TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 81


__ADS_3

Dalfa dan Sita akan honeymoon di new York.


Brandon pun tinggal bersama kakek nya dialah Rakha Bumi.


" sayang kamu enggak keberatan kan Brandon enggak ikut kita " tanya Dalfa pada Sita.


" Enggak mas itu kan atas dasar kemauan anaknya sendiri " balas Sita.


Dalfa dan Sita pun bergegas menuju bandara internasional Soeta.


Diperjalanan Dalfa sesekali melirik memandang istrinya yang cantik.


" Sayang aku ada pertanyaan deh buat kamu " ucap Dalfa.


" pertanyaan apa mas " balas Sita.


" Mamah mu suka menjahit yah " tanya Dalfa.


" Eumm iya kok mas bisa tahu sih kalau ibu pandai menjahit kain " balas Sita.


" pantesan aku merasakan hati ku yang robek bisa terjahit kembali oleh mu " gombal Dalfa.


Sita yang mendengar rayuan gombalan dari suami nya hanya bisa terkekeh.


" mas kamu kenapa gombal gini sih " Sita berbicara dengan wajah yang merah merona.


Dalfa meraih tangan kanan sita lalu dia pegang erat dengan tangan kirinya.


Dalfa pun mencium punggung tangan Sita tanpa henti.


" Sayang aku sungguh minta maaf atas apa yang aku perbuat di masa lalu " tutur Dalfa.


" Mas kamu bicara apa sih sudah lah yang lalu biarkan berlalu cukup dikenang dan jangan diulangi " balas ucapan Sita pada Dalfa.


" Sayang boleh aku bertanya pada mu dan kamu harus berkata jujur " ucap Dalfa.


"hmm" Sita bergumam.


" sayang apa kamu akan tetap sabar seperti ini andai aku mengulangi kesalahan itu lagi " tanya Dalfa.


" Aku akan mencari cinta yang bisa menghargai arti kesetiaan ku " ucap Sita.


Dalfa yang mendengar penuturan istrinya langsung menekan air liur nya secara kasar.


Dan menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


" Serem amat nyonya Dalfa kalau marah " sambung Dalfa.


" yah lagian kamu bicara tanpa dipikir lagi " ucap Sita .


Beberapa jam menempuh perjalanan dengan menggunakan maskapai penerbangan.


Dalfa dan Sita akhirnya sampai ke New York.


Dan mereka pun menyewa penginapan yang biasa saja karena permintaan Sita untuk tidak terlalu menghamburkan uang.


Sampai lah di sebuah hotel mereka melepas lelah dengan duduk di sofa.


" Sayang aku lapar kamu mau pesan makan apa " ucap Dalfa.

__ADS_1


" terserah mu saja mas " balas Sita.


" kok terserah sih ah enggak asik deh kamu sayang " Dalfa mencubit gemas pipi Sita,hmm gimana kalau kita cari makan diluar saja "


" Ide yang bagus " Sita memeluk suami nya.


Namun Dalfa malah mencium bibir Sita dengan rakus nya,Sita pun membalas nya dengan penuh gairah.


Malam ini tentu nya dinding dan benda lainya yang berada di hotel tersebut menjadi saksi biksu pertempuran sengit antara Dalfa dan Sita hingga terulang lagi dan lagi.


Hingga waktu pun menunjukan pukul 02: 30 dini hari rasa lapar yang tadi mendera Dalfa sudah terbayar sudah dengan pergulatan yang sangat mengasyikan.


" Terimakasih sayang untuk semua nya aku sangat mencintai mu "ucap Dalfa.


" Sama sama sayang bukan kah ini memang sudah kewajiban ku sebagai istri mu untuk melayani " balas Sita.


Mereka pun saling berpelukan dan tertidur hingga pagi menjelang.


**********


Rhaey yang sedang menggantikan sahabatnya Dalfa hendak menghadiri undangan meeting dari perusahaan yang dikelola oleh Leon.


" Selamat pagi Om " ucapan salam dari Rhaey.


" pagi juga Rhaey mari masuk tidak usah sungkan, bagaimana apa Dalfa sudah menyetujui tender nya " tanya Leon.


" Kalau untuk masalah itu tenang saja om Dalfa sudah mengutus saya untuk memberi tanda tangan tersebut " balas Rhaey.


