Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Penolakan Aidan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Aidan yang mendengar penuturan dari sang ayah hanya diam tak bergeming sedikit pun. Ia bisa saja mengambil alih tanggung jawab, yang diberikan oleh sang ayah pada dirinya, tapi untuk urusan keturunan, bukankah ia juga pantas mencari wanita pilihannya sendiri, untuk melahirkan garis keturunan itu.


“Pa, aku masih bisa menerima keputusan Papa untuk menyerahkan semua tanggung jawab keluarga dan perusahaan, tapi aku tidak bisa memenuhi keputusan untuk memberikan anak dari wanita pilihan kalian. Aku bisa mencari wanita yang pantas untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku bisa memilihnya sendiri Ma, Pa,” ucap Aidan membantah dengan tegas keinginan kedua orang tuanya, untuk menikahkan ia dengan wanita yang sama sekali tidak ia sukai.


“Aidan, mana bisa begitu. Perjodohan ini sudah disepakati oleh dua keluarga, dan akan segera dilaksanakan secepat mungkin,” ucap Lily yang kini membuka suara mengenai perjodohan yang sudah ditolak oleh calon suaminya sendiri.


“Yang dikatakan oleh Lily benar Nak, perjodohan ini tidak bisa dibatalkan begitu saja. Karena mengingat perjodohan ini adalah kesepakatan dari dua keluarga, maka tidak bisa dibatalkan secara sepihak,” ucap Mama Dina yang membenarkan ucapan calon menantunya, dan tak habis pikir dengan jalan pikiran sang putra.


“Apa kalian sedang menjual ku. Atau sedang menjadikan aku alat pertukaran demi kepuasan kalian?” tanya Aidan dengan datar dan menampilkan raut wajahnya yang sangat dingin, hingga membuat kedua orang tuanya jengah, begitu pun juga dengan Lily. Wanita itu tak menyangka jika Aidan sangat berani membantah kedua orang tuanya.


“Apa yang kau katakan? Apa kau sudah meragukan kedua orang tua mu ini, hm?” tanya balik Tuan Daniel yang tak kalah dingin, sambil menatap tajam ke arah sang putra.


Aidan yang mendengar pertanyaan dari sang ayah pun hanya diam menahan kekesalan di hatinya, sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

__ADS_1


“Apa tuan menolak ku, karena seorang wanita yang pernah aku temui bersama tuan saat itu?” tanya Lily dengan penuh selidik. Tanpa Aidan sadari, pertanyaan yang sudah dilontarkan oleh wanita itu membuat kedua orang tuanya, mengerutkan dahinya tanda tak mengerti. Aidan pun yang mendengar hal itu langsung menatap tajam k arah Lily.


“Wanita? Wanita yang mana? Siapa?” tanya Mama Dina penasaran dan menatap penuh selidik pada Lily dan juga Aidan secara bergantian.


“Maaf tante, sebenarnya kami pernah bertemu beberapa Minggu yang lalu di luar kota. Saya melihat Aidan sedang berjalan dengan seorang wanita,” jawab Lily sambil menampilkan wajah melas hingga membuat Dina semakin jengah dengan sikap sang putra yang sangat keterlaluan, padahal putranya tahu jika sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya.


“Apa benar itu Nak?” tanya Tuan Daniel dengan penuh selidik. Berharap apa yang diucapkan Lily itu tidaklah benar.


“Benar Pa,” jawab Aidan dengan santai yang kini tidak peduli dengan hal apapun lagi. Ia sangat kecewa dengan tindakan perjodohan yang diambil oleh kedua orang tuanya, tanpa persetujuan darinya.


“Lily, sekarang kau boleh pulang dulu, dan maaf untuk kejadian malam ini. Kami akan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu, kami harap kau mau memakluminya. Pak Jun akan mengantarkan mu dengan selamat sampai ke rumah,” ucap tuan Daniel dengan nada yang dingin secara tiba-tiba.


Akhirnya Lily pun segera pergi dari sana dengan diantar oleh Pak Jun, hanya untuk memastikan jika wanita cantik itu selamat sampai tujuan. Setelah kepergian Lily, kini tuan Daniel, Mama Dina dan Aidan pun masih ada di sana tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


“Jawab dengan jujur, siapa sebenarnya wanita yang dimaksud oleh Lily? Jangan sampai kau mempermalukan kami hanya untuk bersama wanita yang tidak jelas asal usulnya itu,” ucap Tuan Daniel dengan penuh selidik dan tegas.


“Dia adalah wanita pilihan ku, dan kalian tidak bisa memutusakan apa yang aku inginkan,” jawab Aidan dengan tegas. Tuan Daniel dan Mama Dina mendengar jawaban dari sang putra tanpa keraguan sedikit pun itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Mereka tidak menyangka jika putranya sangat berani melakukan hal yang begitu bodoh. Sebenarnya siapa wanita yang sudah menarik perhatian putranya yang selalu bersikap dingin pada semua orang ini. Bahkan mereka belum tahu jelas asal usul wanita tersebut. Atau mungkin, putra mereka hanya berbohong demi lepas dari perjodohan yang sudah mereka siapkan. Memikirkan hal ini, membuat Tuan Daniel dan Mama Dina merasa pusing tujuh keliling.


“Apa kau tahu asal usul wanita itu? Apa kau juga tahu pekerjaan wanita itu, atau bahkan statusnya dan kedudukannya?” tanya tuan Daniel dengan segala macam pertanyaan yang ia layangkan pada sang putra.


“Dia tidak ternilai dengan semua yang Papa tanyakan itu, karena dia jauh lebih berharga dari apapun," jawab Aidan dengan dingin.


“Aidan, sejak kapan kamu jadi anak yang pembangkang seperti ini, Nak? Mama menjodohkan mu agar kau tidak terkena Issue sebagai pria penyuka sesama jenis, tapi kau malah banyak alasan seperti ini,” ucap Mama Dina yang sama sekali tak habis pikir dengan jalan pikiran putranya itu.


“Aku sudah bilang sejak awal, jika aku akan menemukan wanita pilihan ku sendiri, di waktu yang tepat. Bukan malah dijodohkan dengan wanita yang sama sekali tidak aku sukai tanpa persetujuan dariku, karena aku tidak akan pernah menerima wanita manapun kecuali dia yang aku inginkan,” ucap Aidan dengan tegas sambil menatap tajam ke arah Mama dan Papa-nya secara bergantian.


“Siapa namanya?” tanya Mama Dina penasaran dengan nama wanita yang sangat dicintai oleh putranya. Aidan hanya diam tak berniat untuk menanggapi pertanyaan sang Ibu.


“Papa akan memberikan mu waktu untuk membuktikan niat baik mu bersama wanita pilihan mu itu, dan juga selesaikan masalah yang ada jika kau sudah berhasil dengan apa yang kau inginkan. Papa tidak akan ikut campur masalah ini jauh lebih dalam lagi, karena Papa sekarang percaya bahwa kau sudah dewasa, dan sudah bisa menentukan pilihan mu sendiri,” ucap Tuan Daniel berhenti sesaat dan menarik napasnya dalam, sebelum melanjutkan kalimatnya kembali.


“Tetapi, jika kau masih gagal meyakinkan hubungan mu dengan wanita itu, maka kau jangan harap bisa lepas dari perjodohan yang kami siapkan untuk mu,” ucapan Tuan Daniel dengan tegas, yang mana hal itu membuat Dina, sang istri menganga tak percaya, hingga membulatkan matanya dengan sempurna, saat mendengar penuturan dari sang suami.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2