
Selamat membaca ...
...****************...
Di sisi lain, Vano sudah keluar untuk berjalan-jalan bersama dengan wanita yang menjadi kekasih gelapnya. Pria itu menghubungi Rissa untuk bertemu dia taman yang lumayan dekat dengan hotel yang mereka tempati. Pria itu tampak bahagia sambil merangkul pinggang Rissa dengan sangat posesif.
Malam hari ini memang terlihat sangat indah. Sinar rembulan yang sangat cerah, dan bintang- bintang bertaburan menghiasi langit hitam yang sedikit kebiruan, membuat siapa saja yang melihat akan jatuh dalam keindahan malam hari ini.
“Apa istrimu sudah tidur?” tanya Rissa yang kini sudah duduk di sebuah bangku yang tersedia di taman tersebut.
“Sudah, sepertinya dia kelelahan karena perjalanan jarak jauh. Lalu, apa kau tidak merasa lelah setelah melakukan perjalanan jarak jauh tadi?” tanya balik Vano pada Rissa. Pria itu membelai pipi mulus milik wanita cantik yang ada di hadapannya, dan sesekali menyelipkan anak rambut wanita tersebut.
“Pantas saja kau berani keluar cepat saat aku memanggil mu. Aku juga lelah, tapi itu sedikit. Kau tidak perlu merasa khawatir. Ini juga karena rasa rinduku padamu tidak dapat di tahan lagi,” jawab Rissa tak kalah menggoda pria yang yang ada di sampingnya tersebut.
“Apa kau berangkat satu mobil dengan Tuan Aidan? Apa dia melakukan sesuatu padamu?” cecar Vano dengan segala macam pertanyaannya.
“Iya, kami berangkat bersama. Tidak, dia tidak melakukan apapun. Hanya saja, dia terlalu dingin hingga aku tidak mengerti dengan apa yang pria itu inginkan,” jawab Rissa dengan nada malas.
“Lalu, ke mana dia sekarang. Aku tidak melihatnya saat keluar tadi?” tanya Vano yang mulai penasaran terhadap Aidan. Lebih tepatnya, ia cemburu jika Rissa terlalu dekat dengan bosnya.
__ADS_1
“Aku rasa dia sedang istirahat di kamarnya, karena sejak datang ke sini, dia langsung masuk kamar hotel dan belum keluar sama sekali. Ini jauh lebih baik, karena dengan dia istirahat, aku pun bisa beraktifitas sesuai keinginan ku,” jawab Rissa dengan perasaan bahagia.
Setelah percakapan itu, tidak ada lagi obrolan diantara mereka. Rissa, maupun Vano hanya diam dan menikmati kebersamaan mereka.
Rissa mulai mengelus dada bidang milik pria tampan tersebut. Vano yang sudah sejak tadi menahan hasratnyaa untuk ******* habis bibir mungil Rissa pun, kini semakin tertantang dan semakin membuatnya merasakan aura panas di seluruh tubuhnya. Ya! Rissa terlihat sangat cantik dan menggoda di matanya.
Vano mulai mendekatkan dirinya ke arah Rissa. Ia berusaha untuk mencium bibir wanita cantik itu. Namun, terdengar suara deheman seorang pria yang tak jauh dari lokasi mereka. Rissa maupun Vano, yang mendengar hal itu langsung terkejut dan saling berjauhan dengan jarak normal lagi.
‘Shhtt! Berani- beraninya ada yang mengganggu ku, disaat seperti ini,’ gerutu Vano dalam hati. Sedangkan, Rissa hanya menunduk karena menahan rasa malu, tapi wajahnya yang memerah karena malu pun sudah tidak bisa di sembunyikan lagi.
“Apa aku sudah mengganggu kalian?” tanya sosok pria yang baru saja muncul di hadapan Vano dan Rissa.
Yang membuat Vano semakin tertegun adalah, pria itu menjadi partner dalam proyek yang mereka lakukan saat ini. Apalagi Aidan juga tahu, jika ia sudah berumah tangga dengan Cheryl. Kali ini mampus lah aku, begitu pikir Vano. Padahal Aidan sudah mengetahui kelakuan busuk Vano selama ini.
Kini, wajah Vano sudah memucat dan tidak sanggup mengatakan satu patah kata pun. Air mukanya hilang dalam sekejap mata. Bagaimana ia bisa menjaga reputasinya nanti, jika pria berkuasa itu pun sudah tahu tabiatnya dalam rumah tangga.
“Ti-tidak Tuan. Apa yang Tuan lakukan di sini malam- malam?” tanya Vano dengan gugup.
‘Haiss, kenapa dia malah bertanya seperti itu. Jika pria itu bertanya balik, apa dia bisa menjawabnya,” gerutu Rissa dalam hati. Sungguh ia merutuki kebodohan kekasihnya saat ini.
__ADS_1
“Aku hanya ingin jalan-jalan malam hari, karena aku melihat cuacanya sangat bagus. Jadi aku ingin menikmatinya, tapi sayang sekali, aku melihat pemandangan tak senonoh di sini, lalu aku datang saja ke sini. Apa ada masalah?” tanya sosok pria tersebut dengan santai, dan menampilkan wajah tanpa dosa.
Vano yang mendengar penuturan dari pria yang ada di hadapannya tersebut semakin takut, jika pria itu akan membocorkan masalah ini pada istrinya. Rissa yang melihat raut wajah Vano yang begitu ketakutan menjadi sangat penasaran. Sebenarnya seberapa besar kedudukan Aidan, hingga ia mampu membuat Vano ketakutan seperti itu.
“Maaf, Tuan. Saya harap masalah ini cukup jadi masalah pribadi dan tidak perlu dipermasalahkan bukan?” tanya Vano mencoba untuk memberanikan diri, agar masalah malam hari ini cukup sampai di sini saja, dan tidak perlu dibawa keluar.
“Apa kau pikir, aku seorang pria yang tidak punya kesibukan. Aku bahkan tidak punya waktu untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting seperti ini, tapi yang menjadi masalah adalah, kau berhubungan dengan Sekretaris ku dan itu akan membawa pengaruh buruk dalam perusahaan yang aku pimpin,” ucap sosok pria tersebut dengan santai, dan sesekali melirik ke arah Rissa dengan tatapan penuh ancaman.
“Saya tahu, Tuan sangat bijak dalam hal ini. Terima kasih sudah mau membantu saya merahasiakan hal ini, tapi saya rasa ini adalah masalah pribadi. Jadi di mana letak Rissa membawa pengaruh buruk dalam perusahaan tuan,” ucap Ansel dengan sarkas.
Pria itu berpikir untuk membela Rissa di hadapan Aidan. Namun, terlihat pria yang ada di hadapannya tersebut memalingkan wajahnya sambil berdecih dan menampilkan senyum smirk nya.
Rissa yang masih ada di sana, hanya bisa diam tak berani mengatakan satu patah kata pun, karena ia tak berani saat melihat pria berperawakan tegap di hadapannya. Entah kenapa nyalinya seakan mulai menciut. Ia seperti seorang istri yang tengah terciduk oleh suaminya.
“Cih! Apa kau berpikir aku sedang melindungi aksi bejad mu ini? Jangan mimpi! Meskipun saat ini istrimu tidak tahu apapun, tapi bukan berarti dia bodoh dan buta. Atau jangan- jangan dia sudah tahu, tapi memilih untuk diam dan mengumpulkan bukti yang kuat agar bisa menceraikan kamu. Dan untuk Rissa, dia adalah orang ku, jadi kau tidak punya hak atas dirinya,” ucap Aidan dengan tegas.
“Rissa, apa ini sikap profesional mu saat bekerja? Kau bahkan berani berhubungan dengan pria yang sudah memiliki istri,” sambungnya lagi, sambil melirik sekilas ke arah Rissa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...