
Selamat membaca ...
...****************...
Aidan tersenyum smirk saat Rissa mengajukan pertanyaan konyolnya. Apa wanita itu begitu bodoh, hingga mau dibodohi oleh seorang pria. Apalagi, Vano terbilang cukup realistis dalam kehidupannya. Aidan memang sedikit tahu tentang beberapa pengusaha.
Tentu saja Vano termasuk ke dalam salah satu pengusaha itu. Pria itu juga tidak ingin rugi dalam mengambil tindakan perselingkuhan ini. Pria itu pasti sedang mengincar tubuh Rissa yang sangat seksi, karena pria itu sudah cukup kaya dalam hal materi.
“Apapun pendapat ku tentang dirimu, kau adalah kekasih ku saat ini. Sekaranag jawab pertanyaan ku yang lainnya. Apa kau sedang ingin memainkan trik perselingkuhan dengan ku? Dan lebih parahnya kau ingin aku mengambil peran mu dalam hal ini? Cih! kau benar- benar sudah gila,” decih Aidan yang belum melepaskan dekapannya pada wanita cantik itu.
“Aku tidak bisa memutuskan hubungan ku dengan Vano, maka dari itu kau harus menjaga rahasia kita. Atau aku tidak bisa memutuskan dari kedua pilihan yang kau berikan itu,” jawab Rissa jujur dengan lirih, sambil menundukkan kepalanya. Yang mana hal itu membuat Aidan mengernyitkan dahinya tanda penasaran.
‘Rissa, apa tujuan mu sebenarnya? Kenapa kau lebih memilih pria yang sudah beristri itu sampai kau ingin mempertahankan dia? Aku rasa kau bukan hanya ingin uang, seperti wanita selingkuhan lainnya, tapi ada yang ingin kau capai selain itu. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan Riss,’ batin Aidan terus bertanya- tanya dalam hatinya.
“Jika aku bersikeras untuk tidak melakukan apa yang kau inginkan, bagaimana?” tanya Aidan menantang.
“Maka kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan dariku,” jawab Rissa dengan tegas. Aidan yang mendengar jawaban tegas dan penuh percaya diri, dari dalam diri Rissa, langsung tertawa terbahak- bahak, hingga membuat wanita cantik itu menautkan kedua alisnya tanda tak mengerti.
“Kenapa kau tertawa?” tanya Rissa yang terlihat sangat kesal saat melihat tawa Aidan yang begitu menjengkelkan di pendengarannya.
“Kau cukup menarik. Maka dari itu, aku akan menerima tawaran mu. Aku akan diam, asal kau mau mengikuti perintah ku,” ucap Aidan dengan santai.
“Terserah kau saja. Sekarang aku minta, kau lepaskan aku sekarang juga!” pinta Rissa sambil mendorong dada bidang dan kokoh milik pria arogan yang sudah semakin menempel di dua bukit himalayanya.
“Sangat besar dan kenyal, aku yakin itu akan memuaskan ku, jika aku meminumnya, bukan?” tanya Aidan dengan senyum menggoda, ke arah Rissa, hingga membuat wanita itu membulatkan matanya sempurna, dan siap untuk menyemburkan amarahnya.
__ADS_1
“Dasar pria mesumm! Cepat lepaskan aku!” bentak Rissa dengan wajah yang memerah bagai udang rebus, karena menahan rasa malu.
“Baiklah, sekarang aku akan melepaskan mu, tapi suatu saat nanti akan aku pastikan, kau akan naik ke atas ranjangku dengan suka rela,” ucap Aidan sambil melepaskan dekapannya yang kencang pada wanita cantik itu.
“Cih! Jangan harap!” bentak Rissa dengan kesal saat mendengar ucapan Aidan si pria mesumm yang ada di hadapannya.
Rissa segera bangkit dari pangkuan Aidan sambil merapikan kembali pakaiannya yang tersingkap, hingga terlihat paha mulus dan putih milik wanita tersebut. Aidan yang melihat hal itu menelan salivanya dengan kasar, tubuhnya tiba- tiba terasa panas setelah melihat lekuk tubuh Rissa yang begitu indah dan menggoda di matanya.
Tak berapa lama, Setelah kepergian Rissa. Datang seorang pria dari arah belakang Aidan. Seorang pria yang masih rapih dengan setelan jas hitam kerjanya. Pria itu membawa sebotol wine yang ada di tangannya, dan segera memberikan botol berisi wine tersebut pada sang Bos.
“Bos, sekarang anda sudah mendapatkan nona Rissa. Lalu, apa yang ingin anda lakukan?” tanya Ren sang sekretaris yang baru saja datang, tapi sudah memperhatikan sejak tadi dalam jarak jauh.
