
Selamat membaca ...
...****************...
“Hm, tidak juga, tapi aku sudah sangat lelah. Di sini juga sangat panas. Cepat pergi ke hotel, aku sudah tidak tahan ingin segera istirahat,” pinta Cheryl dengan nada perintah.
“Hmm, baiklah sayang. Lian, kita langsung ke Hotel saja,” pinta Vano dengan nada perintah pada Lian.
“Baik Bos,” ucap Lian dengan patuh. Akhirnya mereka segera bergegas menuju Hotel yang sama, dengan hotel yang Aidan pilih.
***
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sudah sampai di Hotel yang dituju. Di sebuah kamar hotel yang mewah. Seorang wanita tengah menyiapkan pakaian untuk suaminya yang sedang mandi. Namun, wanita itu langsung terkejut saat medengar suara dering ponsel milik Vano.
Karena merasa penasaran, ia segera melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang memanggil Vano di sore hari ini. Ternyata panggilan itu segera terputus sebelum ia menerimanya. Namun, beberapa saat kemudian, ada suara pesan masuk ke dalam ponsel tersebut.
Cheryl yang merasa penasaran dengan nomor baru yang menghubungi dan mengirim sebuah pesan pada Vano, kini langsung membukanya. Wanita itu tersenyum lega, karena suaminya menggunakan pin ponsel dengan tanggal pernikahan mereka. Aku yakin dia masih sangat mencintai ku, begitu pikir Cheryl.
Namun, lelehan bening dari pelupuk matanya luruh seketika, saat isi pesan yang ia baca di ponsel milik Vano, ternyata dari seseorang yang merupakan orang ketiga dalam rumah tangganya.
__ADS_1
“Mas, ternyata kau memang benar ada main di belakang ku,” gumam Cheryl dengan lirih, dan segera menghapus lelehan bening tersebut. Wanita itu segera menyalin nomor wanita yang sudah berani menggoda suaminya tersebut. Cheryl harus bersikap seolah tak ada apapun yang terjadi hari ini. Ia harus menyelidiki wanita simpanan milik Vano terlebih dahulu.
“Sayang, mana pakaian ku?” tanya seorang pria yang baru saja muncul dari kamar mandi, dengan menggunakana sehelai handuk yang melilit di pinggangnya saja.
“Ini Mas. Maaf, tadi aku sedikit melamun hingga lupa menyiapkan pakaian mu,” ucap Cheryl dengan nada menyesal.
“Memangnya ada apa, hemm? Apa ada yang membuat mu tidak nyaman?” tanya Vano dengan lembut sambil mengelus pipi indah milik istrinya.
“Sepertinya aku akan bosan jika terus ada di dalam hotel ini. Besok aku ingin berjalan-jalan di sekitar hotel,” pinta Cheryl dengan penuh harap.
Wanita itu menatap Vano dengan tatapan memelas, agar pria itu mau mengizinkannya keluar. Cheryl tahu, jika Vano akan sedikit keberatan dengan hal ini.
“Tapi besok aku akan meninjau proyek kita. Apa kau tidak bisa menunggu setelah selesai peninjauan saja?” tanya Vano dengan lembut, agar Cheryl mau mengerti dengan keadaannya saat ini yang sangat sibuk.
“Aku selalu percaya padamu, sayang. Tapi apakah kau yakin untuk pergi sendirian. Kau belum tahu tempat ini. Aku sangat khawatir padamu. Aku takut terjadi apa-apa dengan mu,” ucap Vano dengan lembut dan merasa khawatir, sambil menatap lekat mata indah milik istrinya.
‘Mas, tatapan mu yang penuh kasih sayang ini mungkin bisa saja membuat ku luluh dalam sekejap mata, dan luluh terhadap ucapan mu, tapi itu dulu Mas. Sekarang aku mulai meragukan mu, meragukan cinta mu, meragukan kasih sayang mu, dan juga meragukan kesetiaan mu padaku. Aku akan berjuang demi rumah tangga kita, Mas. Kau hanya akan menjadi milikku seorang,’ batin Cheryl sampai tak terasa cairan bening mulai menggenang di pelupuk matanya.
