
Selamat membaca ...
...****************...
Aidan yang melihat kekasihnya diam sejak tadi, langsung menarik tangan wanita cantik tersebut hingga terjatuh dalam pelukannya. Rissa yang sangat terkejut hingga membulatkan matanya sempurna, karena tindakan Aidan yang sangat tiba-tiba.
Rissa pun terjatuh pada dada bidang milik Aidan. Bahkan, pria itu menekan kepala Rissa, sehingga wajah cantik wanita itu menempel di dada bidangnya. Hingga Rissa kesulitan untuk bernapas. Wanita itu memukul-mukul ringan dada bidang milik Aidan, agar mau melepaskan dekapannya.
Cheryl yang salah paham saat melihat hal itu merasa terkejut dengan sikap agresif Rissa, yang tiba-tiba lari ke dalam pelukan seorang pria, yang sekarang berstatus kekasihnya, yaitu Aidan. Istri Vano itu menatap Rissa dengan tatapan meremehkan sambil menyunggingkan sudut bibirnya karena tak suka.
Begitu pun dengan Vano, pria itu sangat terkejut saat melihat Rissa sudah ada dalam pelukan pria lain. Bahkan, ia melihat wanita itu memeluk Aidan dengan sangat erat, karena mereka tidak tahu kejadian yang sebenarnya.
Aidan tersenyum puas saat melihat raut wajah dua orang yang ada di hadapannya. Ia sangat yakin jika sepasang suami istri itu akan percaya dengan kemampuannya yang bisa merebut Rissa dari Vano. Aidan semakin puas dan bersemangat, saat melihat raut wajah kecewa milik Vano. Pria itu tampak menghela napasnya kasar, sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karena tidak bisa menatap Rissa yang sudah ada dalam pelukannya.
"Aidan, apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku!" desis Rissa dalam pelukan Aidan. Wanita itu menatap Aidan dengan tatapan tajamnya. Ia sungguh tak habis pikir dengan apa yang Aidan lakukan saat ini.
'Apa pria ini sudah gila, hingga melakukan hal bodoh seperti ini di depan umum,' gerutu Rissa dalam hati. Wanita itu terus menekan dada bidang Aidan, agar pria itu menjauh darinya.
Namun, tetap saja tenaganya tak cukup kuat untuk melakukan hal itu. Aidan tetap saja ada dalam pelukannya, dan tak bergeming sedikit pun saat ia mendorongnya.
__ADS_1
"Sayang lakukan saja seperti ini, aku tahu kau sangat menikmati pelukan ku," jawab Aidan dengan pelan dan lembut, agar tidak terdengar oleh dua orang yang ada di hadapannya, sambil tersenyum ke arah Rissa dengan senyuman yang tak dapat diartikan.
Rissa berdecak kesal lalu kemudian menghela napasnya kasar. Ia memang harus ekstra sabar menghadapi sikap Aidan yang sangat gila saat ini.
"Sayang, aku tahu kau sangat merindukanku, tapi tidak seperti ini juga. Kau bahkan memelukku di depan mereka. Kau memang sangat tidak sabaran, hingga baru datang saja langsung datang ke pelukanku. Apa kau tidak merasa malu pada mereka?" tanya Aidan dengan menampilkan wajah tanpa dosanya.
Lagi dan lagi, Rissa terkejut dengan apa yang Aidan ucapkan. Pria itu memang sangat gila hingga menjebaknya dalam sekejap mata. Cheryl pun tersenyum saat mendengar penuturan dari Aidan. Wanita itu terlihat senyum kikuk dan tak enak hati saat melihat pemandangan romantis antara Rissa dan Aidan.
Sedangkan, Vano yang mendengar hal itu hanya diam sambil mengeratkan kepalan tangannya di bawah sana. Pria itu tak mampu melihat ke arah Rissa. Matanya memerah menahan rasa cemburu dalam hatinya. Kali ini ia benar- benar tidak bisa berkutik, saat melihat kekasihnya bersama pria lain.
