Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Katakan Selamat Tinggal


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Di dalam ruangan yang sudah Rissa persiapkan untuk hari ini. Hari di mana ia akan membalaskan dendan dan seluruh rasa sakit dalam hidupnya. Kini seorang pria di hadapannya sudah pucat pasih saat melihat wanita yang ia cintai begitu menakutkan seperti iblis.


“Ri-rissa, apa yang kau katakan?” tanya Vano dengan gugup. rissa sudah berdiri tegak di hadapannya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


“Apa kau pikir aku akan menikahi pria brengsekk seperti dirimu?”


Vano tertegun saat mendengar kalimat yang dilontarkan oleh wanita cantik itu. Tiba-tiba tubuhnya ikut menegang, saat melihat Rissa mengeluarkan senjata api dari balik jaket kulit yang wanita itu kenakan. Saat ini Rissa benar-benar seperti seorang Mafia.


“A-apa yang ingin kau lakukan?” tanya Vano gugup. ia tidak menyangka jika wanita cantik dan elegan itu memiliki senjata api. Ternyata Rissa memang selalu membawa senjata itu setia bepergian.


“Menurut mu, apa yang akan aku lakukan dengan senjata ini, hmm?” Rissa meniup ujung senjata api miliknya, dan juga menarik pelatuk hingga membuat Vano semakin bergetar ketakutan.


“Apa salah ku Riss? Kenapa kamu melakukan ini. Bukankah kita saling mencintai?” tanya Vano dengan tatapan tak habis pikir.

__ADS_1


“Itu dulu. Sebelum kau pergi meninggalkan aku beberapa tahun yang lalu. Sebelum keluarga ku pergi selamanya karena ulah mu. Maka, sekarang adalah bagian mu untuk merasakan apa yang aku rasakan.”


Masa lalu? Keluarga?


Vano masih belum menyadari apapun, dan belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Rissa.


“Clarissa Gultom. Putri pengusaha Gultom yang hancur beberpa tahun lalu. Kau datang dengan secercah cahaya, lalu pergi meninggalkan kegelapan. Kau pergi untuk menikahi wanita jallang itu! Apa sekarang aku sudah cantik, hingga kau bisa menduakan wanita Jallang itu?”


Deg!


Jantung Vano seakan berhenti berdetak, saat mengetahui kebenarannya. Wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang manfaatkan, dan ia tinggalkan setelah menghancurkan keluarganya. Kini, Clarissa kembali dengan penampilan yang berbeda.


“Cla-Rissa,” gumam Vano tanpa mengalihkan pandangannya terhadap wanita cantik yang ada di hadapannya tersebut.


“Apa sekarang kau sudah ingat?”


“Clarissa, aku ... aku bisa jelaskan semuanya. Kau salah paham!”

__ADS_1


“Salah paham? Kau pikir aku bodoh? Semua bukti sudah aku kumpulkan. Hanya satu yang belum aku dapatkan, yaitu mayat mu.”


“Kau tidak berpikir untuk membunuh ku kan? Aku yakin kau sangat mencintaiku, di masa lalu, maupun masa kini. Aku tahu dirimu.”


“Apa kau melihat aku masih sama seperti Clarissa yang dulu? Apakah hadiah perceraian mu itu tidak mampu membuktikan betapa aku sudah berubah? Kau jangan Naif Van, karena aku tidak akan pernah terbuai dalam bujuk rayumu yang basi!”


Dor!


Satu tembakan Rissa keluarkan dengan sembarang arah untuk menggertak pria yang ada di hadapannya.


“Tolong jangan main-main dengan benda berbahaya itu. Jika kau membunuh ku, apa kau tidak takut masuk penjara. Sebaiknya kau pikirkan hal itu. Pikirkan juga kebaikan dirimu sendiri!”


“Ck! Apa sekarang kau mula peduli padaku? Sandiwara apa lagi itu? Sayangnya aku sudah tidak ada waktu lagi untuk bermain-main dengan dirimu. Katakan selamat tinggal pada dunia. Kekasih ku ....”


Dor! Dor! Dor!


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2