Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Drama


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


“Halo, selamat malam semuanya,” sapa Aidan yang kini sudah sampai di meja makan tersebut. Di sana sudah ada Dina sang Ibu, Daniel sang ayah, Bima sang adik, dan yang terakhir adalah Lily, wanita yang disebut calon menantu oleh sang Ibu. Mendengar sapaan dari Aidan, semua orang pun menoleh ke arah sumber suara.


“Cepat duduk!” titah sang Ayah dengan tegas. Aidan pun langsung duduk di samping Bima,sang adik, dan berhadapan dengan calon istri yang tak diinginkan itu. Sungguh! Ini membuatnya sangat muak dan sangat menyebalkan.


“Selamat malam sayang, ayo cepat duduk,” sapa Mama Dina tersenyum senang, karena sang putra tidak mengecewakan dirinya malam ini.


“Selamat malam kak,” sapa Bima sang adik, yang kini masih duduk di bangku kuliah semester empat.


“Selamat malam Aidan,” sapa Lily dengan lembut dan menundukkan kepalanya malu-malu, yang mana hal itu membuat Aidan menatap sinis ke arah wanita tersebut.

__ADS_1


“Nak, jangan sungkan dan malu-malu lagi, dia calon suami mu. Jadi, kau boleh panggil dia dengan panggilan kesayangan, Oke!” ucap Mama Dina dengan nada perintah tapi masih lembut.


“Baik Tante,” ucap Lily dengan malu-malu dan sesekali melirik ke arah Aidan yang tengah menatapnya juga dengan tatapan sinis.


“Sudah, sebaiknya kita segera mulai makan malamnya! Jika makanannya sudah dingin juga tidak enak,” ucap Tuan Daniel menyudahi drama antara Istri dan calon menantunya tersebut.


“Oh iya benar. Mama sampai lupa karena terlalu bersemangat,” ucap Mama Dina tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapih.


“Benar Ma, aku sudah lapar sejak tadi,” ucap Bima kesal, karena dari tadi hanya menonton drama ibunya dan calon kakak iparnya saja.


“Sayang, biarkan Lily saja yang mengambilkannya untuk mu. Ly, kau layani calon suami mu dulu,” ucap Mama Dina dengan tegas sambil melirik ke arah Aidan dan Lily secara bergantian.


“Baik tante,” ucap Lily meng-iyakan ucapan Mama Kay. Wanita itu tersenyum senang karena dapat melayani Aidan secara langsung, karena ia berharap akan bisa mendapatkan perhatian dari sosok pria yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


“Kau tidak perlu melakukan hal itu, aku masih bisa melakukannya sendiri. Minggir!” ucap Aidan menolak dengan tegas sambil menatap wanita itu dengan dingin, yang sudah berdiri untuk melayaninya.


Lily yang mendapat penolakan dari Aidan tepat di hadapan kedua orang tuanya, merasa sangat malu dan tidak bisa berkutik sedikit pun.


‘Sial! Pria ini sudah mempermalukan aku. jika saja dia bukan putra dari keluarga Smith, dan pengusaha besar, mana mungkin aku mau diperlakukan seperti ini,’ gerutu Lily dalam hati, sambil mengepalkan tangannya di bawah sana.


“Emm, maaf. Kalau begitu, silakan,” ucap Lily mempersilakan Aidan untuk melanjutkannya sendiri, sambil tersenyum kaku.


Setelah drama sebelum makan malam tersebut selesai, akhirnya sekarang mereka makan dengan tenang, tanpa ada suara sedikit pun. Hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu. Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sudah selesai dengan acara makan malam tersebut.


Aidan semakin kesal saat sang Ibu memintanya untuk berkumpul terlebih dahulu, setelah makan malam itu selesai. Kini, mereka sudah lengkap berkumpul di sana, kecuali Bima. Remaja itu menghindari kebersamaan mereka kali ini, dengan alasan tugas kuliah.


“Sekarang Mama dan Papa sudah tua, dan ingin menikmati masa tua kami bersama keluarga. Kau sebagai putra sulung dari keluarga besar Smith, sekaligus pewaris dari perusahaan ADS Company, harus siap menanggung beban keluarga dan tanggung jawab yang kami berikan, termasuk anak dari darah daging mu sendiri, untuk meneruskan garis keturunan keluarga kita. Kami ingin kau segera menikahi Lily, calon istri yang sudah kami tentukan,” ucap tuan Daniel dengan tegas di hadapan sang putra.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2