
Selamat membaca ...
...****************...
Rissa menatap Vano secara seksama, karena pria itu hanya diam dan sesekali menhela napasnya kasar. Pria tampan yang Rissa kagumi beberapa tahun ini, kini sudah ada dalam genggamannya. Hanya satu yang perlu ia singkirkan, yaitu istrinya, Cheryl. Vano terlihat jauh lebih tampan saat sedang serius, membuat jantung Rissa meleleh dibuatnya.
“Vano, kenapa kau hanya diam saja? Apa kau ada masalah di kantor, atau masalah dengan istrimu?” tanya Rissa semakin penasaran dengan apa yang Vano alami.
“Aku memikirkan mu, karena aku takut jika Cheryl akan melakukan hal gila padamu. Padahal kau tidak bersalah sama sekali,” ucap Vano dengan lirih. Rissa yang mendengar hal itu sangat santai seperti tak ada beban yang harus ia takutkan.
“Kau tidak perlu merasa cemas, sayang. Justru aku yang harus memikirkan mu tentang hubungan kita. Apa kau sudah punya rencana?” tanya Rissa penasaran, dengan apa yang akan dilakukan oleh Vano, jika istrinya tahu mengenai hubungan mereka.
“Aku belum tahu, tapi aku akan terus berusaha mencari cara agar kita bisa bersama selamanya,” jawab Vano dengan sangat yakin.
Setelah mendengar hal itu, mata Rissa terasa sangat berat, saat rasa kantuk mulai datang. Akhirnya Rissa memutuskan untuk tidur beberapa saat dan membiarkan Vano memeluknya dari arah samping.
***
Di sisi lain, seorang wanita sedang mencari sesuatu di ruangan kerja milik suaminya. Wanita itu ingin mencari bukti yang bisa meyakinkan dia atas segala opini dirinya terhadap sang suami. Atau bahkan, ia ingin mencari bukti tentang perselingkuhan suaminya.
“Mas, aku tidak akan pernah percaya dan tidak akan menyangka jika kau tega melakukan pengkhianatan ini padaku. Aku akan mendapatkan bukti itu dan melemparkannya ke wajah mu,” gumam Cheryl dengan nada bergetar menahan rasa sesak di hatinya.
Wanita itu terus mencari sesuatu di dalam laci meja kerja sang suami. Namun, lagi dan lagi wanita itu semakin diyakinkan oleh sebuah cincin intan murni, yang harganya memakan biaya milyaran tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
Cheryl melihat sebuah kertas catatan yang ada di dalam kotak cincin tersebut. Ada sebuah surat cinta untuk menyatakan sebuah lamaran, dan ada kertas billing cincin seharaga lima Milyar . Mata Cheryl kini mulai memerah dan terasa sangat panas, giginya menggertak dengan kuat, saat melihat bukti suaminya sudah berbohong selama ini.
Lelehan bening yang ia tahan sejak tadi, kini luruh seketika. Mulutnya sudah terkunci seolah tak bisa mengungkapkan rasa sakit di hatinya. Ia sungguh tak menyangka, jika suami yang sangat ia cintai tega berbuat demikian.
Ia terlalu percaya pada Vano, hingga selalu mempercayai apa yang sudah diucapkan oleh pria tersebut. Cheryl segera menghapus lelehan bening yang telah membanjiri pipi indahnya, dan segera mencari tahu kebenarannya.
Mungkin saat ini memang belum ada bukti yang kuat, untuk mengungkapkan kebenarannya. Namun, ia tidak akan tinggal diam, saat ia dikhianati oleh suaminya, Vano. Ia bersumpah pada dirinya sendiri untuk mengungkap kebenarannya.
“Tega kamu mas. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk mencari tahu siapa wanita murahan yang sudah menggoda mu. Akan aku pastikan jallang itu akan mati di tanganku,” gumam Cheryl sambil menggertakkan giginya, dan segera merapikan kembali meja kerja suaminya.
Cheryl masih tak percaya dengan apa yang ia ketahui hari ini. Suami yang ia kira sangat mencintainya, ternyata memiliki wanita lain selain dia. Tidak bisakah kau setia pada diriku seorang, Mas. Begitu pikir Cheryl.
Cheryl terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Sebenarnya apa kurangnya ia, hingga suaminya mencari kesenangan lain di luar rumah.
“Siapa pun wanita yang sudah menjadi orang ketiga, dan menghancurkan rumah tangga ku. Akan aku pastikan dia tidak akan melihat matahari di esok hari,” sumpah Cheryl pada dirinya sendiri.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi Vano belum juga pulang. Kebiasaan itu sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dan sekarang Cheryl paham kenapa suaminya sering pulang malam.
‘Suamiku pasti sedang bersama wanita murahan itu,’ batin Cheryl yang merasakan dadanya kembali bergemuruh.
Namun, tak lama kemudian. Terdengar suara langkah kaki dari arah luar menuju kamar Cheryl. Wanita itu segera memejamkan mata dan berpura-pura tidur. Ia kembali berpikir, jika langsung mengungkap apa yang telah ia ketahui hari ini, maka Vano akan berkilah mencari alasan dan mulai waspada terhadapnya.
‘Sebaiknya aku harus mengikuti arus permainan yang telah kamu buat Mas, dan yang terpenting adalah, aku harus berpura-pura bodoh di hadapan mu, seolah aku belum tahu apa yang kau lakukan di belakang ku. Agar aku mudah mendapatkan bukti tanpa membuat mu waspada padaku,’ batin Cheryl yang mulai merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Terdengar suara pintu terbuka, dan langkah kaki menuju tempat tidur di mana Cheryl sedang merebahkan tubuhnya di atas sana. Cheryl tahu, jika Vano sedang membuka pakaiannya untuk bergegas membersihkan diri.
Beberapa saat setelah membersihkan diri, Vano mulai naik ke atas tempat tidur dan mulai menjamah seluruh tubuh Cheryl dengan perlahan.
“Sayang, apa kau sudah tidur?” tanya Vano dengan nada sensual.
‘Cih! sayang, sayang, Palamu peyang. Aku tidak akan tergoda dengan rayuan mu itu Mas,’ batin Cheryl menggerutu.
Tidak! Cheryl bukan hanya kesal. Bahkan, saat ini dadanya terasa sangat sesak dan ingin menangis sekeras mungkin. Wanita itu hanya sedang berusaha menahan isakan tangisnya, agar suaminya tidak curiga.
“Sayang,” panggil Vano lagi, tapi Cheryl berpura-pura melenguh dan membuka matanya secara perlahan.
“Mas, malam ini aku sangat lelah,” ucap Cheryl menyela, sebelum Vano mulai menjamah tubuh sintal itu. Bukannya ia tidak mau melayani suaminya. Namun, untuk saat ini hati Cheryl masih belum bisa menerima kenyataan yang baru ia ketahui hari ini. Bisa dikatakan Cheryl sedang kecewa.
“Baiklah, aku juga hanya ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Vano dengan nada kecewa. Namun, Cheryl yang mendengar ucapan suaminya itu langsung mengernyitkan dahi tanda penasaran.
“Apa Mas?” tanya Cheryl yang akhirnya kalah dengan rasa penasaran.
“Besok aku mau ke luar Kota selama satu minggu,” jawab Vano dengan santai, tanpa memperhatikan raut wajah istrinya yang sudah berubah jadi muram. Wanita itu tertegun saat mendengar ucapan Vano.
Ada banyak rasa takut yang ia rasakan saat ini. Rasa takut yang begitu kuat, dan mulai menyeruak dalam jantung, hingga membuat setiap detakannya akan terasa sangat sakit.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...