Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Tembakan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Dor! Dor! Dor!


Vano meringis ketakutan, saat suara tembakan menggema di dalam ruangan tersebut. Namun, pria itu seketika mendongak dan melihat sesuatu telah terjadi. Ia tidak mati! Vano sangat senang mengetahui jika ia masih baik-baik saja.


Rissa yang digagalkan oleh orang lain itu akhirnya melihat ke arah belakang. Brengsekk! Aidan adalah orang yang menembak senjata apinya hingga terjatuh. Wanita itu membulatkan matanya dengan sempurna saat Aidan tengah berjalan ke arah dirinya.


“Brengsekk! Apa yang kau lakukan di sini? dari mana kau tahu?” geram Rissa sambil melayangkan tatapan tajamnya ke arah pria tersebut.


“Itu tidak lah penting,” jawab Aidan dengan santai lalu meniup ujung senjata api miliknya.


“Tuan Aidan,” gumam Vano dengan lirih lalu berdiri dan berjalan menghampiri pria yang baru saja menyelamatkan hidupnya.


“Jangan mendekat!” Aidan mengangkat satu tangannya. Vano berhenti di tempat dan menatap Rissa dengan tatapan benci.


“Aidan, apa yang kau lakukan? Kau sudah menghancurkan semua rencana ku!” bentak Rissa dengan kilatan api amarah.

__ADS_1


“Jadi, ini semua sudah kamu rencanakan?” Vano tak habis pikir jika Rissa, wanita itu sudah tega membohonginya dan sudah menghancurkan segala kehidupan yang ia miliki.


“Menurut mu?” Rissa tertawa sinis. Vano semakin tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. Wanita yang ia cintai saat ini, adalah wanita yang ia campakkan di masa lalu.


“Rissa, aku tahu kau masih mencintaiku, maka dari itu kau mulai menghancurkan ku. Bukankah ini yang kau mau? Tolong jangan bunuh aku. Kau tahu kan ibu sudah tidak memiliki siapa pun lagi kecuali aku. Aku mohon berikan aku kesempatan. Aku janji, akan melakukan apapun untuk mu,” pinta Vano dengan memohon.


“Sekarang kau baru saja memikirkan masa depan ibumu, tapi kenapa kau tidak pernah berpikir sejak dulu, mengenai keluargaku. Kenapa baru sekarang? Apa kau takut?” tanya Rissa sambil melangkahkan kakinya ke arah Vano dengan tatapan mengintimidasi. Vano tertegun hingga memundurkan langkah kakinya.


“Ri-rissa, apa yang akan kau lakukan?” Rissa semakin mendekat dengan menampilkan senyum devil nya.


“Bersujud lah di kaki ku,” ucap Rissa dengan santai dengan dan mengejek.


“Ri-rissa.”


“Rissa, apa yang kau lakukan?” kini Aidan mendekati wanita itu dengan tatapan yang tak habis pikir. Ia tidak menyangka jika Rissa adalah seorang wanita yang sangat berbahaya.


“Ini bukan urusan mu! sebaiknya kau segera pergi dari hadapan ku sebelum aku menembakkan peluru ini di jantung mu.”


“Vano, apa kau masih ingin hidup?” tanya Rissa dengan nada sinis.

__ADS_1


Vano terdiam sesaat dan segera bersimpuh di lutut wanita yang ada di hadapannya. Vano tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan Rissa.


Dor!


Satu tembakan melesat tepat di tangan kanan milik Vano, hingga pria itu meringis dan ambruk tepat di kaki Rissa.


“Kau menipuku?” tanya Vano disela ringisannya.


“Bukankah itu rasanya sangat sakit?” bukannya menjawab, Rissa malah balik bertanya dengan tatapan mengejek.


“Rissa hentikan semua ini! Aku tidak ingin kau mengotori tangan mu dengan darah pria brengsekk ini.”


“Sudah aku katakan sebelumnya. Ini bukan urusan mu!”


“Ri-rissa.” Vano sudah tidak tahan akan rasa sakit di lengannya, karena darah yang terus mengalir, hingga membuatnya menjadi pucat pasih.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2