
Selamat membaca ...
...****************...
Aidan mendekat lalu menarik tengkuk leher Rissa, hingga wanita itu seketika membulatkan matanya dengan sempurna, saat Aidan mencium bibirnya secara tiba-tiba.
“Lepas! Apa yang kamu lakukan?!” bukannya menjawab, Aidan malah mencium pipi Rissa dengan gemas.
Ia sangat kesal, kenapa wanita itu terlalu tangguh dan tidak peduli pada dirinya. Tidak tahukan ia, jika Aidan sangat ingin dicemburui oleh Rissa. Bahkan, ia sangat ingin jika Rissa merajuk dan manja seperti pasangan lainnya.
“Kenapa?” tanya Aidan sambil mengerucutkan bibirnya gemas, yang mana hal itu membuat Rissa terkekeh karena geli saat melihatnya. Bagaimana bisa, pria tegas nan datar itu berusaha menggodanya dengan ekspresi yang sangat menggelikan.
“Apa kau sedang menggodaku, hmm? Tanya Rissa sambil menahan tawanya sekuat mungkin.
“Anak kita akan sedih jika melihat ibunya tidak mengerti Daddy-nya.” Rissa mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Aidan. Apa masalahnya dengan bayi mereka? Bahkan anak itupun belum lahir.
“Katakan dengan jelas, aku tidak mengerti!” titah Rissa dengan kesal. Ia tidak ingin memainkan drama Aidan. Pria itu memang setiap hari selalu melakukan apapun demi mendapatkan perhatiannya.
“Apa kau tidak marah pada Mama?” tanya Aidan penasaran.
“Tentu saja. Lalu kenapa kau bertanya lagi. Apa kau sudah puas? Jika sudah, ayo jalan, aku sudah lelah.” Aidan terdiam lalu tersenyum simpul. Ia segera melajukan kendaraannya menuju apartemen milik Rissa.
__ADS_1
***
Rissa segera merebahkan tubuhnya setelah sampai dalam apartemennya. Tak lupa juga pria yang sudah mengantarkannya pulang, turut ikut masuk ke dalam apartemen tersebut. Sebenarnya Rissa merasa lelah jika harus memikirkan pernikahannya bersama Aidan. Apalagi calon ibu mertuanya saja tidak menyukainya.
“Sayang, ayo makan. Aku sudah memasak!” Rissa terkejut, karena pria itu diam-diam memasak untuknya.
“Apa kau bisa memasak?” tanya Rissa penuh selidik. Aidan hanya tersenyum lalu membawa Rissa ke meja makan kecil yang ada di sana.
“Makanlah, ini khusus untukmu dan anak kita. Aku yang akan menyuapi mu, dan kau tidak boleh menolak,” ucap Aidan bernada arogan seperti biasa.
“Kalau sudah begini, lalu bagaimana caranya aku menolak? Kau begitu arogan.” Aidan merasa sangat gemas melihat Rissa yang kesal karena ulahnya.
Ia bahagia, karena harapannya menikah dengan Rissa akan tercapai. Tidak peduli bagaimana ia mendapatkan Rissa dengan cara kotor, yang terpenting wanita itu harus menjadi miliknya. Aidan berpikir jika itu hanya harapan sebuah obsesi semata, tapi setelah satu bulan sebelumnya ia berpikir dan merenungkannya, dirinya sadar jika itu bukanlah sekedar obsesi, tapi cinta.
“Akhirnya calon istriku mulai memperhatikan aku.” Rasanya Rissa sangat menyesal mengatakan hal itu, dan lihatlah! Aidan semakin besar kepala.
“Apa kau tidak ingin bertanya tentang perasaan ku padamu?” tanya Rissa secara tiba-tiba. Membuat Aidan menghentikan gerakannya seketika.
“Apa kau punya jawaban atas pertanyaan ku itu?” bukannya menjawab, Aidan justru bertanya balik dengan penuh harap.
“Aku rasa, aku sudah mempunyai jawaban itu,” jawab Rissa seraya tersenyum penuh arti, hingga membuat jantung Aidan berdegup dengan kencang.
__ADS_1
“Apa?” tanya Aidan yang tiba-tiba gugup. Bahkan, Rissa menahan tawanya, saat melihat tingkah Aidan yang benar-benar menggemaskan.
“Aku akan mencintaimu, dan jadilah suami, sekaligus ayah yang baik untuk anakku,” jawab Rissa dengan tulus.
Aidan mematung saat mendengar jawaban Rissa yang begitu lembut itu. Ia tidak menyangka, jika Rissa akan membalas cintanya. Apalagi saat ini, Rissa tengah menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia tunjukkan selama ini.
“Aku mencintaimu, Clarissa Gultom,” ucap Aidan dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku sudah kenyang,” tukas Rissa sambil terkekeh.
“Dan aku tidak akan pernah membiarkan mu kekurangan itu, sayang.”
...****************...
Holaaa man teman... Mimin ada rekomendasi dari author ketceh badai petir geledek nih.
Author Weny Hida
Judul Terjerat Pesona Suami Tanteku
wajib bin kudu yee
__ADS_1