" Baiklah kalau begitu silahkan tanda tangan di sini saja " titah Leon.


Rhaey sebelum mendatangani surat kontrak tersebut tentunya membaca isi dari pengajuan itu.


Dan akhirnya tulisan pena membentang terbubuhkan.


secara resmi perusahaan Leon dan Dalfa akan bekerja sama di bidang teknologi.


" kalau begitu saya pamit undur diri dulu yah om soalnya dikantor enggak ada siapa siapa " ucap Rhaey pada Leon.


Leon pun mempersilahkan nya.


"Baiklah hati hati kalau begitu yah Rhaey" Leon berpesan.


Rhaey mengangguk seraya memberi jawaban iya.


Rhaey pun keluar dari ruangan khusu CEO yaitu Leon Pradipta.


" Gue baiknya telpon Dalfa deh biar enggak terlalu beban."


Rhaey mengambil smartphone nya untuk melakukan panggilan telpon.


" Hallo bro sorry gue ganggu honymoon Lo."


" Santai aja Rhaey kalau itu penting sampein aja."ucap Dalfa.


" Gini bro om Leon udah menyetujui dan tanda tangan kerja sama projek kita."


" Lanjutkan bro gue percaya sama Lo ko.".


Rhaey pun akhirnya menyudahi sambungan telpon nya setelah lama berbicara lewat ponsel namun pada intinya Dalfa pun sependapat dengan Rhaey.

__ADS_1


" Aarrrhg kenapa gue jadi manusia paling sibuk ya apa ini maksud dari jones alias jomblo ngenes." keluh Rhaey.


Rhaey dia memang masih menjomblo setelah ditinggal oleh kekasih nya dua tahun lalu.


" Apa gue mampir dulu ya ke club Ridho udah lama juga gue enggak main." batin Rhaey.


sampainya di club Rhaey bertemu dengan Ridho.


" Hy brother gimana kabar Lo." sapa ridho.


" yah loe tau sendiri gue jones bro." balas Rhaey.


disaat Rhaey bilang jones seketika ridho pun tertawa terbahak bahak.


" sabar bro gue yakin jodoh loe tu masih dijaga orang lain." tutur Ridho.


Rhaey hanya bisa mengangguk " semoga saja dijaga benar benar dijaga." batin Rhaey.


" oh iya bro gimana kabar si Dalfa gue denger dia masih berseteru sama saudara kembar nya." tanya nya.


" ya gitu lah Dho si Dalfi sekarang berubah semenjak dia sekolah tinggi di negara orang bukan nya jadi baik malah kacau begitu." Rhaey menjelaskan.


Ridho pun ikut merasa iba pada saudara kembar sahabat nya itu.


" gue harap si Dalfa bijak buat menyelesaikan semua."


" Amiin." timpah Rhaey.


**********


Tuan Rakha Bumi sosok pria yang sudah beranjak senja namun masih terlihat gagah nan energik serta ketampanan nya yang masih melekat.


" Hallo Ben bisa kita ketemu di tempat biasa."


" oke siap kita ketemuan di tempat biasa saja."


sambungan telpon terputus.


Tidak butuh waktu lama untuk Rakha sampai ketempat biasa bertemu rekan serta sahabat nya yang setia hingga masa senja dialah Ben.


" Gimana kabar mu sahabat ku." sapa Rakha.


" Tentu nya saya baik baik saja cuma sekarang ya anda bisa liat sendri cucu saya semakin banyak."


Rakha yang mendengarnya terkekeh.


" Ya kita harus bersyukur Ben masih di beri kesehatan dan panjang umur, dan aku pun tentunya sangat merindukan mendiang istri ku Diandara."


Ben pun yang mendengar keluh kesah sahabatnya menepuk pundak nya secara pelan.


" Saya tau itu saya bisa lihat di sudut mata anda begitu banyak menyimpan rindu,sabar lah brother suatu saat nanti kau pun akan menyatu kembali dengan nya."


" Terimakasih Ben kamu memang sahabat terbaik yang ku punya." balas Rakha.


" Kakek kenapa sedih dan meneteskan air mata apa kakek rindu dengan nenek." tanya Brandon.


...^^^ Selamat membaca bab selanjutnya semoga suka dengan karya novel ku,dan maaf bila ada typo^^^...


terimakasih dan jadilah pembaca yang bijak🙏

__ADS_1


__ADS_2