Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Ancaman Aidan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Aidan yang merasa adanya penolakan dari Rissa pun akhirnya menarik pergelangan tangan wanita yang ada di hadapannya tersebut, hingga sosok wanita cantik itu jatuh dalam pelukan pria yang sedang di duduk dia atas kasur empuk miliknya.


Rissa melotot tak terima saat dirinya jatuh begitu saja tepat di pangkuan Aidan. Rissa yang sadar akan hal itu langsung mencoba untuk bangkit dari duduknya. Namun na’as sudah nasibnya malam ini. Aidan dengan erat memeluknya hingga kini posisi mereka tengah bertumpang tindih. Rissa yang sudah ada dalam kungkungan sosok pria gila yang ada di atas tubuhnya kini merasa sangat jengah bercampur amarah.


“Apa yang sedang kau lakukan? Cepat turun dari atas tubuh ku!” bentak Rissa sambil melotot tak suka pada pria yang kini tengah menahan tangannya ke atas, hingga membuat ia tak bisa bergerak sedikit pun.


“Kau harus tahu. Kau itu adalah milik ku, jadi jangan pernah sekali-kali kau ada main di belakang ku,” bisik Aidan dengan mendesis, kemudian pria itu mendaratkan bibirnya ke arah tengkuk leher milik sang kekasih.

__ADS_1


Rissa langsung memalingkan wajahnya dan ingin menghindar, tapi karena posisi tubuhnya sudah terkunci dan tak bisa menghindar. Akhirnya sebuah tanda kepemilikkan yang berwarna merah di lehernya terpampang begitu jelas.


“Kau adalah pria gila! Kau sudah Gila! Apa kau tahu? aku tidak akan pernah bisa menjadi milik mu!” bentak Rissa yang sudah merubah raut wajahnya menjadi suram. Ia sungguh tak terima saat Aidan mengeccup lehernya dengan kuat.


“Jika kau masih tidak mau aku ajak baik-baik. Maka, setelah malam ini jangan pernah salahkan aku yang ingin menggunakan cara apapun, agar kau mau bersama ku,” ancam Aidan yang kini sudah menyambar bibir Rissa yang ranum.


Wanita itu memberontak ingin dilepaskan dari ciuman bringas Aidan. Ya! Rissa sangat kualahan karena ciuman Aidan begitu ganas, hingga ia kesulitan untuk bernapas dan membuat ia terengah-engah. Seolah ia sedang berebut oksigen dengan pria yang sedang melummat habis bibirnya dengan sangat rakus.


Namun, tenaganya tak cukup kuat. Bahkan, untuk melepaskan tangannya yang sedang di tahan oleh tangan kekar Aidan pun tak bisa ia lepaskan. Ia sudah tak bisa melarikan diri dari cengkraman Aidan.


“Jangan, aku mohon jangan lakuin hal ini,” pinta Rissa dengan lirih setelah Aidan melepaskan pangutan bibirnya. Tatapannya yang memelas seolah sedang memohon agar pria itu tidak melakukan hal lebih, yang bisa membuat dirinya terluka.

__ADS_1


“Jawab dulu pertanyaan ku. Kenapa kau ingin menikahi pria yang sudah memiliki keluarga itu?” tanya Aidan dengan dingin. Pria itu bahkan sedang menatap lekat mata Rissa, dan mencoba mencari sebuah kebohongan di dalam sana.


“Karena aku sangat mencintainya. Memang kenapa? Lagipula kau tidak berhak mengatur hidup ku, apalagi masalah pribadi ku,” jawab Rissa dengan sarkas.


“Cinta? Cih! apa kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau ucapkan itu? Aku tidak percaya dengan semua omong ksosong mu!” kekeh Aidan pada pendapatnya sendiri.


“Terserah, karena aku tidak akan pernah peduli dengan apa yang pikirkan tentang diriku. Sekarang cepat lepaskan tangan ku!” pinta Rissa dengan nada sedikit membentak.


“Sekeras apa kau menolak ku, maka sekeras itu juga aku akan menjerat mu,” desis Aidan dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2