Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Pilihan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Wanita itu memundurkan tubuhnya ke arah belakang. Ia merasa sesak saat hembusan napas milik Aidan menerpa wajahnya. Bahkan, kini wajahnya begitu dekat dengan wajah pria tampan yang ada di hadapannya tersebut.


“Kau jangan gila! Aku tahu apa maksudmu,” ucap Rissa dengan sarkas. Ia tidak ingin terjebak lebih dalam lagi, dalam permainan Aidan. Ia tahu pria itu hanya ingin bermain-main dengan dirinya.


“Benarkah? Kalau begitu aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu,” ungkap Aidan dengan nada santai, tanpa memperhatikan raut wajah Rissa yang sudah ditekuk.


“Bos, kita sudah sampai,” ucap Ren sang sekertaris, menyela ucapan sang tuan hingga mengalihkan fokus Aidan padanya.


“Hmm, ayo kita turun,” ajak Aidan sambil menarik tangan mungil milik sang kekasih.


Rissa meronta karena tidak bisa mengimbangi langkah kaki Aidan yang panjang. Wanita itu berjalan terseok-seok karena langkahnya yang lebih kecil dari pria gagah dan tampan tersebut. Namun, Aidan tetap tak sadar dengan apa yang dia lakukan pada Rissa.


Aidan yang terkenal tidak menyukai wanita, kini langsung menjadi sorotan publik di muka umum. Hingga ada beberapa orang yang bergumam, tapi masih terdengar di telinga Rissa.


“Bukankah itu tuan Aidan, yang terkenal menyukai sekretarisnya?” tanya orang 1.


“Hmm, benar. Aku pernah dengar dia tidak tertarik dengan seorang wanita, tapi kenapa hari ini malah membawa wanita. Apa dia sedang berpura-pura saja di depan muka umum,” jawab orang ke 2 dengan segala opininya.


Rissa yang mendengar hal itu hanya diam karena tak mengerti dengan apa yang orang-orang tersebut bahas saat ini. Ia dan Aidan akhirnya sudah sampai di sebuah ruangan yang banyak sekali gaun indah dan ber-merk.


“Selamat datang tuan, lama sudah tidak bertemu dengan anda. Apa pak penguasa ini sibuk saja?” tanya sosok wanita yang baru saja datang menghampiri mereka dengan pakaian yang cukup seksi tapi masih terlihat sangat elegan.

__ADS_1


“Sera, berikan gaun yang paling cocok untuknya! Jangan berikan yang terlalu terbuka!” pinta Aidan dengan nada perintah, tanpa menggubris pertanyaan dari Sera. Seorang wanita yang merupakan Manajer butik besar yang ada di dalam pusat ADS Fashion tersebut.


“Oh My God! Apa ini kekasih mu? sangat cantik!” kagum Sera pada sosok Rissa yang ada di samping pria dingin itu.


“Kau jangan terlalu banyak tanya. Cepat bawa dia dan carikan gaun yang cocok untuknya. Dandani dia dengan sangat cantik, aku ingin melihatnya sempurna malam ini. Ingat! Jangan sampai ada yang kurang sedikit pun!” titah Aidan dengan nada perintah yang tegas dan tanpa bantahan.


“Baiklah, aku akan berusaha seperti yang kau inginkan. Apa ini benar-benar wanita mu?” ucap Sera seraya berbisik penuh arti sambil mendekatkan diri pada pria dingin tersebut, tapi Aidan segera menghindar agar tidak terlalu dekat.


“Apa kau ingin tempat ini aku tutup?” tanya Aidan dengan sarkas, sambil menatap Sera dengan tatapan dingin. Wanita itu menghela napasnya kasar saat mendengar jawaban dari Aidan. Ia tahu jika pria itu memang tidak bisa digoda sedikit pun.


“Nona, ayo ikut aku,” ajak Sera dengan ramah sambil menggandeng tangan Rissa. Wanita itu hanya pasrah saat Sera menggandengnya masuk ke dalam sebuah ruangan.


“Bos, apa yang anda lakukan. Kenapa anda malah membawa wanita itu ke acara makan malam nanti?” tanya Ren sang sekertaris yang baru saja membuka suaranya. Aidan yang mendengar pertanyaan dar Ren hanya melirik, kemudian mendudukkan tubuhnya di atas sofa yang sudah tersedia di dalam ruangan.


