TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 70


__ADS_3

Dalfa yang merasa geram dengan kedekatan saudara kembarnya bersama Sita.Dia meluapkan emosi nya dengan memukul stir mobil dan teriak.


"Arrgghhhh tidak akan aku biarkan siapapun menyentuh milik ku" ucap Dalfa.


Waktu demi waktu pun berlalu sekarang Sita dan Dalfi berada di salah satu panti asuhan milik keluarga nya.


"Jadi ini milik kakek mu" Dalfi bertanya.


"Hmmm" balas Sita.


Mereka akhirnya saling melempar senyum manis.


Di tempat itu mereka saling berbagi bingkisan bahkan Sita membuat acara tasyakuran kecil kecilan untuk merayakan nya.


Dalfi tidak lupa mengucapkan sebuah kata kata buat Sita.


"Selamat yah semoga dengan bertambah nya umur mu,kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi" Dalfi.


"Terima kasih banyak yah atas doa dan ucapan nya" balas Sita.


Mereka akhirny menyudahi kebersamaan nya disaat Dalfi menerima telpon dari pihak rumah sakit bahwa ada kecelakaan yang mengakibtkan pasien segera di operasi.


**********


Viona dan Leon.


sepuluh tahun lebih sudah usia pernikahan mereka dan mereka pun kini sudah di karuniai dua pasang anak yang sehat dan pintar..


"Selamat pagi Tuan hari ini akan di adakan meeting bersama tuan Dalfa dari perusahaan star corvoretion group" ucap sekretaris Leon.


"Baiklah kamu atur saja waktu nya" balas Leon.


tidak lama kemudian ponsel Leon berdering.


"Hallo sayang tumben menelpon" ucap Leon.


"Iya sayang aku cuma mau mastiin aja nanti siang aku ke kantor mu yah antar bekal makan siang, habisnya kamu tadi buru buru sih"balas Viona.


Leon pun terkekeh mendengar penuturan istrinya.


walaupun sudah hampir sepuluh tahun lebih usia pernikahan nya Leon selalu menganggap Viona istri kecilnya.


" Dika bisa keruangan saya sekarang" titah Leon.


"Baik tuan saya akan segera kesana" balas Dika.


Tokk, , tokk, , tokk suara pintu diketuk


"Masuk" Leon bersuara.


"Maaf tuan apa ada yang saya bantu" tanya Dika.


"Hmm gini Dik siang ini saya ada acara kecil kecilan dengan istri saya, kamu nanti tolong wakilkan saja di saat meeting dengan tuan Dalfa" Leon.

__ADS_1


"Baik tuan sayan laksanakan" Dika.


Leon berencana akan bertemu dengan istri nya ditaman tempat mereka bersama untuk menghabiskan waktu.


**********


Dalfa dan Dila pergi bersama menuju perusahaan Leon.


Tiba lah Dalfa dan Dila di perusahaan Leon.


"Dila kamu sudah menyiapkan semua berkas nya kan" Dalfa bertanya.


"Sudah Fa, aku meyiapkan berkas nya sedari malam jadi kamu nggak usah kwatir" Dila berucap.


Mereka pun akhirnya berjumpa dengan Dika selaku mewakilkan meeting tersebut dan sebagai tuan rumah Dika pun mempersilahkan mereka berdua.


"Silahkan Tuan dan Nona" Dika.


Beberapa lama kemudian Meeting telah di laksanakan dengan cukup waktu yang agak lama.


**********


Di rumah Sakit Dalfi baru saja melakukan oprasi pada pasien yang pernah mengalami benturan keras.


"Dok apa perlu saya siapkan sekarang ruang inap bagi pasiennya" tanya perawat.


"Oh iya sus jangan lupa dan pastikan selalu pasien dirumah sakit ini harus diberi pelayanan yang sangat menjunjung rasa kemanusian, karena saya tidak ingin semua yang bekerja di sini memperlakukan pasien se enaknya" ancam Dalfi.


**********


Dalfa yang masih merasa marah melihat kedekatan Saudara kembar nya sudah sangat akrab dengan Sita membuat nya ada rasa ke khawatiran.


"Tidak mungkin,itu tidak mungkin terjadi" Dalfa merasa gundah.


Dan ketika berpapasan dengan Sita Dalfa merasa canggung namun dia beranikan diri untuk memeluk istrinya.


