
Selamat membaca ...
...****************...
Matanya kembali membulat dengan sempurna, saat melihat riwayat panggilan suaminya yang ternyata dari wanita murrahan, yang tak lain adalah Rissa. Manik mata yang indah itu kini tak terasa sudah panas, dipenuhi dengan cairan bening yang yang menggenang di pelupuk matanya.
"Tega kamu mas, ternyata kamu masih saja berhubungan dengan wanita jallang itu. Meskipun, kamu tahu jika Rissa sudah berani jalan dengan pria lain di hadapan mu sendiri. Sebesar itukah rasa cintamu padanya. Aku sungguh tak habis pikir dengan dirimu. Apa kau sangat mencintainya? Kenapa hatiku rasanya sakit saat memikirkan cinta yang terbagi dengan wanita lain. Sekarang aku mulai meragukan cinta mu padaku mas. Apakah masih ada sisa rasa cinta untukku," gumam Cheryl dengan lirih dan diiringi dengan lelehan cairan bening yang membanjiri pipi indahnya, seiring rasa kecewa yang ia rasakan.
Setelah beberapa saat, terdengar suara pintu terbuka. Cheryl yang mendengar hal itu langsung meletakkan kembali ponsel milik suaminya di tempat semula, agar tidak ketahuan oleh pria itu. Ia juga langsung menghapus lelehan bening di pipinya yang terus mengalir. Ia harus tetap berusaha tenang agar suaminya tidak menaruh curiga.
Wanita itu segera membalikkan tubuhnya ke arah sosok pria yang baru muncul dari balik pintu kamar mandi tersebut. Ia tersenyum manis menyambut sosok suami yang sangat ya cintai selama ini.
__ADS_1
"Mas apa kau sudah selesai?" tanya sang istri sambil tersenyum lembut untuk menyembunyikan rasa gugupnya.
Vano yang melihat hal itu merasa sangat aneh dengan sikap sang istri, yang sangat mencurigakan di matanya. Namun, ia bersikap biasa saja dan menepis segala rasa curiganya terhadap wanita itu. Ia sangat percaya pada Cheryl, karena sejak menikah, istrinya sangat patuh dan baik.
"Sudah sayang, sebaiknya kita segera berangkat," ucap Vano sambil mengambil ponsel miliknya yang ada di atas meja. Pria itu sesekali melirik ke arah benda pipih yang ada di tangannya tersebut.
"Mas Ada Apa dengan mu? Kenapa kau melihat ke arah ponsel terus. Apa ada hal yang penting dalam ponsel itu, hingga kau memeriksanya berulang kali. Apa ada pekerjaan mendesak yang ingin kau kerjakan?" tanya Cheryl dengan tatapan curiga.
"Mas, Kenapa kau diam saja? Apa kau sedang tidak enak badan?" tanya Cheryl lagi, dengan penuh selidik. Wanita itu pun menyentuh dahi milik suaminya yang terasa dingin.
"Tidak, aku baik-baik saja, sayang. Apa kau marah padaku karena hal ini" tanya Vano balik sambil menatap sang istri dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
__ADS_1
"Mas apapun yang kamu lakukan, aku akan mendukung mu. Apapun keputusan mu dan apapun kesalahan mu padaku. Sebesar apapun itu, aku akan tetap memaafkan mu, itu karena aku sangat mencintai mu mas, kecuali sebuah pengkhianatan. Sudahlah, sekarang kita akan makan, tidak baik jika terus membahas masalah ini," jawab Cheryl dengan tegas. Wanita itu menatap sosok pria yang ada di hadapannya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
"Aku tahu kau sangat mencintai ku dan aku percaya itu. Aku sangat mencintaimu sayang. Kau jangan ragukan cintaku lagi padamu, oke," ucap Vano dengan tegas, lalu tersenyum lembut ke arah Cheryl, untuk meyakinkan istrinya.
"Mas bolehkah aku bertanya padamu. Apa kau pernah mengenal Rissa sebelumnya? Aku lihat kau sepertinya tidak terkejut saat melihat wanita itu bersama Tuan Aidan. Bahkan kau terlihat sangat santai," tanya Cheryl dengan penuh selidik, yang mana hal itu membuat Vano mengerutkan dahinya, tanda tak mengerti dengan apa yang istrinya ucapkan.
"Apa maksud mu? Apa kau sedang mencurigai ku?" bukannya menjawab pertanyaannya terhadap sang istri, ia bahkan bertanya kepada istrinya dengan tatapan yang penuh curiga. Melihat reaksi Vano yang begitu cepat, Cheryl pun semakin jengah dibuatnya.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...
__ADS_1
Note: Novel ini akan segera ditamatkan