“Sayang, ada apa dengan mu. Kenapa matamu berkaca-kaca. Apa kau sedang sakit, atau kelelahan. Sebaiknya kau istirahat saja dulu beberapa hari. Lagipula, kita masih ada banyak waktu untuk jalan-jalan, setelah selesai proyek kita,” ucap Vano dengan menampilkan raut wajah khawatir. Vano sudah menyadari air mata Cheryl yang menggenang dan sudah siap meluncur dengan bebas, untuk membasahi pipi indahnya.
__ADS_1
Cheryl sedikit terkejut dengan pertanyaan suaminya, dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, agar suaminya tidak curiga. Meskipun pada kenyataannya, Vano sudah melihat semuanya.
“Aku baik-baik saja Mas. Kau jangan khawatir. Aku mengerti dengan ucapan mu, dan aku akan menjaga diriku dengan baik. Tubuhku sangat sehat. Kau benar, mungkin aku hanya merasa lelah, tapi ini akan hilang setelah istirahat yang cukup nanti malam,” jawab Cheryl sambil tersenyum lembut ke arah sang suami.
“Apa kau yakin? Apa kau begitu keras kepala, hingga tidak mendengarkan ucapan ku lagi?” tanya Vano khawatir dan tak tahu apa yang harus ia lakukan , saat melihat raut wajah istrinya yang tiba- tiba murung.
‘Tidak Mas, aku baik-baik saja. Bukan tubuhku yang terasa sakit, tapi hatiku. Bahkan rasanya sangat sakit, sampai aku sendiri sudah mau gila dibuatnya. Kau selalu meyakinkan aku dengan sikap mu yang manis, seolah aku lah satu-satunya wanita yang ada di hatimu. Tapi kenyataannya adalah, kau memeluk mawar baru, setelah melati sudah ada dalam genggaman mu,’ jerit Cheryl dalam hati yang terasa begitu sakit, saat mengingat pesan baru yang dikirim wanita lain dalam ponsel milik suaminya tersebut.
“Aku hanya kelelahan Mas. Aku ingin istirahat lebih dulu,” jawab Cheryl sambil berjalan melewati Vano, hingga membuat pria itu heran dengan sikap istrinya yang tiba- tiba berubah.
“Baiklah, kau istirahat dulu. Nanti aku akan membangunkan mu untuk makan malam,” ucap Vano yang akhirnya pasrah dengan keinginan istrinya.
Wanita itu akhirnya sudah berbaring di atas tempat tidur yang berukuran besar. Ia membelakangi Vano yang kini sudah rapi dan sedang duduk di sebuah sofa yang sudah di sediakan kamar hotel. Pria itu terlihat sangat serius memainkan ponselnya.
***
Setelah beberapa lama, akhirnya Vano keluar dari kamar tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Pria itu mengira sang istri sudah terlelap dalam tidurnya. Cheryl yang sebenarnya dari tadi tidak tidur itu pun, mengetahui jika suaminya keluar. Lelehan bening yang ada di pelupuk matanya sejak tadi ia tahan, kini luruh seketika.
“Mas, sebenarnya siapa wanita itu. Kenapa kau berpaling dariku, Mas? Kenapa! Apa kurangnya aku bagimu? Pelayanan ku? Bukankah aku selalu melakukan yang terbaik untuk melayani mu , Mas! Aku juga cantik dan tidak miskin. Lalu apa yang membuat mu berpaling dariku dan bermain api di belakang ku. Beberapa tahun lalu kau masih bisa setia padaku, tapi kenapa sekarang kau memiliki wanita lain selain aku. Aku hanya ingin tahu alasan mu menduakan aku,” gumam Cheryl kemudian bangkit untuk memastikan nomor baru dari ponsel milik Vano, yang sudah ia salin ke dalam ponsel miliknya.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...