Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Ciuman panas di pagi hari


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Kali ini ia harus benar-benar menguras emosi hanya untuk satu orang pria. Mau tak mau ia harus segera mencari cara, agar Aidan mau melepaskan dirinya. Ya! ia memang harus menggunakan cara apapun agar bisa terlepas dari pria mesumm itu.


"Apa kau sudah lupa sayang, kita ini sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai. Semalam kau sangat merindukan ku hingga memeluk ku dalam keramaian. Apakah pagi ini kau sudah berubah," ucap Aidan sarkas dengan tatapan yang menggoda ke arah Rissa.


"Kau sangat gila! Kau benar-benar gila! Rasanya aku akan mati jika terus bersama pria brengsekk seperti dirimu!" bentak Rissa yang sudah kesal setengah mati.


"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, sebelum kau benar-benar menjadi milikku seutuhnya," desis Aidan sambil menatap tajam ke arah Rissa.


'Pria ini sangat gila. Aku harus mencari cara untuk lari dari cengkeramannya. Dari mana rumor yang katanya pengusaha ini bersifat dingin dan kejam. Aku merasa pria ini mesumm dan suka berbuat seenak hati,’ batin Rissa menggerutu dalam hati.


"Baiklah, kali ini aku akan mengikuti keinginan mu, untuk menjadi kekasih seutuhnya, tapi lepaskan cengkraman tangan mu dan keluarlah dulu. Aku ingin memakai pakaian ku," ucap Rissa dengan nada memohon.

__ADS_1


Namun, bukannya patuh. Aidan malah diam saja. Bahkan, kini matanya sudah melihat sosok Rissa dari atas sampai bawah, yang hanya menggunakan handuk kimono. Rissa yang mendapat tatapan seperti itu dari Aidan, langsung merapatkan handuk kimono yang ia pakai, dan menyilangkan kedua tangan untuk menutupi dada indahnya, yang terlihat begitu sintal dan padat.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Cepat keluar dari kamarku!" ucap Rissa dengan nada mengusir, sambil menunjuk ke arah pintu. Berharap pria itu segera keluar dari kamar, agar ia bisa memakai pakaiannya.


Pria itu bangkit dari tempat tidur Rissa bukan untuk pergi dari sana, tapi untuk melangkahkan kakinya secara perlahan ke arah Rissa. Tak lupa juga tatapan mesumnyaa ke arah wanita cantik tersebut, hingga membuat Rissa yang melihat hal itu merasa sangat takut dan melangkahkan kakinya ke arah belakang secara perlahan.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Rissa dengan gugup. Langkahnya tak cukup cepat hingga pria itu langsung menarik tubuhnya ke dalam pelukan Aidan.


"Kau sangat cantik sayang, dan juga sangat menggoda," bisik Aidan tepat di telinga Rissa dengan nada yang sensual, hingga membuat telinga Rissa memerah dan bulu kuduknya meremang seketika.


"Kumohon! Cepat hentikan ini," pinta Rissa memohon, karena tak tahan dengan sentuhan tangan Aidan yang sangat nakal dan agresif.


"Aku tahu kau sangat menikmati ini, sayang. Nikmatilah sebentar saja," ucap Aidan ikut menikmati tubuh Rissa, dan masih terus menjelajahi bokoong indah milik wanita cantik itu. Tak hanya itu, kini Aidan menarik tengkuk leher milik Rissa dan segera melummat bibir indah wanita tersebut.


Rissa yang merasakan ciumann penuh gairahh dari Aidan langsung memberontak dan berusaha mendorong pria itu, agar menjauh dari tubuhnya. Meski semua hal yang ia lakukan hanya sia-sia saja.

__ADS_1


Tak hanya sampai disitu, Aidan pun menyesap dan melummat habis bibir indah Rissa dengan sangat kuat dan ganas. Hingga membuat wanita itu marasa kualahan untuk mengimbanginya.


Terdengar suara kecapan demi kecapan indah di dalam kamar tersebut. Tangan Aidan yang sejak tadi di bawah sana terus meremmas bokkong indah milik Rissa. Kini, perlahan mulai naik ke atas gunung Himalaya milik wanita cantik tersebut.


"Aidan, jangan," ucap Rissa disela-sela dessahannya. Dengan menampilkan tatapan mata yang sayu, dan matanya yang merah karena sudah dipenuhi kabut gairah, sambil menahan tangan Aidan yang sudah naik ke atas bukit himalayanya.


"Tenang lah, aku akan melakukannya dengan perlahan. Aku tahu kau sangat menikmatinya," ucap Aidan sambil menatap wajah Rissa dengan tatapan penuh harap. Ia sudah tidak sabar ingin meremmas dua benda kenyal yang menggantung indah di dada Rissa.


Rissa menggelengkan kepalanya dengan cepat saat mendengar keinginan Aidan. Namun, lagi dan lagi Aidan tak peduli dengan jawaban Rissa. Pria itu sudah meremmas kedua bukit Himalaya milik Rissa secara paksa, dan dengan perlahan memasuki handuk kimono yang sedang digunakan oleh wanita tersebut.


Ahhss! Ahhss! Ahhss!


Terdengar suara dessahan Rissa yang begitu kuat, hingga suara tersebut mampu membuat Aidan jauh lebih bergairrah dari sebelumnya. Ciumman dan lummatan panas itu pun terjadi pada pagi hari ini, hingga memporak-porandakan dua semangka dan juga dua bukit Himalaya milik sang empunya, dan mampu membuat kenikmatan-kenikmatan yang terjadi diantara mereka.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2