"Aku sangat merindukan mu sangat merindukan mu" Dalfa berkata.


Sita yang tiba tiba dipeluk oleh suami sedikit merasa aneh dengan sikap Dalfa.


"Mas kamu kenapa kok Tiba tiba begini" Sita.


"Biarkan aku memeluk lebih lama Sita" pinta Dalfa.


Sita pun akhirnya membalas pelukan suaminya dengan hangat.


"Aku juga merindukan mu mas" ucap Sita.


Namun disaat Dalfa mendengar penuturan Sita dia menangis dalam hatinya karena merasa sangat bersalah pada istrinya yang selama ini sudah mengkhianatinya.


cairan bening jatuh dari pelupuk mata Dalfa.


"Berjanjilah pada ku bahwa dirimu agar selalu menjaga cinta mu untuk ku" Dalfa.

__ADS_1


"Iya mas aku berjanji sampai kapan pun aku akan menjaga nya dan hati ku hanya untuk mu seorang" Sita membalasnya.


Dalfa melepaskan pelukannya lalu kemudian dia menunjukan sesuatu bingkisan pada Sita.


"Apa ini mas" Sita bertanya.


"Buka lah aku harap kamu menyukai nya" balas Dalfa .


Sita pun mulai membuka isi kotak tersebut dan dia begitu terkejut disaat bingkisan kado yang diberikan Dalfa berupa Liontin berlian yang berkisaran seharga


5,5 Milyar..


"Mas aku rasa kamu begitu sangat berlebihan dengan isi kado ulang tahun ku,asal kamu tahu mas


sedari dulu aku hanya mengharapkan balasan cintamu pada cintaku tanpa ada pengkhianatan" Sita.


Bagaikan disambar petir disiang bolong tubuh Dalfa.Ketika Sita mengetahui pengkhianatan yang dilakukan suami nya.


Sita pun berlalu pergi meninggalkan Dalfa.Sedangkan Dalfa hanya bisa mematung diam membisu dan lalu kemudian tubuh nya lemas jatuh kelantai sambil mengusap wajah nya dengan kedua tangannya.


"Aarrggggh Tuhan jika ini memang pembalasan dari mu aku ikhlas Tuhan" lirih Dalfa.


Sita yang berada di kamar nya menangis sejadi jadinya dia mengeluarkan segala kepedihannya selama bertahun tahun dia pun begitu setia dan menjaga cinta nya untuk Dalfa,tetapi Dalfa membalasnya dengan kepedihan yang begitu dalam.


"Aku ingin berpisah dengan mu mas"batin Sita.


Sita masih menangis tersedu hingga akhirnya rasa kantuk itu datang menghampirinya dan Sita pun tertidur.


Dalfa lalu berdiri depan pintu kamar Sita.


"Jika kau suatu saat nanti ingin berpisah dengan ku,begitu tidak berdaya diri ku tanpa mu" Ucap Dalfa.


**********


Rakha sebagai seorang bapak sebenarnya tahu setiap kelakuan anaknya,bahkan Rakha pernah mengancam Dalfa jika mana dia tidak bisa meninggalkan Dila,dia pastikan nama Dalfa tercoret dari daftar nama keluarga,karena Rakha tidak ingin menyakiti hati kedua wanita yang selama ini dia sayangi yaitu Diandara dan Sita yang sudah di anggap anak nya sendiri.


"Sekarang kamu menyesal kan nak,sedari dulu papi suka memberi rambu rambu agar kau menjauhi nya" Batin Rakha.


Tokk,,tokkk,tokk suara ruangan kerja Rakha di ketuk


"Masuk" titah nya.


"Mas sudah hampir larut malam kenapa kamu belum istirahat" Tanya Diandara.


"Kemarilah istri ku,aku ingin bercerita pada mu,namun apakah kau akan siap untuk mendengarkan nya" Dalfa.


"Tentang apa itu mas,sampai kau berbicara seperti itu" Diandara bertanya kembali.


"Dalfa sudah mengecewakan Sita,sayang" tutur Rakha.


Diandara yang mendengar penuturan suami nya masih aneh dan tidak tahu maksud dari isi pembicaraan itu.


...... Selamat membaca karya novel ku.......

__ADS_1


__ADS_2