Andai saja pria itu adalah kalangan biasa, sudah pasti ia akan menghajarnya sampai habis. Ia tidak bisa melawan Aidan, karena ia sadar siapa pria itu dan seberapa berkuasanya dia. Ia hanya ingin bertahan hidup dengan layak tanpa membuat masalah dengan pria berpengaruh di Negaranya.
"Tuan, sepertinya hubungan kalian memang cukup baik. Saya melihatnya cukup senang dengan hal itu, semoga kedepannya hubungan kalian jauh lebih bahagia. Benar kan sayang?" tanya Cheryl pada Vano, sambil tersenyum lembut dan penuh arti pada Aidan. Sesaat setelah itu, Cheryl melihat dan menyikut lengan seorang pria yang ada di sampingnya hingga terkejut dan membuyarkan lamunannya, yang tak lain adalah suaminya, Vano.
"Sayang, ada apa dengan mu. Apakah aku salah. Mereka sangat cocok bukan?" tanya Cheryl sekali lagi, agar suaminya mau mengakuinya.
"Hm ... benar! Mereka sangat cocok," jawab Vano menyetujui ucapan sang istri. Pria itu tampak gugup.
"Terima kasih, aku memang selalu merindukan kekasihku ini. Bagaimana tidak, wajahnya yang tampan dan sikapnya yang lembut, mampu membuat ku terpesona dalam sekejap mata," ucap Rissa dengan tiba-tiba, sambil mengeratkan pelukannya pada Aidan. Wanita itu tersenyum kaku.
__ADS_1
‘Aidan benar-benar keterlaluan! Aku sampai tidak habis pikir dengan semua kegilaannya,' batin Rissa yang menggerutu dalam hati.
"Ya! Tentu saja sayang. Aku sudah tahu itu. Begitu pun sebaliknya. Aku selalu mencintaimu," ucap Aidan yang membalas pelukan Rissa, dan tak lupa juga pria itu mengecup singkat puncak kepala milik sang kekasih, yang mana hal itu membuat Rissa lebih terkejut lagi. Namun, ia hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Semoga kalian selalu bersama dan bahagia. ngomong-ngomong kapan kalian akan menikah?" tanya Cheryl dengan santai, yang ternyata pertanyaan itu membuat semua orang terkejut termasuk suaminya, Vano. Sedangkan, Rissa tersedak dan langsung disuguhkan segelas air oleh Aidan.
"Sayang hati-hati, Ada apa dengan mu sampai tersedak seperti itu?" tanya Aidan sambil menepuk-nepuk punggung Rissa dengan lembut.
"Tidak apa- apa. Aku hanya tersedak biasa," jawab Rissa dengan gugup.
"Apakah pertanyaanku salah? Maaf jika membuat mu tidak nyaman," ucap Cheryl berpura-pura tak enak hati.
"Tidak! Kau tidak perlu mengatakan hal itu. Ini benar-benar kesalahan ku," ucap Rissa berkilah.
"Untuk rencana pernikahan, akan kami laksanakan secepatnya, tapi kami benar-benar harus menyiapkan segala hal, agar pernikahan kami menjadi pernikahan yang paling megah di kota ini. Kami pasti akan melakukan yang terbaik agar semua orang terkagum-kagum saat melihat sepasang pengantin yang begitu serasi. Bukankah begitu nyonya?" tanya Aidan dengan santai, untuk meyakinkan, jika hubungannya benar-benar sangat sempurna.
"Tentu saja. Tanpa Tuan katakan sekali pun, kami sudah tahu jika hubungan kalian sangat cocok," ucap Cheryl sambil tersenyum dan terlihat sangat bersemangat.
"Mungkin acara makan malam kita cukup sampai di sini, karena hari pun sudah semakin larut. Besok proyek kita akan libur sehari, dan akan dilanjutkan besok lusa'" ucap Aidan untuk menyelesaikan acara makan malam tersebut. Mereka pun bangkit untuk segera meninggalkan restoran.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya