
Selamat membaca ...
...****************...
Kini, Rissa sudah tiba di tempat yang tak jauh dari meja tujuannya dengan Aidan.
Mata Rissa tertuju pada sosok pria tampan yang tengah merangkul pingguk istrinya dengan sangat posesif. Wanita itu memalingkan wajahnya ke arah lain, lantaran pria yang sedang merangkul istrinya mulai menatap ia dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
Bahkan, wanita yang ada di samping pria itu sudah membalas rangkulan suaminya tak kalah posesif. Cheryl menatap Rissa seolah mengejek dan menyunggingkan senyuman kemenangan. Rissa hanya bisa menghela napaanya panjang dan memutar bola matanya malas.
“Selamat datang Tuan Aidan,” sapa sososk pria yang masih merangkul istrinya, yang tak lain adalah Vano.
“Selamat malam Tuan. Apakah ini kekasih anda tuan?” sapa Cheryl dan bertanya dengan seulas senyuman smirk nya. Vano langsung menyikut lengan istrinya, agar wanita itu diam dan tidak bertanya hal yang bisa saja menyinggung pria di hadapannya tersebut.
“Hmm, selamat malam. Istrimu memang benar, dia ini wanitaku. Kekasih ku bernama Rissa,” jawab Aidan dengan santai dan penuh percaya diri, sambil mengukir seulas senyuman yang tak pernah ia tunjukan sebelumnya. Pria itu sesekali menatap Rissa yang hanya diam sejak tadi. Entah karena merasa malu, gugup, atau mungkin saja takut.
Cheryl maupun Vano sangat terkejut dengan penuturan dari pria yang ada di hadapannya tersebut. Pasangan suami istri itu membulatkan matanya sempurna, tapi langsung menetralkan rasa keterkejutannya kembali. Sepasang suami istri itu kini sedang berkelut dengan pikiran mereka masing-masing karena mendengar penuturan dari Aidan.
‘Rissa, apakah pria itu mengatakan yang sebenarnya. Kalian hanya bertemu karena status bos dan bawahan, lalu malam ini kau malah bersama dia dengan status sepasang kekasih. Apa kau selama ini mempermainkan aku. Atau mungkin ini hanya bagian dari rencana Aidan saja. Sekarang aku belum bisa berbuat apapun, karena masih ada istriku di sini,’ batin Vano yang tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada kekasihnya, Rissa.
__ADS_1
‘Cih! ternyata wanita ini benar-benar jadi ular. Bahkan, sekarang dia sudah bisa mendapatkan pria berkuasa di Negara ini. Aku tahu wanita seperti ini hanya ingin uang,’ batin Cheryl yang mencibir Rissa. Ia merasa wanita yang menjadi selingkuhan suaminya ini begitu pandai menggoda, hingga pria kaya, yang saat ini bersamanya pun bisa didapatkan dengan sangat mudah.
“Halo, perkenalkan, aku Rissa,” ucap Rissa menyapa dua orang yang masih berkelut dalam pikirannya masing-masing, sambil tersenyum ramah untuk menutupi rasa canggungnya di hadapan mereka. Rissa menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan pada sepasang suami istri tersebut.
Cheryl yang melihat hal itu langsung menerima uluran tangan milik Rissa. Kedua wanita itu saling memandang satu sama lain. Setelah merasa cukup, akhirnya Rissa langsung melepaskan tangan milik Cheryl, dan langsung disusul oleh Vano. Namun, Aidan yang melihat hal itu langsung menggantikan Rissa untuk berjabat tangan dengan Vano.
“Sebaiknya kita segera ke meja makan, sebelum malam semakin larut,” ucap Aidan dengan nada dingin, dan berjalan sambil menggandeng lengan Rissa dengan posesif. Sepasang suami istri yang melihat hal itu langsung mengikuti langkah kaki mereka dari arah belakang, dan duduk di meja yang sudah disiapkan.
***
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya hidangan pun sudah disiapkan. Kini, semuanya sedang menikmati makan malam mereka tanpa gangguan sedikit pun. Hanya ada dentingan suara sendok yang saling beradu satu sama lain.
