Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Nyicil


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Rissa terdiam sesaat setelah mendengar pertanyaan Aidan yang mengajaknya untuk menikah, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya malu-malu. Sebenarnya ia juga merasakan apa yang Aidan rasakan, tapi ia tidak yakin dengan perasaannya sendiri akibat balas dendam yang menutupi hatinya.


Aidan langsung mendekap tubuh mungil Rissa dengan sangat erat dan melemparkan kecupan yang bertubi-tubi di puncak kepala wanita tersebut. Aidan juga harus segera memberitahukan pada keluarga besarnya atas keberhasilan yang ia dapatkan beberapa waktu ini.


Brak!


Tiba-tiba saja pintu ruangan di mana Rissa berada terbuka dengan sangat kasar hingga menampilkan sosok wanita paruh baya yang masih cantik diusianya yang tak muda lagi.


Mendengar hal itu, Rissa maupun Aidan langsung menoleh ke arah sumber suara dan melepaskan dekapannya. Mata Rissa membulat tatkala melihat sosok wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


“I-icha ...,” ucapnya dengan lirih seraya meneteskan lelehan bening yang membasahi pipinya. Rissa tertegun hingga tak bisa membuka suaranya, bahkan mulutnya terasa kelu saat melihat wanita yang ada di hadapannya.


“Icha ... ibu kangen sama kamu nak. Kamu ke mana aja selama ini. Maaf, tolong maafkan ibu,” ucap sosok wanita tersebut yang kini sudah menghambur ke dalam pelukan Rissa. Wanita itu hanya diam saat menerima semua yang tengah terjadi. Sedangkan Aidan, hanya diam dan memperhatikan reaksi keduanya.


“Bu ... maaf aku sudah membuat ibu kehilangan putra ibu,” ucap Rissa dengan lirih setelah mulai merasa tenang. Bu Elin yang tengah memeluk wanita yang ia sayangi itu kini melepaskan dekapannya dan menatap mata Rissa dengan tatapan sendu.


“Ibu yang harusnya minta maaf sama kamu nak, karena tindakan Vano yang ceroboh tanpa sepengetahuan ibu, dia akhirnya menerima balasan setelah apa yang dia lakukan padamu dan juga keluarga Gultom. Ibu sudah menemui dia di kantor polisi dan mengetahui semuanya. Sekarang ibu sudah tidak memiliki apapun selain barang peninggalan ayah Vano,” ujar bu Elin sambil terisak dan tertunduk malu di hadapan Rissa.


“Ibu tidak bisa membenarkan apapun setiap kesalahan, tapi ibu akan menerima sebab akibat yang telah dilakukan oleh Vano. Apakah tuan Aidan suami Icha?” tanya Bu Elin yang kini beralih menatap sosok pria tampan yang sejak tadi ada di samping mereka.


“Benar nyonya, sebentar lagi,” jawab Aidan dengan tegas seraya merangkul pinggang ramping milik Rissa.


“Jangan panggil aku nyonya lagi, sekarang aku hanya wanita yang sudah kehilangan segalanya. Sebelumnya saya hanya minta, tolong jaga Icha dengan baik. Wanita lugu dan ceria ini telah hilang dari kehidupanku selama beberapa tahun, tanpa aku sadari penyebab semua ini adalah dari perbuatan putraku sendiri.” bu Elin tertunduk malu dan tak mampu hanya untuk sekedar mengangkat kepalanya dengan tegak.

__ADS_1


“Siapa pun anda, saya tetap harus menghormati orang tua. Saya juga berjanji akan menjaga dan membahagiakan Rissa bersama calon buah hati kami,” ucap Aidan tak menyadari ucapannya sendiri.


“Buah hati? Apa Icha sedang hamil?” tanya bu Elin dengan tatapan penasaran.


“Em ... aku bisa jelaskan bu,” ucap Rissa gelagapan.


“Benar nyonya, Rissa sedang hamil. Kami nyicil,” ungkap Aidan tanpa rasa malu sedikit pun, justru memperlihatkan deretan giginya yang rapih, hingga mendapat pukulan dari Rissa.


“Aww!” ringis Aidan seraya mengusap lengannya yang dipukul oleh Rissa.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2