
Selamat membaca ...
...****************...
Aidan terus tersenyum puas setelah mengetahui kabar kehamilan wanita yang sangat ia cintai. Pria itu menciumi tangan lembut milik wanita yang masih tak sadarkan diri. Ia hanya berharap, dengan ini, Rissa mau menerimanya sebagai ayah dari anak yang wanita itu kandung.
“Eungh!” terdengar suara lenguhan dari arah wanita di hadapan Aidan.
“Apa ada yang sakit, hm?” tanya Aidan dengan sigap di samping wanita cantik yang belum mengumpulkan kesadaran sepenuhnya.
“A-aidan! Apa yang kau lakukan. Aku ada di mana?” tanya Rissa yang terkejut saat melihat Aidan ada di depan matanya.
“Sayang, tenanglah. Kita ada di rmah sakit, tadi kau pingsan karena kelelahan,” jawab Aidan dengan lembut. Sungguh! Ia seperti mendapat kejutan dua kali lipat. Bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai, sekaligus mengetahui kehamilannya.
“Tapi aku tidak melakukan apapun. Biasanya aku tidak seperti ini,” gumam Rissa yang merasa aneh dengan dirinya akhir-akhir ini.
“Tidak masalah bagi ibu hamil, sayang,” celetuk Aidan sambil menampilkan senyumannya.
__ADS_1
“A-apa maksud mu?” tanya Rissa terkejut dan berusaha untuk bangkit dari tidurnya,tapi Aidan langsung menahan wanita itu agar tidak duduk terlebih dahulu.
“Kau hamil, sayang. Dia adalah anakku, dia anak kita,” jawab Aidan menjelaskan. Rissa menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh pria yang ada di hadapannya tersebut.
“Tidak! Tidak mungkin! Aku tidak mungkin hamil. Katakan ini semua hanya dusta!” Rissa tak terima hingga mengguncangkan tubuh Aidan dengan cepat.
“Aku akan tanggung jawab, kau jangan khawatir,” Bujuk Aidan berusaha menenangkan Rissa yang malah menangis semakin terisak.
“Aku tidak ingin menikah dengan mu,” ungkap Rissa seraya menundukkan kepalanya. Aidan hanya menghela napasnya kasar saat mendengar ucapan Rissa. Wanita itu terlalu keras kepala, begitu pikirnya.
“Dia butuh keluarga yang utuh, Kau tidak bisa egois dalam hal ini.” Aidan memeluk tubuh Rissa dengan erat. Tak peduli jika wanita itu menolak dan terus mendorongnya.
“Apa kau akan percaya, jika aku mengatakan aku sangat mencintaimu?” Rissa terdiam saat mendengar pertanyaan dari Aidan. Ia memang sudah keterlaluan pada pria itu, hingga membuat Aidan nekat menghamilinya demi bisa bersama dengannya.
“Tapi ak--.”
“Shhtt! Jangan mengatakan apapun lagi. Aku menerima semua yang ada pada diri kamu, sayang. Aku pun berharap kau akan menerima ku sebagai ayah dari anak yang kamu kandung.”
__ADS_1
“Aidan, bagaimana dengan Vano?” tanya Rissa yang sedikit tak enak menanyakan hal itu.
“Dia sudah ditangani oleh anak buah ku.”
“Apa aku akan terkena masalah setelah ini?”
“Kau tidak perlu khawatir, karena Vano terbukti salah atas kasus pengalihan saham secara ilegal dari perusahaan ayahmu beberapa tahun yang lalu, dan akan segera dibawa ke pihak berwajib. Kau tidak bersalah, karena kau hanya merebut hak yang sudah seharusnya menjadi milikmu. Kenapa kau tidak bilang padaku sebelumnya jika ingin melakukan ini?”
“A-aku tidak ingin merepotkan siapapun.”
“Tapi aku tidak suka kau harus berhubungan dengan pria menjijikkan itu.”
“Maaf, aku tidak berpikir apapun selain balas dendam wakt itu. Tapi, sebelumnya Vano memang calon suamiku. Dia pergi setalah bertunangan dengan ku, dan kabur untuk menikah dengan Cheryl. Tak lama kemudian, orang tuaku meninggal saat dalam perjalan bisnis ke luar negeri. Apakah aku sudah cukup menderita di masa lalu?” tanya Rissa seraya menatap Aidan dengan tatapan terluka.
Aidan langsung mencium kening Rissa dengan lembut dan mengeratkan dekapannya. “Sekarang kau akan bahagia. Aku tidak akan pernah membiarkan mu merasakan rasa sakit lagi dalam kehidupan ini. Jadi, apa kau mau menikah dengan ku?” tanya Aidan Penuh harap.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya