Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Resmi bercerai


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Pagi harinya, tubuh Rissa terasa remuk redam akibat pergulatan panasnya bersama Aidan, pria brengsekk yang sudah mengambil kehormatannya. Pria licik itu menggunakan segala cara untuk menjeratnya dalam sebuah hubungan, yang sama sekali tak ingin ia jalin.


Bahkan, saat dirinya bangun pun, pria itu sudah tidak ada di apartemennya. Ah! Ya. Hari ini ada meeting penting dengan klien. Lalu bagaimana dengan dirinya yang bangun telat akibat bosnya sendiri. Rissa benar-benar akan mengutuk pria gila itu, dan tidak akan pernah memaafkannya.


Baru saja ia ingin turun dari tempat tidur, ia malah melihat secarik kertas di atas nakas. Dengan cepat akhirnya Rissa mengambil kertas yang berisi catatan tersebut.


[Untuk Rissa istriku, jangan lupa makan sarapan yang sudah aku siapkan. Oh ya, hari ini tidak perlu datang ke kantor. Aku tahu kau sangat kelelahan atas percintaan kita semalam. Aku mencintai mu, istriku. Dari suami mu, Aidan Smith.]


Begitulah isi catatan pagi hari ini, yang mana hal itu membuat Rissa semakin muak pada Aidan yang berbuat seenak jidat. Ia merasa jijik kala mengingat permainan Aidan yang sangat liar. Namun, yang lebih menjijikkannya lagi adalah, ketika ia mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh pria gila tersebut.

__ADS_1


Rissa melirik nampan yang sudah berisi sarapan lengkap dengan buah dan satu gelas susu di atas meja sebelah sana. Wanita itu menghela napasnya panjang, sebelum akhirnya bangkit untuk membersihkan diri. Ia harus membersihkan bekas percintaannya semalam hingga bersih. Apalagi saat ia melihat warna merah tanda kepemilikkan di leher, dan dadanya begitu banyak.


Ia sampai heran dengan Aidan yang sangat liar bagai serigala yang kelaparan. Rissa kembali mendessah berat saat memikirkan cara agar ia bisa keluar tanpa memperlihatkan tanda kepemilikkan tersebut. jika menggunakan syal, tentu akan terlihat sangat aneh, karena sekarang adalah musim panas.


“Ah! Tidak ada cara lain selain menggunakan BB Cream,” gumam Rissa dengan lirih.


***


Hari ini Rissa sudah ada janji temu dengan Vano. Pria yang beberapa waktu ini hilang entah ke mana, ia pun tak tahu dan tak ingin tahu. Namun, entah kenapa pria itu kembali lagi dan langsung ingin bertemu dengannya. Mau tidak mau ia harus menyiapkan rencana terakhirnya.


“Rissa, aku sudah bercerai dengan istriku,” ucap sosok pria yang terlihat tak terawat itu sambil menundukkan kepalanya. Penampilannya kini sudah tak rapih, dan bulu-bulu halus di wajahnya tumbuh dengan sangat subur.


“Maksud mu?” tanya Rissa santai, seolah tak ada masalah apapun selama ini.

__ADS_1


“Apa kau mau menikah dengan ku?” tanya Vano yang kini menatap Rissa dengan tatapan penuh harap.


“Cih! menikah? Dengan mu?” tanya Rissa sambil tersenyum smirk. Vano yang melihat hal itu tentu saja merasa sangat terkejut. Bukankah ini yang diharapkan oleh Rissa, yaitu perceraiannya dengan Cheryl, istrinya.


“Iya, bukankah ini yang kau harapkan? Kau ingin aku bercerai dengan Cheryl agar kita bisa menikah kan?” tanya Vano dengan tak habis pikir. Ia tidak mungkin di campakkan begitu saja kan?


“Aku rasa kau salah memahami ku Vano,” ucap Rissa dengan nada menyesal, tapi raut wajahnya menampilkan sebaliknya. Terlihat seperti iblis yang tengah bahagia setelah menghasut orang lain.


“Ap-apa yang kau katakan?” tanya Vano dengan gugup. Wajahnya sudah pucat pasih seraya menatap tajam ke arah wanita cantik yang ada di hadapannya tersebut.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2