Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Kembali


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Wanita itu masih terkejut dengan tindakan Aidan saat ini. Risaa menatap pria yang ada di sampingnya dengan tatapan penuh selidik. Sedangkan, Aidan yang ia tatap itu menatap balik dirinya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


"Aku hanya istirahat sebentar. Tangan ku rasanya sangat sakit terus menerus menyetir tanpa Ren. Kau bisa tidur lebih dulu. Atau kau ingin melakukan sesuatu dulu denganku?" tanya Aidan sambil menatap Rissa dengan tatapan menggoda.


Rissa langsung memalingkan tatapannya ke arah lain, saat pria yang kini tengah menggoda dengan tatapannya itu mulai mendekat. Ia menahan dada Aidan dengan kedua tangannya, agar pria itu berhenti melakukan hal tersebut.


"Sebentar lagi kita akan sampai. Jarak dengan hotel pun sudah semakin dekat. Kita lebih baik melanjutkan perjalanan. Aku sudah sangat lelah dan ingin segera istirahat," pinta Rissa dengan rasa canggung, karena kedekatan wajahnya dan Aidan yang hanya beberapa cm lagi.


Sadar akan ketakutan Rissa, hingga membuat wanita itu merasa tak nyaman. Kini, Aidan pun menjauhkan wajahnya, dan mulai melajukan kembali mobilnya menuju Hotel di mana mereka menginap.


"Maaf,” ucap Aidan merasa sangat bersalah


"Sebenarnya ada apa dengan dirimu?" tanya Rissa karena penasaran, sambil melirik Aidan dengan tatapan yang dapat diartikan.


"Tidak ada. Sudah aku katakan, jika aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri jika dekat kamu," jawab Aidan dengan santai. Mendengar penuturan dari Aidan, Rissa hanya memutar bola matanya malas, dan menghembuskan napasnya kasar.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan bahas yang itu lagi. Kau semakin banyak membual," ucap Rissa kesal, dan menampilkan tatapan sinis.


"Apa kamu cemburu saat aku bersama wanita tadi?" tanya Aidan lagi, sambil menatap Rissa penuh harap. Ia berharap jika Rissa merasakan cemburu pada dirinya.


"Kau ini bukan siapa-siapa bagiku, lalu untuk apa aku harus cemburu. Lagipula, aku tidak ada hak untuk itu. Kau juga tahu, aku sudah mencintai pria lain. Lalu untuk apa aku merasa cemburu padamu," jawab Rissa dengan ketus. Wanita itu kembali memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.


Melihat reaksi Rissa yang kesal, Aidan pun akhirnya diam tanpa ingin mengungkit lagi masalah tadi. Apakah ada rasa cinta yang tulus untuk Rissa, karena selama ini, memang tak ada yang bisa ia pungkiri. Ia memiliki rasa yang penuh ambisi pada sosok wanita cantik di sampingnya tersebut.


***


Butuh waktu yang cukup lama, akhirnya Rissa maupun Aidan sudah sampai di hotel tempat mereka menginap. Rissa segera membuka seat belt miliknya untuk keluar dari dalam mobil tersebut. Namun, tiba-tiba saja tangannya dicekal oleh sosok pria yang sejak tadi menatap curiga ke arahnya.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Lepaskan! Aku ingin turun!" bentak Rissa yang sudah tak tahan dengan sikap Aidan yang selalu dominan. Wanita itu menepis tangan Aidan dengan keras, hingga terlepas.


"Aku akan datang ke kamar mu malam ini. Jadi, bersiaplah!" ucap Aidan dengan nada perintah. Wajah pria itu terlihat sangat dingin dan menuntut.


"Apakah kau belum puas sejak tadi? Aku tidak pernah mencintai mu, dan tidak akan pernah! Untuk apa kamu memaksa ku? Hentikan mimpimu! Hentikan juga omong kosongmu itu! Aku sama sekali tak pernah berharap untuk bersama mu. Lagi pula, bukankah wanita tadi adalah kekasih mu? Kau tidak perlu mempersulit kehidupan mu, dan juga kehidupan ku!" tolak Rissa dengan tegas, sambil menatap Aidan dengan tatapan tajamnya. Ia tidak ingin masuk ke dalam hubungan cinta segitiga lagi. Mungkin kecewa.


Aidan yang mendengar penuturan dari Rissa pun hanya diam tak bergeming, sambil menundukkan kepalanya karena tak puas. Bahkan terlihat sangat kecewa, marah bercampur kesal atas penolakan yang Rissa lakukan.

__ADS_1


Pria itu menghela napasnya kasar, sambil memejamkan matanya, dan bersandar ke belakang, saat Rissa sudah tidak ada dalam mobilnya. Benar apa yang dikatakan wanita itu, dia sudah memiliki seorang wanita yang dijodohkan dengan dirinya. Namun, ia tidak akan pernah menerima hal itu.


"Jika saja kau mengatakan mencintaiku. Aku pasti akan melakukan apapun untukmu, termasuk membatalkan perjodohan ini," gumam Aidan yang masih memejamkan matanya


Setelah merasa tenang, Aidan pun turun dari dalam mobilnya tersebut, dan bergegas berjalan menuju kamarnya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, saat melihat sang sekertaris yaitu Ren, ada di depannya.


"Selamat Sore bos," sapa sosok pria yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


"Apa ada sesuatu yang terjadi, saat aku pergi?" tanya Aidan tanpa basa-basi lagi. Pria itu kembali memasang wajah tegas dan dinginnya saat bersama orang lain.


"Tidak bos. Bos, untuk saat ini keadaan masih stabil dan tidak ada masalah sedikit pun. Saya hanya ingin menyampaikan informasi, jika Nyonya besar meminta anda untuk segera pulang ke rumah utama," jawab Ren dengan tegas.


"Apa kau benar? Tapi bagaimana mungkin aku meninggalkan proyek ini. Haiss! Ini benar-benar awal yang buruk Ren. Kalau begitu, siapkan segalanya. Aku akan kembali, dan kau tetap di sini bersama Rissa. Jaga dia dan jangan sampai ada yang menyentuh sedikit pun," ucap Aidan dengan nada perintah. Wajahnya terlihat sangat kesal.


"Baik bos. Titah akan segera saya laksanakan secepat mungkin," ucap Ren dengan tegas.


Akhirnya Aidan kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya. Sedangkan, Ren mengikuti sang tuan dari arah belakang, hingga menuju depan kamar. Ren akan menyiapkan barang yang harus ia jaga.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2