“Kucing kecil itu sekarang sudah jadi milikku Ren. Bukankah dia cukup menarik. Apa yang ini aku lakukan itu bukan urusan mu,” jawab Aidan sambil tersenyum smirk saat membayangkan wanita cantik tersebut.
“Sudah ku bilang, dia kucing kecil ku, dan itu berarti dia sudah menjadi milikku, dan tidak ada yang boleh memilikinya lagi, selain aku. Untuk Vano, aku masih bisa mengatasi bajingann kecil itu. Kau selidiki saja, berapa lama hubungan Vano dan Rissa. Aku ingin informasi yang lengkap dan akurat, tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun,” ucap Aidan dengan nada perintah.
“Baik Bos, akan saya laksanakan secepat mungkin,” ucap Ren dengan patuh.
***
Di sisi lain, seorang pria baru saja sampai di pintu kamar hotel yang ia tempati bersama sang istri. Vano menghela napasnya kasar sebelum memasuki kamar hotel yang ia tempati. Dengan membawa beberapa makanan dalam nampan. Berharap sang istri akan percaya dengan alasan yang ia berikan pada wanita tersebut jika sudah terbangun.
Vano membuka pintu kamarnya secara perlahan, berharap Cheryl masih tertidur di dalam sana. Matanya menelusuri ruangan yang ada di dalam kamar itu. Akhirnya Vano menghela napasnya lega, saat melihat sang istri masih berbaring di atas tempat tidur berukuran besar tersebut.
Vano melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur, di mana sang istri berada. Pria itu naik ke atas tempat tidur dengan perlahan dan mulai mengelus puncak kepala Cheryl dengan sangat lembut.
__ADS_1
“Sayang,” bisik Vano di telinga sang istri. Cheryl masih tak bergeming dalam lelapnya.
Cheryl yang sebenarnya dari tadi tidak tidur sedikit pun semenjak Vano pergi. Hanya bisa menahan rasa sakit hatinya terhadap sang suami. Ia terus bertanya- tanya, mengapa suaminya tega membohongi dirinya sampai sejauh ini.
Meskipun Cheryl belum punya bukti yang kuat, tapi ia yakin dengan nalurinya sebagai seorang istri. Bahwa Vano ada main dengan wanita lain di belakang dirinya. Ia juga merutuki kebodohannya yang tidak pernah menyadari sikap Vano yang berubah beberapa waktu satu tahun terakhir.
Perubahan Vano memang tidak secara mendadak dan tidak ada banyak yang berubah terhadap dirinya. Namun, ia menyadari sikap lembut Vano itu terbilang cukup Aneh seolah sedang menutupi kesalahannya.
Cheryl yang sebenarnya tahu, jika Vano sudah datang, kini hanya bisa berpura-pura untuk tidur, agar suaminya tidak curiga. Namun, matanya semakin terasa panas, lelehan beningnya sudah mulai menggenang di pelupuk mata.
Ia bergumam dan meregangkan otot tubuhnya, agar Vano percaya, jika ia baru saja terbangun dari tidurnya.
“Mas,” gumam Cheryl memanggil Vano, yang sedang duduk di sampingnya.
“Sayang, kau sudah bangun. Ayo kita makan malam, aku sudah membawakannya khusus untuk mu,” ucap Vano dengan lembut, sambil membantu sang istri bangkit untuk duduk.
“Mas, apa aku tertidur cukup lama? Kenapa kau tidak membangunkan aku sebelum makan malam. Jadi, kau tidak perlu repot seperti ini untuk membawakan makan malam ke dalam kamar kita sendirian.” Cheryl menundukkan kepalanya seolah merasa bersalah. Dan benar saja, Vano langsung bertindak saat melihat istrinya menjadi murung seperti itu.
“Tidak apa- apa sayang. Aku sengaja tidak membangunkan mu dan membawa makan malam kita sendiri. Itu karena aku tahu kau sangat kelelahan seharian ini. Kau harus banyak istirahat jika besok ingin berkeliling ke luar hotel,” ucap Vano berusaha untuk menenangkan hati istrinya.
‘Mas, sebelum aku tahu semuanya. Aku pasti akan berpikir bahwa kau adalah pria yang paling romantis dan penuh kasih sayang di muka bumi ini. Namun, setelah aku mengetahuinya, aku seperti melihat kau terus membelakangi aku, Mas. Rasa cinta yang selalu kau tunjukan padaku, seolah tidak berarti lagi di hadapan ku,’ batin Cheryl berusaha untuk tersenyum di hadapan Vano.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...
__ADS_1