
Entah apa yang bisa membuat nya berubah sikap,padahal kedua orang tua nya memiliki cerminan sikap yang baik dan bersahaja.
Yah mungkin saja akibat dia besar diluar negri dan jauh dari kedua orang tua nya hingga dia pun kurang mendapatkan kasih sayang.
"Selangkah lagi aku akan menyingkirkan mu" ujar sosok misterius itu.
"Selamat malam Boss" ucap Bryan.
"Hmmm apa kamu sudah menyingkirkan semua barang buktinya ingat kalau saja sampai terendus nyamu tarohanya" balas Mr X.
Sedangkan disuatu tempat yang jauh seseorang yang terluka parah sedang di obati oleh salah satu keluarga orang yang bisa dibilang paham agama atau bisa disebut pak Kiai.
"Bangun lah nak,minum dulu ramuan ini agar badan mu lebih membaik" ujar pak Kiai.
"argh,, terima kasih pak Kiai sudah merepotkan" ucap Dalfa.
"Nak siapa nama mu kalau boleh tau" tanya pak Kiai.
"Maaf pak saya tidak ingat apa apa kepala saya sakit" meringis.
"Sudah nak cukup kalau memang tidak ingat jangan di paksakan rehat dulu" titah pak Kiai.
Dalfa pun menuruti perintah pak Kiai tersebut.
**********
Di kediaman Rakha Bumi kondisi Diandara semakin memburuk setelah insiden Dalfa,Diandara selalu menangis meratapi kepergian Dalfa hingga akhirnya dia sakit kondisi nya semakin hari semakin memprihatinkan
"Mih ayo makan dulu,habis itu minum obat yah bentar lagi Mas Dalfi datang kemari" ucap Sita.
Hampir lima tahun berlalu kini Sita pun resmi menjadi istri Dalfi walaupun di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih menyimpan rasa cinta nya yang begitu besar pada Dalfa bahkan kerap kali Sita datang secara diam diam untuk melihat lokasi kejadian naas bagi Dalfa.
Karena bila Dalfi mengetahui Sita datang ke tempat tersebut dia akan murka pada Sita,bahkan tidak segan untuk bertindak kasar.
"Mas maaf kan aku yang sudah menolak permohonan maaf mu,sungguh aku menyesal hikss,,hikss" Sita menangis pilu.
"Non sebaiknya kita cepat pulang takut nanti Den Dalfi tahu" ucap bi Minah.
Sita pun hanya mengangguk.
Diperjalanan Sita masih mentihkan air mata nya entah mengapa cairan bening itu sulit untuk di hentikan.
pak dirman yang merupakan anak dari mang Asep di rekrut menjadi supir pribadi Sita berkata.
"Maaf Nona sebaiknya anda harus segera pulang ke Mension Tuan Dalfi"
Sita hanya mengangguk mendengar penuturan pak Dirman.
Drtt,drttt,drttt suara ponsel Sita bergetar.
"Hallo Mas" jawab Sita.
"Sayang kamu dimana kok kaya suara kamu berada diluar" ujar Dalfi.
__ADS_1
"Hmmm anu mas aku habis berbelanja kebutuhan kebetulan semua serba habis dan aku juga ditemani oleh bi Inem dan pak Dirman" sahut Sita.
"Yah sudah kamu hati hati di jalan yan" Dalfi.
Dalfi yang emosi mengepalkan kedua tangan nya.
"kamu tidak akan bisa membohongi ku Sita" ucap Dalfi.
**********
Rakha Bumi yang sudah tidak muda lagi namun ketampanan nya tidak luput di makan usia,dia masih nampak tampan dan gagah sehingga banyak dari kaum hawa yang mengincar Rakha baik dari kalangan sebaya bahkan daun muda.
"Permisi Tuan ini masih ada satu berkas lagi yang harus anda tanda tangani" ucap Rianti.
Rianti merupakan sekretaris baru di kantor milik Rakha,dia memang sudah menyimpan rasa suka terhadap Rakha bagi nya usia tidak masalah walaupun terpaut cukup jauh
"Oh iya simpan saja di meja ku Rin" ,namu disaat Rakha menoleh penampilan Rianti yang bisa di bilang terlalu mencolok.
"Astagfirullah Rianti tolong besok rubah cara pakaian kerja mu" titah Rakha.
Rianti yang mendengar penuturan Rakha hanya menunduk Malu.
"Ba,,baik Tuan besok saya akan rubah penampilan nya kalau begitu saya permisi" pamit Rianti.
Namun Rakha hanya mengibaskan tangan nya.
"Sialan ternyata dia tidak mudah tergoda oleh ku" Rianti sambil menghentakkan kaki nya dilantai.
"Tau ah kamu kepo aja urusan ku" ucap Rianti.
********
Di kediaman Rakha,Diandara terbaring lemah sudah hampir dua tahun lama nya Diandara koma tak sadar kan diri.
Namun dengan teraten Sita merawat Diandara sudah seperti ibu nya sendiri.
"Mih ayok dong bangun supaya aku dan mami main ditaman kesukaan ku dan Mas Dalfa.
Sita yang selalu mencoba untuk berkomunikasi dengan Diandara walaupun tak ada respon.
Tokk,,tokk suara pintu kamar diketuk.
"Hey sayang sudah lama di sini" sapa Dalfi.
"Lumayan sih mas,loh mas tidak kerumah sakit hari ini" tanya Sita.
"Hmm sebentar lagi palingan disana juga sudah ada asisten ku kok" balas nya.
" oh begitu" sita.
"Ya sudah kita keluar saja yuk biar mami istirahat" Dalfi
Sita pun mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Namun tiba tiba Sita merasa pusing dan mual hingga dia lari ke toilet.
"Oeek ooeek" suara Sita muntah.
"Kamu kenapa sayang" Dalfi bertanya.
"Engga tahu mas belakangan ini aku sering pusing dan mual" balas Sita.
"Ya sudah aku periksa ya sebentar" Dalfi.
Sita pun menurut.
Beberapa menit kemudian,Dalfi meriksa Sita.
"Mas ak,,aku hamil" ucap Sita.
Dalfi yang mendengar nya terkejut bahagia.
"Apa kamu hamil sayang,mana coba aku lihat tespek nya" Dalfi bertanya.
Dan garis dua pun terlihat jelas.
"Sudah ku duga sayang kamu hamil dan aku akan menjadi Ayah".
"Iya mas kamu akan jadi Ayah" ucap Sita.
Disaat Sita berbicara seperti itu di hati yang paling dalam dia merasa sedih karena harus nya Dalfa lah yang menjadi Ayah dan anak yang di kandungan nya pun benih Dalfa.
*******
Ditempat yang terpencil di pedesaan yang amat asri Dalfa sedang menggarap lahan persawahan milik pak Kiai.
Karena ingatan Dalfi belum kunjung sembuh walaupun sudah lima tahun lama nya namun dia selalu di impikan oleh sosok wanita yang menurut nya teramat cantik dan anggun.
Bagi nya sosok itu sangatlah misterius karena entah siapa dan dimana menurut Dalfa tapi dia juga merasa bahwa pernah merasa dekat sebelumnya.
"Siapakah wanita itu yang selalu hadir dalam mimpi ku dia nampak sedih dan seperti ada sesuatu tapi apa yah Allah" batin Dalfa.
Lama dengan lamunan nya Dalfa tersadar karena ada suara ketukan pintu kamar nya.
Tokk,,tok,,tokk,,
"Iya tunggu sebentar" cleakkk Dalfa membuka pintu.
"Ini mas ibu masak sayur lodeh dan ikan goreng buat makan mas Dalfa" Nurlaila anak pak Kiai.
"oh iya Nur terima kasih yah sudah repot repot mengantar makan punya ku" ucap Dalfa.
"Ndak kok mas aku nda kerepotan,ya sudah mas aku tak pamit dulu" sahut Nur.
Dalfa pun hanya mengangguk dan senyum.
....SELAMAT MEMBACA SEMOGA KALIAN SELALU MENDUKUNG KARYA KU....
__ADS_1