“Ini urusan ku. Kau tidak perlu mencampurinya,” jawab Aidan yang kembali bersikap dingin pada orang lain, termasuk pada sang sekertaris.


“Lalu, apa kau sudah merasa takut?” tanya Aidan dengan nada dingin dan masih tak peduli dengan apa yang akan terjadi.


“Tidak Bos, saya hanya khawatir jik--,” jawab Ren yang sudah disela oleh sang Bos.


“Berhenti bicara dan lakukan saja tugasmu sesuai perintah ku,” sela Aidan dengan geram sambil melayangkan tatapan mautnya.


“Baik Bos, saya mengerti,” ucap Ren dangan patuh, tak ingin berdebat lagi dengan pria tersebut, karena sudah dipastikan jika ia tidak akan pernah bisa menang melawan pria berkuasa itu.


‘Ren memang ada benarnya juga. Setelah ini urusan ku dengan keluarga Xander akan sedikit berbeda. Aku harus segera menyelidiki motif Rissa mendekati Vano. Aku tidak yakin jika dia hanya mmbutuhkan uang, karena aku jauh lebih kaya. Jika Rissa mencintai Vano itu memang sedikit memungkinkan. Rissa adalah satu-satunya wanita yang membuat ku tertarik. Maka dari itu, aku harus membuka mata dan hatinya agar mau melihat ku,’ batin Aidan yang gengsi mengakui kekeliruan dalam tindakannya.

__ADS_1


...----------------...


Di sisi lain. Rissa yang masih ada di dalam ruangan ganti pun sedang menahan kekesalannya, karena ia harus mencoba pakaian ini dan itu. Ia hanya bisa patuh tanpa bisa membantah sedikit pun.


“Nona, ayo coba pakai yang ini,” ucap Sera sambil menyodorkan gaun yang ke sebelas pada Rissa.


Ditambah beberapa karyawan wanita yang ikut membantu untuk bertanggung jawab. Rissa hanya bisa menghela napasnya panjang saat menghadapi situasi seperti ini. Entah kenapa ia juga tidak bisa membantah.


“Apakah ini tidak terlalu banyak?” tanya Rissa sambil melihat kikuk ke arah gaun yang sedang di pegang oleh dua orang wanita karyawan yang ikut membantu.


“Tentu saja tidak, Nona. Tuan Aidan malah akan marah jika ini kurang,” jawab Sera dengan santai.


Akhirnya Rissa mau tidak mau harus terap mengikuti perintah Sera. Wanita itu terlalu bersemangat saat mendandani dirinya. Ini adalah gaun pertama yang harus ia coba, tapi kenapa Sera malah meminta Rissa untuk menunjukkannya pada Aidan terlebih dahulu.


“Nona ayo cepat. Jika Tuan Aidan tidak suka, butik ini yang akan kena dampaknya,” pinta Sera dengan memasang wajah melas. Rissa hanya menghela napasnya panjang agar bisa bersabar dalam beberapa waktu ini.


Rissa keluar dari dalam ruangan dengan gaun Maroon pilihan pertama. Gaun seksi dengan panjang di atas lutut dan bagian bahu yang terbuka luas, membuat wanita itu terlihat semakin seksi dan menggoda.


“Hei! Apakah ini sudah cocok untukku?” tanya Rissa dengan tiba-tiba, hingga membuat dua orang pria yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara.


Degg! Degg! Degg!


Degup jantung Aidan berdegup dengan kencang, seolah ingin keluar dari tempatnya. Rissa yang memang sudah dari awal menarik perhatian pria itu, karena pesona dan keberaniannya bersama suami wanita lain, semakin membuat Aidan merasa tertantang. Entah itu adalah sebuah keberanian atau sebuah kebodohan, tapi yang jelas, karena hal itu lah Aidan mulai tertarik pada Rissa.


Aidan menatap kagum ke arah wanita yang masih berdiri di hadapannya tersebut. Wajahnya terlihat sangat polos, saat memakai make up yang tipis. Sekarang, Aidan tahu jika wanita itu hanya memakai topeng antagonis untuk statusnya yang mencintai pria beristri.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...


__ADS_2