Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Keraguan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Besok adalah hari pernikahannya bersama Aidan, ayah dari anak yang ia kandung. Namun, sebelum hari esok akan tiba, ia ingin menemui seseorang yang pernah ada dalam hatinya. Ia ingin menyelesaikan perkara hati dan kesalah pahaman yang pernah terjadi.


“Tuan Vano, silahkan. Waktunya hanya sepuluh menit,” ucap sosok petugas yang mengantarkan Vano ke ruangan jenguk.


Mata Vano membulat dengan sempurna, saat melihat sosok wanita yang ada di hadapannya. Rissa yang melihat reaksi Vano yang seperti itu, langsung berdiri dari duduknya.


“Duduklah!”


Namun, Vano yang mendengar hal itu hanya diam seraya menundukkan kepalanya. “Ada apa kau kemari?” tanyanya begitu dingin. Sedangkan Rissa hanya tersenyum kecut, saat mendengar pertanyaan yang keluar dari sosok pria di hadapannya.


“Kak Vano, aku hanya ingin memberitahu mu, mengenai pernikahan ku besok. Selamat juga atas kehamilan kak Cheryl. Aku hanya berharap, setelah semua yang terjadi, kita bisa melihat dunia dengan cara yang berbeda. Tidak peduli apa yang telah kau lakukan, begitu pun sebaliknya, kau adalah sosok pria yang menjadi cinta pertama setelah ayahku.”


“Siapa calon suamimu? Apa dia mencintai mu Icha?” Vano menatap Rissa dengan tatapan penuh selidik. Ia bukan khawatir sebagai pria pada wanita pada umumnya, melainkan sebagai seorang kakak. Rissa tersenyum smirk sesaat, lalu menatap Vano dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


“Akhirnya kau mengingatku. Aidan suamiku, aku akan menikahi pria yang sangat mencintaiku. Begitu pun sebaliknya.”


“Bagaimana mungkin aku melupakan wanita kesayangan ibuku. Dia selalu menyebutmu di hadapan istriku. Aku tidak pernah berbohong mengenai perasaanku padamu Cha, tapi aku tidak bisa memilikimu, karena Cheryl sudah lebih dulu masuk dalam hidupku. Kami berdua sudah menjalin hubungan sebelum kita bertemu. Kita hanya korban orang tua kita. Mengenai saham tuan Gultom, itu memang aku yang melakukannya.”

__ADS_1


“Aku kemari bukan untuk mendengar alasan mu, tapi aku kesini sebagai Rissa mantan kekasihmu. Baik itu dulu, maupun saat ini. Tak peduli seberapa banyak alasan yang keluar dari mulutmu, aku sudah melakukan yang sudah seharusnya aku lakukan sejak lama.”


“Dan aku harus berterima kasih padamu, karena sudah menyadarkan aku. Hanya satu keinginan ku, tolong jagakan ibu.”


“Bagaimana dengan mantan istrimu?”


“Apa aku bisa percaya padamu?”


“Kenapa tidak?”


***


“Son, kau sangat bahagai hingga tersenyum sepanjang hari,” cibir tuan Daniel sambil terkekeh.


“Tentu saja. Kalian juga akan mendapatkan cucu dengan cepat,” ucap Aidan dengan bangga, hingga membuat sang adik tersenyum smirk saat mendengar percakapan keluarganya.


“Aku akan ke istirahat lebih dulu. Selamat malam.”


“Apa dia akan seperti itu terus?” tanya Aidan pada kedua orang tuanya, saat melihat tingkah sang adik.


“Entahlah, semoga saja tidak,” jawab Mama Dina yang sejak tadi hanya diam.

__ADS_1


“Apa Mama masih meragukan Rissa?”


“Memangnya apa yang harus Mama mu ragukan lagi. Pernikahan sudah ada di depan mata, hanya tinggal menunggu jam saja.” Tuan Daniel menimpali.


“Jika Mama masih ragu, apa kamu mau membatalkan pernikahan kamu? Tidak kan! Mama hanya takut wanita itu membohongi mu, dengan menggunakan anak yang dia kandung.”


“Mama tidak akan pernah mengerti. Bahkan, aku rela jika dibohongi Rissa, asal dia mau menikah dengan ku. Apa Mama meragukan bayi yang ada dalam kandungannya? Jika memang benar, itu berarti Mama meragukan cucu Mama sendiri.”


“Apa yang dikatakan Aidan itu benar, Dina? Kau meragukan darah daging putra kita?” kini tuan Daniel menatap sang istri dengan tatapan tak habis pikirnya.


“Mama hanya khawatir Pa. Kita juga tahu, bahwa banyak wanita yang menginginkan Aidan. Bisa saja Aidan digoda agar menikah dengannya, dan memberikan sosok ayah pada anak yang dia kandung.”


“Cukup Ma! Mama sudah keterlaluan. Dia adalah anakku! Aku yang memaksanya agar mengandung anakku! Aku mencintainya, dan akan melakukan apapun agar kami bisa bersama.” Dina sangat terkejut, saat melihat Aidan membentaknya untuk pertama kali.


Tanpa menunggu lama lagi, Aidan segera pergi meninggalkan dua orang yang berbeda ekspresi.


“Apa Mama sudah puas?” tanya tuan Daniel sambil menatap dingin ke arah sang istri.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2