
Selamat membaca ...
...****************...
Malam sudah semakin larut, tapi Cheryl belum juga bisa memejamkan matanya. Ia terus mengawasi suaminya hingga pria itu mulai terlelap. Cheryl hanya bisa berpura-pura untuk tidur, agar suaminya tidak menaruh curiga terhadap dirinya.
Cheryl yang merasa sudah tidak ada pergerakan lagi dari suaminya. Kini langsung mengambil benda pipih miliknya yang ada di atas nakas, samping tempat tidur berukuran besar tersebut. Wanita itu langsung menggeser layar ponsel miliknya untuk mencari nomor wanita yang sudah gatal dan menggoda Vano.
Wanita itu tersenyum saat sudah menemukan nomor yang ia cari sejak tadi. Nomor yang ia beri nama sebagai ULAR CENTIL yang sangat berbahaya, hingga mampu menggoda suaminya, Vano. Cheryl pun langsung mengetikkan pesan yang ingin ia kirim pada wanita penggoda suaminya tersebut.
[Sebagai seorang wanita. Tentu kau tahu bagaimana sakitnya orang yang kita cinta malah membagi cintanya dengan wanita lain. Apa kau tahu, rasanya di duakan? Aku yakin kau juga tidak ingin dibagi atau pun berbagi. Besok aku ingin bicara empat mata dengan mu. kita bertemu di pusat perbelanjaan xx yang ada di kota Z]. Begitula isi pesan dari Cheryl untuk wanita yang sudah berani menggoda suaminya.
__ADS_1
Namun, tak selang beberapa lama, akhirnya ada suara pesan masuk ke dalam ponsel miliknya. Cheryl berharap pesan tersebut adalah balasan dari pelakor itu. Cheryl sudah tak sabar dan langsung membuka ponsel miliknya. Benar saja, wanita beracun itu sudah membalas dengan santai dan tanpa merasa bersalah sama sekali.
[Oke]. Begitulah isi balasan dari wanita berbahaya tersebut, yang mana hal itu membuat Cheryl kesal setengah mati dibuatnya.
‘Dasar wanita jalangg! Wanita macam apa dia yang sangat santai saat menerima pesan dari nomor baru, apalagi aku sudah memberi pesan sepert itu. Dia sangat santai seolah sudah tahu pesan itu dikirim olehku. Sudah jelas, wanita itu adalah wanita yang tak berpendidikan dan tak punya harga diri sama sekali. Aku ingin melihat wajah wanita yang sudah berani menggoda suamiku. Secantik apa dan semenggoda apa dirinya, hingga mampu menggoyahkan suamiku,’ gerutu Cheryl dalam hati, sambil menggertakkan giginya.
Setelah mendapatakan balasan dari sang pelakor, akhirnya Cheryl bisa melelapkan matanya untuk menyusul sang suami menyelami alam mimpinya. Berharap malam ini segera cepat berlalu, untuk menyambut esok pagi yang sangat ia nantikan. Tentu saja ia sangat menantikan saat-saat untuk menampar wajah busuk wanita yang sudah lancang menggoda suaminya.
Di bagian kamar lain. Seorang wanita tengah tertawa dengan terbahak-bahak, saat setelah mendapatkan pesan dari istri kekasihnya, yaitu Cheryl. Rissa sangat puas, akhirnya ia bisa menjalankan rencananya untuk mulai mengusik wanita itu.
“Cheryl, sepertinya kau memang sudah tidak sabar untuk mengetahui calon madu mu ini. Ternyata kau memang sangat tidak sabaran ya ... Aku harap kau bisa menerima kenyataan bahwa suami mu berselingkuh dengan ku,” gumam Rissa sambil terkekeh puas dengan hasil rencana yang sudah ia siapkan itu.
__ADS_1
Sejenak Rissa merebahkan tubuhnya setelah menikmati makan malam yang sudah ia pesan pada pelayan hotel. Ia merasa tubuhnya juga sangat lelah setelah menempuh perjalanan jarak yang jauh.
Namun, lamunannya segera buyar, saat mengingat kejadian di taman hotel dengan seorang pria arogan, yang sudah berani mengancam dirinya. Ia tidak akan mudah luluh dengan trik murahan dari pria yang bernama Aidan tersebut. Pria yang tak lain adalah bosnya di kantor
“Haiss, lagi dan lagi aku harus menemui masalah baru. Aidan, namanya yang cocok dengan dengan rupanya. Terlihat arogan dan mendominasi, tapi pria itu cukup berbahaya untuk rencanaku ke depannya. Aku harus mencari cara agar bisa terlepas dari pria arogan itu. Bagaimana pun caranya aku harus bisa menyingkirkan dia.” Rissa menggertakkan giginya saat mengingat tindakan Aidan si pria mesumm itu saat memeluknya dengan sangat posesif. Seolah ia adalah miliknya.
“Aku hampir melupakan rencana ku yang selanjutnya untuk besok bertemu dengan calon madu ku. Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajahnya yang kesal saat menatap ku. Apakah aku besok akan punya pertunjukkan bagus. Aku sudah tidak sabar ....” Rissa akhirnya tertawa dengan puas, setelah membayangkan wajah Cheryl yang akan kesal setengah mati saat melihat dirinya.
Meskipun wanita itu tidak menunjukkan kekesalannya nanti. Setidaknya Cheryl akan mempunyai penyakit hati. Rissa sangat puas membayangkan hal itu. Sekarang ia harus segera memejamkan matanya untuk menyelami alam mimpi yang ia inginkan. Berharap esok pagi akan datang hal baik padanya.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...