Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Merindukan mu


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Vano langsung menyambar habis bibir seksi milik sang istri dengan sangat rakus. Tubuhnya sudah semakin memanas, hingga ular Cobra miliknya mulai memberontak dan ingin segera di keluarkan.


Tangannya yang nakal mulai menelusuri dan menjelajah di area bukit Himalaya milik sang istri. pria itu membuka satu persatu kancing milik Cheryl hingga terlepas dan menampilkan pemandangan yang sangat indah.


Dua bukit Himalaya, yang sering ia daki setiap hari dan malam. Tangan nakalnya mulai membuka tabir yang menutup dua bukit Himalaya tersebut. Terlihat ada sesuatu berwarna cokelat muda di dua bukit tersebut. Dua buah Chocochips kesukaannya di bukit itu terlihat sangat menantang. Tak ingin membuang waktu, akhirnya Vano segera melummat, menjilat dan sesekali menggigit Chocochip milik Cheryl dengan gemas.


“Ahhss! Mas, ini sangat geli!” ungkap Cheryl sambil mengeluarkan suara dessahan penuh nikmat yang akibat ulah suaminya.


Tubuh Cheryl kini mulai bergetar dan menggelenjangg nikmat, karena jari jemari milik Vano sudah mulai memasuki hutan belantara milik sang istri. Sekali lagi, Cheryl mengerangg nikmat saat jari dari Vano sudah menyelami sebuah danau yang dalam. Sedalam Palung Mariana, yang ada diantara dua bibir hutan belantara tersebut. Bahkan, danau itu sudah banjir dengan lendir yang menyemburr keluar membasahi dua tebing hutan yang lebat.


“Ahhss! Ini sangat nikmat, sayang.” Racau Cheryl menggila. Sebuah senyuman terukir di bibir Vano, yang mendengar kepuasan istrinya.


Tak lupa pria itu juga melucuti seluruh pakaian yang dikenakan oleh dirinya dan juga sang istri. Sehingga saat ini keadaan mereka sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Vano semakin bersemangat dan bergairrah, saat melihat tubuh molek milik istrinya.


Kini, pria itu sudah menyussu bagai bayi yang sedang kehausan. Bahkan, tangannya yang lain, tak tinggal diam. Vano meremmas dan memilin Chococip milik Cheryl dengan penuh gairrah. Mulutnya bergantian menghisap bukit Himalaya milik wanita yang ada di bawah kungkungannyaa tersebut.


Vano sudah memainkan jarinya ke dalam danau yang ada di hutan belantara milik Cheryl dengan sangat cepat. Hingga membuat wanita itu melenguhh, mengerangg, hingga menggelenjang kenikmatan. Tubuhnya kini bergetar dengan hebat. Jari jemari milik Vano kini sudah banjir dengan cairan dari danau milik sang istri.


Vano pun mulai memegangi ulah cobra bermata satu miliknya, dengan sedikit gesekan, dan segera memusatkan ular Cobra yang besar dan berurat itu ke dalam goa untuk di luluh lantahkan isinya. Telihat sangat tegak tapi bukan keadilan, dan berurat tapi bukan bakso. Dengan perlahan, pria itu memasukan ular Cobra tersebut dengan perlahan agar istrinya merasa nyaman.


Cheryl mengerangg penuh nikmat, saat sesuatu yang tumpul sedang berusaha memasuki dirinya. Kini, ular Cobra milik Vano sudah masuk hingga memenuhi dalamnya Palung Mariana. Vano kembali ******* bukit Himalaya yang masih menantang di bawah kungkungannyaa.

__ADS_1


“Ahhss! Kau sangat nikmat, sayang. Kau masih sempit,” ungkap Vano yang diselingi dessahan penuh nikmat. Pria itu mulai menggoyangkan pinggulnya dengan sangat intens.


Vano menusuk-nusuk goa sempit penuh kenikmatan itu dengan keras dan intens. Cheryl yang merasakan pelayanan suaminya yang begitu bergairrah, hanya menampilkan raut wajah penuh kepuasan.


“Sayang, lebih cepat!” Vano yang mendengar suara sang istri begitu indah di telinganya, langsung memacu pinggulnya dengan sangat cepat.


