
Selamat membaca ...
...****************...
“A-aidan, apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Rissa dengan gugup, sambil sesekali melirik wanita yang sedang duduk di hadapannya. Wanita itu terlihat heran hingga mengernyitkan keningnya. Namun, Aidan masih diam dan hanya menampilkan raut wajah yang dingin.
“Tuan Aidan, senang bisa bertemu dengan anda,” ucap Cheryl sambil tersenyum lembut ke arah pria dingin tersebut.
“Hmm, Nyonya Xander, senang bertemu dengan anda,” balas Aidan dengan datar.
“Tuan Aidan adalah orang yang sibuk. Jadi, apakah Tuan ada keperluan hingga datang ke sini?” tanya Cheryl penasaran, dan ingin memastikan apa yang ada dalam pikirannya.
“Kau benar, Nyonya. Aku datang ke sini karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan bersama dengan kekasihku Rissa,” jawab Aidan dengan santai, tanpa melihat raut wajah Rissa yang sudah ditekuk karena merasa heran. Bukankah pria itu sudah pulang dari proyek. Lalu kenapa pria itu malah ada di sini, tanya Rissa dalam benaknya.
“Ternyata Tuan Aidan yang sangat hebat tertarik dengan wanita ini. Saya hanya ingin mengingatkan, jika sampul bisa lebih menarik daripada isi. Kalau begitu saya tidak akan mengganggu waktu kalian. Untuk Rissa, aku harap kau memikirkan keputusan yang telah kau perbuat. Saya permisi,” ucap Cheryl sambil tersenyum ramah ke arah Aidan, dan tersenyum kecut ke arah Rissa. Tak ingin menunggu lama lagi, akhirnya Cheryl segera pergi dari sana dengan membawa kegelisahan dalam hatinya.
__ADS_1
Rissa maupun Aidan hanya diam sambil memperhatikan Cheryl yang pergi hingga tak terlihat ditelan oleh jarak. Rissa merasa pertunjukannya saat ini kurang begitu memuaskan, karena langsung di hancurkan oleh kehadiran pria mesumm tersebut.
“Mau apa kau ke sini?” tanya Rissa dengan ketus, sambil melihat Aidan dengan tatapan sinisnya
“Tentu saja karena aku sangat rindu padamu, sayang,” jawab Aidan dengan sangat santai, dan mulai berjalan mendekati Rissa. Wanita itu membulatkan matanya dengan sempurna sambil melangkahkan kakinya ke arah belakang, untuk menghindari kontak fisik dengan Aidan.
“Jangan macam-macam, di sini tempat umum,” ucap Rissa memperingati.
“Oh, jadi kalau tidak di tempat umum, aku boleh melakukan apapun padamu?” tanya Aidan dengan menampilkan wajah polos dan tanpa dosa. Rissa yang mendengar hal itu begitu jengah dengan tanggapan pria dingin tersebut.
Namun, gerakan Rissa sudah dapat dibaca oleh Aidan, hingga membuat wanita itu segera di hadang agar tidak pergi meninggalkannya begitu saja. Rissa melotot ke arah Aidan. Wanita itu tidak terima jika diperlakukan sebagai tawanan bagi pria mesumm tersebut.
“Lepaskan aku! Cepat!” bentak Rissa sambil memberontak berusaha melepaskan tangannya yang sudah di cekal oleh Aidan.
“Tenang dulu, maka aku akan segera melepaskan mu,” ucap Aidan sedikit berbisik, dengan wajah dinginnya. Entah kenapa, Rissa yang melihat raut wajah Aidan yang menakutkan itu langsung patuh dan diam tanpa bersuara.
__ADS_1
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Rissa sekali lagi. Namun, bukannya menjawab, pria dingin itu malah menarik tangan Rissa dan segera keluar dari Restoran tersebut.
Rissa semakin bingung dengan apa yang akan Aidan lakukan padanya, karena pria itu hanya diam dan tak mau menjawab satu kata pun. Hah! Rissa terkejut, saat ia dibawa ke sebuah mobil mewah yang ada di parkiran.
Di sana sudah ada seorang pria dengan wajah tanpa ekspresi, alias datar, sedang berdiri menunggu sang Bos untuk masuk ke dalam sana. Rissa semakin takut dan sesekali meronta agar Aidan tidak menarik paksa dirinya.
“Silakan Bos,” ucap sosok pria datar yang tak kalah gagah dengan sang Bos yang ia sebutkan itu, sambil membukakan pintu mobil untuk Rissa dan Aidan. Akhirnya Rissa di dorong paksa agar mau masuk ke dalam sana.
“Ren, antarkan aku ke pusat perbelanjaan ADS Fashion,” pinta Aidan pada sang sekertaris yang ia panggil Ren, dengan nada dingin. Membuat Rissa semakin takut dengan apa yang akan Aidan lakukan padanya.
“Siap Bos,” ucap Ren patuh dan segera menancapkan pedal gas mobilnya.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...
__ADS_1