaha Ka,,,kamuu becanda kan sayang,tadi kamu bilang apa dengan wanita buta itu" ucap Cyntia.


" Yah dia istri ku Cyntia,istri ku yang selama ini tersakiti oleh tindakan dan perbuatan ku selama ini." seloroh Permana.

__ADS_1


" Enggak mungkin Permana kamu bercanda kan,nggak mungkin kamu berubah begitu saja dalam waktu yang cepat." keluh Cintya.


" Ronald kau bawa wanita ini ke kota Xxx pastikan kau bawa jauh wanita ini dari istri ku." titah Permana pada asistenya.


Sedangkan di kamar Fatimah sedang melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim yang taat.


Permana yang melihat nya merasa kagum dengan pandangan yang bagi nya sangat menyejukkan hati.


" Ada perasaan apa ini,kenapa aku seperti ini padanya." keluh Permana.


Karena Permana tidak sengaja menyentuh benda yang dekat dengan meja tempat tidurnya sehingga Fatimah pun merasa terkejut yang sehabis berdoa.


" Masya Allah siapa kamu?!" tanya Fatimah.


"Hmmm maaf Fatimah aku mengganggu mh yang sedang berdoa." ucap Permana.


" Itu kamu mas,mas Permana," Fatimah langsung bangkit dari duduk nya.


" Hati hati Fatimah nanti kamu terjatuh." Permana yang langsung menyambut tangan Fatimah.


Fatimah langsung mencium punggung tangan Permana dengan takjim,dan langsung mendekap nya.


" Mas aku takut," ucap Fatimah yang memeluk begitu erat.


" Tenang lah aku selalu ada untuk mu,aku akan selalu menjaga mu," Permana mengusap lembut punggung istrinya dan mengusap lembut pipi menggemaskan Fatimah.


" Mas kapan kamu datang,kenapa tidak menelpon ku terlebih dulu".


" Tadi handphone mati karena daya batrenya habis dan tidak sempat aku charg." penjelasan Permana.


"Baiklah kalau begitu tunggu lah disini aku akan menyiapkan makan untuk mu dan air hangat untuk dirimu mandi." Fatimah berbicara.


Permana mengangguk pelan.


" Tidak akan aku biarkan siapapun yang menyakiti dirimu Fatimah,kau wanita yang Tuhan berikan untuk ku,maaf untuk semua yang pernah aku lakukan pada mu." sesal Permana.


*********


Disebuah Apartemen Dalfi masih berkutat dengan laptop nya.Dia masih bekerja untuk sebuah proyek besar yang akan dia tangani dan saingan terberat dalam dunia bisnis dia adalah Permana.


Dalfi mengakui keunggulan dan kinerja Permana sangatlah baik dan berwawasan tinggi.


Drttt,drttt,,suara ponsel nya bergetar.


" Hallo Kenz tumben Lo nelpon gue malem malem?!" tanya Dalfi.


" Sorry bro kalau gue ganggu loe,gue ada berita penting tapi gimana kalau kita bicara diluar aja biar agak leluasa." ajak Kenzo.

__ADS_1


Dalfi pun menyetujui nya.


...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA.......


__ADS_2