Keringat mulai bercucuran diantara keduanya. Kini, wanita itu tak ingin tinggal diam. Cheryl mengambil alih posisi, dan berada di atas pusat sang suami. Ia memulai permainannya bagai di atas kuda. Wanita itu dengan sangat ganas dan liar memacu pinggulnya hingga pria yang ada di bawahnya dibuat kualahan tapi penuh kepuasan dengan pelayanan sang istri.


“Sayang ... kau sangat ganas! Ahhss! Nikmat sekali!” racau Vano dengan penuh nikmat sambil memejamkan matanya.


“Ahhs! Apapun untuk mu, suamiku.” Cheryl pun semakin liar memacu pinggulnya.


Satu jam kemudian ...


“Sayang, aku ingin keluar. Aah!” racau Cheryl yang hampir sampai di puncak kenikmatan.


“Bersama! Ahhs!” seru Vano yang akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama.


Pria itu langsung menjatuhkan tubuhnya dia atas tubuh sang istri. Tepatnya di tengah dua bukit Himalaya istrinya. Vano belum mencabut ular Cobra miliknya dari goa sempit itu, agar cairan kehidupan miliknya tidak keluar dari sana.


Setelah beberapa lama, akhirnya Vano mencabut ularnya dan mengecup kening sang istri. Sebelum pria itu mengucapkan terima kasih dan bergumam sesuatu.


“Terima kasih, sayang,” ucap Vano dengan lirih. Pria itu langsung berbaring di samping sang istri, karena merasa lelah dan ingin menikmati tidurnya.


Wanita itu bangkit dari tidurnya untuk ke kamar mandi, dan memunguti pakaian mereka yang bercecer di bawah sana. Namun, saat ia mengambil kemeja milik suaminya, ada noda merah seperti lipstik, dan bau parfum wanita asing. Dadanya tiba-tiba terasa sakit. Napasnya sesak, saat ilusi yang tak pernah ia bayangkan, kini ada di tangannya.

__ADS_1


“Mas, wanita mana yang sudah merebut perhatian mu?” tanyanya pada dirinya sendiri.


Meskipun ada rasa takut sekaligus khawatir di hatinya. Wanita itu melanjutkan langkah kakinya menuju kamar mandi.


***


Indahnya rembulan, kini berganti sinar mentari. Terdengar suara burung berkicauan, yang sangat indah dan menenangkan jiwa. Tetapi, tak mampu melenyapkan keresahan dan kegundahan dari hati sosok wanita cantik tersebut. Wanita itu sudah rapih dan sudah ada di dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Sedangkan, Vano sedang bersiap untuk berangkat ke kantor perusahaannya.


Cheryl terkejut, saat seseorang mendekapnya dari arah belakang. Aroma yang khas dari pria yang sudah lama ia kenal, membuat ia mengetahui siapa yang memeluknya saat ini. Yah! Suaminya memang tipe pria yang sangat romantis.


Pria itu sesekali mengecupi tengkuk leher istrinya secara bertubi-tubi. Cheryl yang merasakan hal itu, hanya diam tak bergeming sedikit pun. Wanita itu masih merasakan sesak di dadanya, kala mengingat kejadian semalam.


Ia tidak percaya, jika suami yang sangat mencintainya bisa menyakiti dirinya hanya dengan sebuah noda merah di kemejanya dan bau parfum saja. Namun, ia tidak ingin berlarut dalam rasa penasaran yang teramat panjang. Ia akan menanyakan hal itu pada suaminya secara perlahan.


“Sayang, kenapa kau diam saja?” tanya Vano yang semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri.


Wanita itu menghela napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya. Jika memang benar pria itu ada main di belakangnya. Maka, ia sungguh tidak akan pernah mempercayai hal itu, karena ia sangat yakin jika Vano tidak akan berkhianat. Apalagi dengan sikap suaminya yang sangat manja, membuat ia akan tetap percaya pada pria itu.


“Aku tidak apa-apa. Lepaskan aku! Kenapa kau malah ke dapur?” ucap Cheryl balik bertanya.


“Aku sudah lama tidak memeluk mu seperti ini. Aku sangat mencintai mu,” bisik Vano dengan lembut, hingga membuat Aditi berpikir. Apa aku terlalu berlebihan dengan prasangka ku? Ah! Mungkin hanya perasaan ku saja, begtu pikir Cheryl.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...

__ADS_1


__ADS_2