
Selamat membaca ...
...****************...
Rissa terkekeh saat mendengar pertanyaan konyol daro sosok wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Entah harus merasa sedih atau senang, tapi yang saat ini dalam pikirannya adalah bagaimana cara agar bisa menikah dengan Aidan, dan memberikan sosok ayah untuk anaknya.
“Apakah nyonya meragukan darah daging putra anda sendiri?” bukannya menjawab, Rissa malah balik bertanya dengan santai. Dina mengernyitkan dahinya tanda tak suka dengan sikap Rissa yang begitu berani terhadap dirinya. Padahal wanita itu tahu, jika ia adalah calon mertuanya.
“Cih! anak jaman sekarang jika ditanya malah balik bertanya. Atau kau memang takut jika anak itu bukan anak putraku,” cibir nyonya Dina dengan nada yang sangat angkuh.
“Nyonya memang sangat benar, anak jaman sekarang tidak terkendali hingga memperkosa seorang wanita. Jika nyonya sendiri ragu pada anak yang ada dalam kandungan saya, kenapa nyonya tidak bertanya langsung saja pada Aidan atas apa yang dia lakukan selama ini.” Dina mendengus dengan kesal saat calon menantunya bisa bersikap begitu arogan di di hadapannya.
“Lupakan saja. Aku bertanya karena aku tahu masa lalu mu adalah seorang gundik dari pria beristri. Aku hanya khawatir jika itu adalah anakmu bersama pria itu. Putraku sangat menyukaimu, dan bisa saja menerima anak yang ada dalam perutmu.” Telinga Rissa mulai memanas saat masa lalunya mulai diungkit kembali. Meskipun ia sempat menjalin hubungan dengan pria beristri, tapi ia tidak akan pernah melakukan hal di luar batas.
__ADS_1
“Saya mengerti dengan kecemasan nyonya, tapi meskipun anak ini bukan anak Aidan, mungkin saya akan mencari ayahnya daripada mencari ayah sambung. Katakan saja dengan berterus terang jika nyonya tidak merestui kami.”
“Kau--.”
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya sosok pria yang sudah ada diantara mereka. Wajah Dina memucat tatkala mengetahui jika sang putra sudah ada di dekat mereka.
“A-anu A--,” ucap Dina dengan gugup dan wajah yang sudah berubah menjadi pias.
“Mama kenapa? Aku hanya bertanya saja, karena melihat kalian begitu serius. Sayang, apa kalian membahas hal serius hingga mama jadi tegang?” tanya Aidan sambil terkekeh saat melihat raut wajah dua wanita yang ada di di hadapannya. Meskipun raut wajah Rissa terlihat datar dan tidak menunjukkan apapun.
***
Tak lama setelah Aidan datang, akhirnya Rissa pulang dan tentunya bersama Aidan. Pria itu begitu posesif dan selalu menjaganya bagai berlian. Sebenarnya Rissa merasa risih dengan perlakuan Aidan sangat berlebihan, tapi pria itu selalu beralasan demi anaknya.
__ADS_1
“Maafkan mama,” ucap Aidan dengan tiba-tiba memecah keheningan setelah sejak tadi mereka rasakan.
Mendengar hal itu, membuat Rissa menoleh ke arah sumber suara dan menatap Aidan dengan tatapan yang tak diartikan.
“Apa maksud mu?” tanya Rissa yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Aidan maksud.
“Sikap Mama tadi. Mama memang belum sepenuhnya merestui hubungan kita, karena sebelumnya aku sudah dijodohkan dengan wanita pilihannya, tapi kau tidak perlu cemas, semuanya akan cepat berlalu dan kita sebentar lagi akan menikah,” ucap Aidan menjelaskan tanpa menoleh arah Rissa yang sejak tadi menatapnya.
“Tidak masalah,” jawab Rissa singkat, yang mana hal itu membuat Aidan tak suka dan langsung menepikan laju mobilnya.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa berhenti?” tanya Rissa dengan mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya