Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Perjodohan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Setelah mengatakan hal itu, akhirnya sepasang suami istri itu pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mereka untuk beristirahat.


"Dasar! Menantu manja yang tidak berguna. Bahkan, memberikan ku cucu saja tidak bisa. Sekarang aku menyesal telah merestui hubungan mereka, dan bodohnya putraku yang menyia-nyiakan nona besar dari keluarga Gultom. Apa sebaiknya aku mencarikan istri kedua untuk putraku, agar aku bisa segera menimang cucu," geram Bu Elin sambil menatap dua orang yang sedang berjalan ke arah kamar mereka dengan tatapan sinisnya.


***


Kini Vano maupun Cheryl sudah tiba di kamar mereka. Pria itu yang langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa yang ada di sana, sedangkan sang istri langsung memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.


"Aku tahu pasti Cheryl sangat sedih mendengar ucapan ibu yang sangat keterlaluan. Jangan sampai Ibu bersikap lebih jauh untuk menindas istriku," gumam Vano sambil meremmas rambutnya kasar.


Ia pusing memikirkan masalah sang istri yang sudah curiga pada hubungannya dengan Rissa. Kini masalah lain sudah dating lagi, yaitu ibunya yang selalu berselisih dengan sang istri sejak mereka menikah.

__ADS_1


"Tuhan sampai kapan ibu mau membenci ku. Aku sudah tidak tahan dengan ucapan dan segala perilakunya. Hatiku juga bisa sakit, Ibu juga seorang wanita. Apakah ibu tidak pernah mengerti perasaan sesama seorang wanita. Tidak! aku tidak boleh terlihat lemah saat ini," ucap Cheryl dengan lirih sambil bercermin dalam kaca yang ada di sana, dengan wajah yang sudah dipenuhi lelehan bening yang keluar dari sudut matanya.


"Apa sebenarnya alasan ibu tidak menyukaiku. Apa hanya karena aku belum bisa memberikan Ibu cucu sampai detik ini. Atau mungkin karena aku bukan nona muda dari keluarga Gultom," sambungnya kembali sambil meneteskan lelehan bening dari sudut matanya.


Setelah menumpahkan rasa sakit di hatinya, Cheryl pun segera membersihkan tubuhnya untuk bersiap makan malam bersama.


***


Cheryl keluar dari dalam kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya. Ia melihat sekeliling kamarnya yang sangat sepi, tapi seketika manik matanya membulat saat melihat sang suami tengah tertidur di sofa.


Wanita itu pun berjalan mendekati suaminya, untuk membangunkan sosok pria yang tengah terlelap agar segera membersihkan tubuhnya.


"Mas! Mas ayo bangun, hari sudah mulai gelap. Cepat bangun dan bersihkan tubuh mu. Kita harus bersiap untuk makan malam bersama ibu. Jangan sampai kita terlambat!" Cheryl memanggil suaminya yang tengah lelap dengan nada yang cukup keras, sambil menggoyangkan tubuh Vano agar terbangun.


"Sayang apa kau sudah selesai mandi?" tanya Vano yang masih setengah sadar dari tidurnya. Pria itu meregangkan otot tubuh sambil menguap.

__ADS_1


"Sudah Mas. Sudah sana, bersihkan diri dulu, biar aku yang menyiapkan pakaian mu," ucap Cheryl dengan lembut sambil mengacak rambut hitam milik Vano.


"Baiklah sayang. Aku akan mandi, kau siapkan pakaianku saja. Ucapan mu benar, jangan sampai kita terlambat untuk makan malam bersama, bisa-bisa ibu akan mengomel lagi," ucap Vano membenarkan ucapan sang istri, sambil tersenyum lembut ke arah wanita yang ada di hadapannya.


Jujur saja ia sangat bahagia dan bangga pada istrinya yang sangat baik dan lembut. Tak ingin membuang banyak waktu akhirnya Vano pun segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Di sisi lain, terlihat sosok pria yang sedang bingung bercampur kesal, lantaran sang Ibu memintanya untuk segera menikahi wanita yang sudah dijodohkan dengannya beberapa waktu yang lalu. Tentu saja hal itu dia menjadi pusing tujuh keliling.


Bagaimana mungkin dia bisa menikahi wanita lain, sedangkan di hatinya sudah ada wanita yang ia inginkan. Pria itu mengusap wajahnya dengan gusar. Bagaimana pun, ia harus bisa mencari cara untuk menghindari pernikahan yang sudah ditentukan oleh sang ibu.


"Tidak! Aku tidak bisa menikah dengan wanita lain, selain wanita yang aku inginkan. Bahkan, Mama pun tidak bisa menentukan apa yang aku inginkan," ucap sosok pria tersebut dengan sorot mata yang tak dapat diartikan.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2