“Apa yang kau lakukan? Aku bisa sendiri,” tanya Rissa tak enak hati, sambil melirik ke arah sekelilingnya.
“Aku tahu itu, tapi aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk kekasihku saja, sayang,” jawab Aidan dengan santai sambil menampilkan wajah tanpa dosanya.
Vano yang melihat hal itu, sangat geram dan ingin segera menghajar Aidan, tapi masih ia tahan karena akan berbahaya, jika Cheryl sampai curiga pada dirinya. Wajahnya memerah menahan rasa cemburu, saat melihat wanita yang sudah satu tahun terakhir ini bersamanya, kini sedang ada dalam genggaman pria lain.
“Mas kau kenapa, apa kau mau menambah lauk juga?” tanya Cheryl saat melihat raut wajah suaminya tak enak secara tiba-tiba. Ia sadar jika suaminya sedang cemburu pada wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“Tidak, aku sudah kenyang,” jawab Vano dengan gugup.
***
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sudah selesai dengan acara makan malamnya. Kini, mereka masih duduk santai di meja makan dan tak bergeming sesaat setelah selesai makan malam.
“Tuan, terima kasih untuk makan malam hari ini. Suatu kehormatan bagi kami untuk bisa makan malam bersama dengan anda,” ucap Cheryl berbasa-basi setelah selesai makan.
“Nyonya tidak perlu sungkan! Aku melakukan ini atas keberhasilan dan kelancaran proyek kita yang ada di sini, sekaligus aku ingin mengenalkan Rissa sebagai kekasihku,” ucap Aidan menanggapi ucapan Istri Vano dengan santai, sambil melirik ke arah wanita yang ada di sampingnya. Rissa hanya diam tak menanggapi ucapan dari pria yang ada di sampingnya. Ia sungguh tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
“Oh! Benarkah! Aku juga merasa sangat senang atas keberhasilan dan kelancaran proyek yang perusahaan kita kerjakan, dan aku juga cukup terkejut saat tahu kau sudah memiliki seorang kekasih secantik ini. Aku harap hatinya juga cantik seperti wajahnya. Kekasih mu sangat beruntung bisa bertemu pria hebat seperti anda. Anda adalah pria yang sangat sempurna. Anda sangat tampan, gagah, kaya, berkedudukan tinggi, dan juga berkuasa. Yang pastinya wanita manapun sangat mendambakan dirimu untuk menjadi pendamping hidupnya,” ucap Cheryl sambil tersenyum ke arah Aidan, sesekali melirik ke arah Rissa yang masih termenung di samping pria tersebut.
Vano yang mendengar penuturan dari istrinya tersebut semakin gugup. Ia takut jika sang istri tahu tentang perselingkuhannya di belakang layar. Meskipun, kenyataannya adalah, ia satu-satunya orang yang tidak tahu, jika Cheryl dan Aidan sudah tahu tentang perselingkuhannya dengan Rissa. Saat ini Vano maupun Rissa, hanya bisa diam tanpa bisa berkutik sedikit pun. Rissa yang seharusnya sudah memberitahu kebenarannya pada Vano, Tapi kini Rissa hanya diam dan akan mengikuti arus permainan dari Cheryl, istri Vano.
“Tentu saja Rissa sangat cantik, begitu pun dengan hatinya. Aku sangat yakin akan hal itu. Kau salah, justru aku lah yang sangat beruntung bisa mendapatkannya. Dia sangat baik dan juga perhatian, aku yakin dia sangat tulus mencintaiku. Aku juga tahu, banyak wanita yang sangat mendambakan diriku, tapi aku tidak tertarik sama sekali karena yang aku inginkan hanyalah Rissa, kekasihku. Tak peduli dia hanya menginginkan uangku ataupun kekuasaan dariku, aku akan tetap mencintainya, dan mempertahankan dia agar tetap di sisiku,” ucap Aidan dengan tegas tanpa bantahan sedikit pun. Rissa tertergun dengan apa yang diucap oleh Aidan. Ia merasa malu saat ini.
“Tentu saja, aku sangat mencintai mu dengan tulus. Meskipun kau jatuh Miskin, aku akan tetap bersama mu sayang,” ucap Rissa menimpali. Aidan yang mendengar hal itu sangat terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya