
Selamat membaca ...
...****************...
Satu Minggu telah berlalu ...
Sudah satu Minggu terakhir ini Rissa maupun Vano saling menjaga jarak, tapi hari ini akhirnya mereka sudah bisa bertemu, dan berhubungan kembali. Rissa diminta untuk datang ke kantor perusahaan milik Vano pun akhirnya memenuhinya.
Kini wanita cantik itu tengah berada di pangkuan sang kekasih yang sudah lama ia rindukan. Ia bersikap manja sambil mengelus dada bidang milik pria itu dengan perlahan, dan menggoda, hingga membuat sosok pria yang sedang memangku Rissa itu tersenyum puas sambil menahan sesuatu yang sesak di bawah sana.
“Aku sangat merindukan mu. Kenapa kita harus bersembunyi lebih lama lagi Mas? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tanya Rissa dengan manja sambil menampilkan wajahnya yang memelas.
“Sayang, bukan begitu. Aku masih mencintai mu dan sangat mencintai mu. Aku hanya belum siap jika melihat air mata istriku. Bagaimana pun dia adalah wanita yang sudah menemani ku dari awal. Jadi, aku tidak mungkin terlalu kejam padanya, kan. Sudahlah, untuk masalah hubungan kita, biar aku yang akan mengaturnya. Kau hanya perlu diam, dan percaya saja dengan apa yang aku katakan pada mu. Apa kau mengerti?” tanya Vano dengan lembut sambil menjelaskannya pada sang kekasih.
‘Benarkah hanya dia yang sudah menemani mu dari awal. Apa kau sudah melupakan kenangan kita di masa lalu. Atau mungkin kau memang hanya mempermainkan aku sejak dulu,’ batin Rissa tersenyum miris dalam hatinya.
“Hm, baiklah. Aku akan percaya dengan semua yang akan kau lakukan,” ucap Rissa menyetujui apa yang Vano ucapkan.
“Lalu, bagaimana dengan hubungan mu dan tuan Aidan. Apa kalian masih berhubungan sampai sekarang.” Vano berhenti sejenak sambil berpikir tentang alasan sosok pria berkuasa itu melakukan hal yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu.
“Aneh sekali. Namun, kemungkinannya hanya ada dua. Dia ingin membantu ku menyembunyikan hubungan kita pada istriku, atau memang dia ingin merebut mu dariku. Tapi bukankah sangat aneh bila dia langsung tertarik begitu saja padamu,” sambungnya kembali sambil menampilkan raut wajahnya yang bingung.
__ADS_1
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku dan dia sudah tidak ada komunikasi lagi setelah pulang dari luar kota waktu itu. Mungkin kau benar, dia hanya ingin membantu mu agar istri mu tidak mencurigai hubungan kita. Aku juga tidak percaya dengan segala ucapannya.”
“Aku ingin kau menceraikan Cheryl, baru aku akan melayani mu, Mas,” pinta Rissa seraya berbisik di telinga Vano dengan nada yang sangat manja. Beberapa saat kemudian, Rissa mengecup singkat bibir Vano yang terlihat begitu merah.
Brak!
Tiba-tiba saja suara pintu terbuka dengan kasar, hingga menampilkan sosok wanita cantik dari balik pintu. Wajah wanita itu sangat memerah saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
“Memang siapa kau yang berani meminta suamiku untuk menceraikan aku!” bentak sosok wanita yang baru saja muncul dari balik pintu, yang tak lain adalah Cheryl.
Vano yang mendengar suara bentakan yang begitu familiar di telinganya, langsung menoleh ke sumber arah suara tersebut. Begitu terkejutnya, ia saat melihat sosok wanita yang sudah menjadi istrinya itu, kini sudah ada di depan mata, dan menyaksikan langsung perselingkuhannya dengan Rissa.
Plakk!
Cheryl menampar pipi Vano dengan sangat keras, hingga pria itu meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas, setelah di tampar oleh Cheryl.
“Apa lagi yang akan kamu katakan Mas?! Apa kau masih bisa mengelak semua ini! Buktinya sudah jelas di depan mataku sendiri, bahwa kau sedang berrcumbu dengan wanita murahan ini. Alasan apa lagi yang akan kamu katakan Mas?! Jawab aku!” bentak Cheryl sambil memukuli dada bidang milik Vano, dan pria itu hanya diam tak bisa membantah apapun yang istrinya ucapkan.
“Ck! Baguslah jika kau sudah melihat kami. Jadi, harusnya kau sadar, siapa dan apa letak mu di hati suami mu. Aku rasa kau tidak perlu begitu terkejut seperti itu,” timpal Rissa sambil melangkahkan kakinya ke arah Cheryl dan berdiri tepat di samping Vano. bahkan, Rissa tak ragu sedikit pun saat ini untuk merangkul lengan Pria itu dengan posesif.
“Dasar wanita murahan! Berani sekali kau mengatakan hal itu di hadapan ku. Memangnya siapa kau, hingga berani berbuat hal menjijikan ini bersama suami orang lain. Seharusnya kau sendiri yang sadar, akan status mu bagi suamiku. kau hanya pelampiasan saat aku sedang tidak bisa melayani suamiku. Kau harusnya sadar, bahwa kau itu adalah mainan bagi suamiku,” ucap Cheryl mendesis sambil menatap tajam ke arah Rissa sambil mengepalkan tangannya erat di bawah sana.
__ADS_1
“Tapi mainan ini jauh lebih menarik daripada kamu,” ucap Rissa dengan santai sambil menunjuk ke arah Cheryl, tanpa merasa bersalah sedikit pun pada wanita itu.
Plakk!
Lagi dan lagi, Cheryl melayangkan tamparan keras di pipi mulus milik Rissa hingga wanita itu berdecih sambil menampilkan senyum devilnya.
“Kau bahkan tidak pantas untuk menunjuk diriku,” ucap Cheryl dengan melayangkan tatapan sinisnya.
“Dan kau, Mas! Aku selalu percaya dengan apa yang kamu katakan, bukan berarti aku tidak tahu, dengan apa yang telah kau lakukan di belakang ku. Aku hanya diam bukan berarti aku tidak tahu apapun, tapi aku sedang mengumpulkan bukti yang cukup untuk membungkam mulut mu, yang selalu mengucapkan kata-kata manis di hadapan ku, dan sekarang segala elakan mu sudah tidak berarti lagi bagiku! Aku akan menggugat perceraian kita di pengadilan!” bentak Cheryl sambil menatap Vano yang sudah menampilkan wajahnya yang pucat pasih.
“Maaf.” Satu kata yang lolos begitu saja dari mulut Vano dengan sangat lirih. Bahkan, pria itu hanya menundukkan kepalanya.
“Kenapa kau melakukan ini padaku Mas?” tanya Cheryl sambil menatap sang suami dengan tatapan tak habis pikirnya.
“Dan untuk mu wanita murahan! Aku peringatkan pada mu. Cepat pergi dari hadapan ku atau kau akan tahu akibatnya,” ancam Cheryl dengan tegas sambil menatap Rissa dengan tatapan tajamnya.
“Hm, baiklah. Aku akan segera pergi dari sini. Semoga kau tidak menyesali perbuatan mu karena ingin menceraikan Vano,” ucap Rissa yang segera meninggalkan ruangan tersebut.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1