
Selamat membaca ...
...****************...
Rissa yang tidak tahu Aidan akan membawanya ke mana, akhirnya ia kembali bertanya. Meskipun ia tidak yakin jika pria itu akan menjawab pertanyaannya dengan benar.
“Kita mau ke mana?” tanya Rissa yang sejak tadi tak kunjung mendapat jawaban apapun.
“Kita akan pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota ini,” jawab Aidan dengan santai. Rissa yang mendengar jawaban Aidan malah mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti.
“Untuk apa kita pergi belanja. Apa kau mau berbelanja dan meminta ku untuk menemani mu?” tanya Rissa dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
“Kita akan makan malam bersama kekasih mu, Vano. Emm! Maksud ku, Tuan Xander,” jawab Aidan dengan santai.
Degg!
__ADS_1
Jantung Rissa seolah berhenti saat itu juga. Saat setelah Aidan mengatakan jika ia akan dibawa ke acara makan malam bersama keluarga Xander. Bukankah itu artinya makan malam bersama Vano dan istrinya, Cheryl. Rissa menelan salivanya kasar, saat mengingat alasan apa yang harus ia berikan pada Vano setelah melihat ia dan Aidan bersama.
“Apa! Tuan Xander? Bukankah itu Vano?” tanya Rissa panik hanya untuk memastikan.
“Memangnya kau pikir Keluarga Xander siapa lagi,” jawab Aidan dengan sarkas, hingga membuat Rissa terdiam seribu bahasa. Celaka lah aku, begitu pikir Rissa.
“Tapi bagaimana mungkin aku ikut bersama mu. Kau sudah berjanji untuk tidak membocorkan masalah ini pada siapa pun,” ucap Rissa tak habis pikir.
“Apa kau pikir setelah bertemu dengan istri Vano, akan membuat mu aman jika tidak bertemu dengan ku. Aku yakin istrinya juga sedang menyiapkan suatu rencana untuk melenyapkan mu selama kau masih berhubungan dengan suaminya. Kau jangan na’if, dia bukan wanita lemah seperti yang kau lihat saat ini,” tukas Aidan dengan tegas tanpa menampilkan raut wajah apapun.
“Apa maksud dari semua ini. Lalu, apa hubungannya dengan dirimu?” tanya Rissa semakin penasaran.
Rissa mendengarkan jawaban Aidan dengan seksama. Ia mulai mengerti apa yang dimaksud oleh sosok pria yang ada di sampingnya. Pria itu ingin melindungi dirinya atas apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Namun, ia juga bukan wanita lemah yang harus dilindungi oleh orang lain. Ia juga bisa bertahan dan berdiri dengan tegak di atas kakinya sendiri.
“Sudah pasti Vano akan mempertanyakan hubungan kita. Aku tahu pria itu sangat posesif dan sedikit berlebihan. Lalu alasan apa yang harus aku katakan padanya?” tanya Rissa semakin pusing memikirkan masalah yang semakin rumit ini.
__ADS_1
“Jika Vano cemburu dan marah padamu, istrinya akan senang. Dia akan mengira bisa memisahkan kalian berdua karena adanya aku. Untuk alasannya kau cari saja sendiri. Apa aku sudah baik padamu, karena membantu masalah ini?” tanya Aidan dengan penuh percaya diri, hingga membuat wanita yang ada di sampingnya jengah dengan sikap pria itu.
“Ini ide yang bagus, tapi aku sangat yakin jika kau tidak gratis membantu ku,” ucap Rissa dengan sarkas.
“Kau memang sangat pintar,” ucap Aidan tersenyum dengan puas.
“Lalu, apa yang kau inginkan?” tanya Rissa penuh selidik.
“Hanya ingin kau menjadi kekasih ku seutuhnya,” jawab Aidan santai.
“Bukankah sekarang aku juga sudah jadi kekasih mu?” tanya Rissa dengan tatapan polosnya. Aidan yang melihat raut wajah Rissa yang begitu polos, terlihat sangat menggemaskan di matanya.
Aidan tergelak sesaat setelah mendengar pertanyaan dari mulut wanita cantik di sampingnya. Kini, Rissa pun melihat Aidan dengan tatapan kesalnya, dan itu semakin menambah kadar kecantikan bagi Rissa, yang mana hal itu membuat Aidan terkagum saat melihatnya.
“Ya, kau benar. Sekarang kau memang sudah jadi kekasih ku, tapi kali ini aku benar-benar menginginkan mu,” jawab Aidan dengan lembut, sambil menyelipkan anak rambut milik Rissa ke belakang.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...