Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Seratus Milyar


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


“Ck! Kau sungguh wanita ular. Kau adalah satu-satunya wanita yang tidak punya malu, yang pernah aku temui seumur hidupku. Apa kau butuh uang, hingga mau menjadi simpanan suamiku. Jika memang kau sangat membutuhkan uang, kenapa tidak mengemis saja pada pria yang masih lajang. Atau bahkan kau bisa menjual dirimu di tempat hiburan malam. Daripada mengambil keuntungan dari suami wanita lain, yang harus berbagi segalanya dengan dirimu,” cibir Cheryl sambil menyunggingkan senyum yang mengejek, dan menatap remeh ke arah Rissa, tapi wanita itu hanya diam santai, seolah tak terusik oleh ucapan Cheryl.


“Aku sangat terharu atas kekhawatiran nyonya padaku. Sayang sekali, aku tidak sempat mencari sumber uang, tapi sumber uang itu sendiri yang datang padaku. Apa aku terlalu beruntung, karena belum sempat mencari tapi sudah datang dengan sendirinya. Nyomya adalah orang yang sangat perhatian, dan juga sangat lembut, hingga aku merasa tersentuh dengan sikap nyonya,” ucap Rissa dengan santai sambil tersenyum smirk ke arah wanita yang sudah menampilkan raut wajah tak suka.


“Dasar wanita murahan! Katakan, berapa banyak uang yang kau inginkan, agar kau mau meninggalkan suamiku?” tanya Cheryl yang sudah tidak tahan melihat Rissa dan ke aroganannya.


“Nyonya memang sangat pengertian, tapi aku ragu apakah Nyonya sanggup memberikan uang dengan jumlah nominal yang aku minta,” ucap Rissa sarkas.


“Katakan dengan jelas dan cepat lepaskan suamiku!” pinta Cheryl dengan tegas. Tak lupa juga, wanita itu melayangkan tatapan tajamnya ke arah Rissa yang bersikap begitu santai.

__ADS_1


“Seratus Milyar, maka aku akan melepaskan Vano kekasihku, dan juga suami mu. Eh! Dia juga calon suamiku,” ucap Rissa dengan nada ancaman.


Cheryl yang mendengar hal itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna, karena merasa terkejut dengan permintaan Rissa yang sangat besar.


“Apa kau sudah gila?!” bentak Cheryl dan menatap tajam ke arah Rissa. Ia sungguh tak habis pikir dengan jalan pikiran wanita gila yang ada di hadapannya.


Bagaimana mungkin ia punya uang sebanyak itu jika dirinya tidak meminta pada Vano. Itupun jika suaminya mau memberikan uang secara Cuma-Cuma. Ia hanya takut Vano akan curiga dan malah menyalahkan dirinya atas kepergian Rissa, si pelakor gatal.


Cheryl yang mendengar hal itu dari mulut Rissa, semakin tidak tahan untuk memendam kekesalan di hatinya. Tatapannya sudah memerah di penuhi oleh kabut amarah. Ia sudah tidak sabar ingin menyemburkan api amarah tersebut.


“Apa kau pikir akan bahagia dengan mengambil suami dari wanita lain. Apa kau pernah berpikir bagaimana jika kau ada di posisi ku?” tanya Cheryl dengan tatapan tak habis pikir pada wanita yang telah menjadi kekasih gelap suaminya sendiri.


“Hmm, jika aku yang ada di posisi mu ya? aku rasa, aku akan lebih memilih untuk pergi daripada harus menerima pria bajingann yang suka berselingkuh. Atau bahkan, menghancurkan suamiku yang selingkuh bersama dengan wanita selingkuhannya itu. Lalu, apa yang akan kau lakukan, setelah mengetahui kenyataan bahwa suami yang kau banggakan kini sudah berbagi cinta dengan wanita lain?” tanya Rissa balik dengan santai, dan menatap wajah Cheryl dengan penuh selidik.

__ADS_1


“Kau dan aku sangat berbeda. Kau bisa melakukan itu karena tidak tahu perjuangan kami sejak awal dan apa saja yang harus diperjuangkan dalam rumah tangga. Kau hanya wanita muda yang masih memikirkan kesenangan tanpa memikirkan dampak setelah kau bertindak. Aku sudah dewasa dan tidak bisa dibandingkan dengan jalan pikiran mu yang sangat gegabah,” jawab Cheryl yang kini sudah mulai santai menanggapi Rissa.


“Kau berniat untuk mempertahan kan Vano, begitu pun dengan diriku. Aku akan tetap mempertahankan dan memperjuangkan suami mu itu,” ucap Rissa dengan sangat santai.


“Sayang, apa yang sedang kau lakukan di sini?” terdengar suara bariton dari arah lain, hingga membuat dua orang wanita yang sedang berbincang dengan serius, kini langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Mata Rissa membulat dengan sempurna, saat melihat sosok pria yang ada di depan sana. Ia sangat terkejut sambil menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Seorang pria yang begitu berani mengancam dirinya dan memeluk sembarangan. Sungguh! Rissa merutuki dirinya sendiri karena bisa bertemu dalam keadaan seperti ini.


‘Sayang? Bukankah ini Tuan Aidan! Astaga! Apa wanita jalangg ini mempunyai hubungan juga dengan pria berkuasa. Sungguh memang benar wanita ular,’ gerutu Cheryl dalam hati, sambil memperhatikan Rissa dan Aidan bergantian.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...

__ADS_1


__ADS_2