Terjerat Cinta Sang Pelakor

Terjerat Cinta Sang Pelakor
Apa itu istrimu?


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Di dalam kamar, Rissa langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size. Wanita itu memejamkan matanya sambil menikmati aroma yang khas dari kamar tersebut. Ia merasa cukup lelah hari ini. Bukan hanya tentang jalan-jalannya saja, melainkan dengan hati dan pikirannya.


"Hhah! Rasanya aku hampir mati karena mengikuti keinginan Aidan. Pria itu benar-benar gila. Aku hampir saja melupakan masalah ku dengan Vano dan istrinya dalam hidupku. Padahal, pria itu yang jadi tujuan utama aku saat ini," gumam Rissa, sambil meraba tempat tidur tersebut untuk mencari ponselnya yang ia letakkan di sana.


Wanita itu segera meluncurkan jari jemarinya yang lentik di atas layar benda pipih yang ada di tangannya. Ia mencari sebuah nomor yang ingin ia tuju saat ini. Siapa lagi jika bukan kekasihnya, Vano. Ia menghubungi pria itu saat sudah menemukan nomornya.


"Halo sayang, bagaimana kabar mu? sudah seharian ini kau mengabaikan aku. ke mana saja kau seharian ini tanpa ku?" tanya sosok pria yang ada di seberang sana dengan segala pertanyaannya, saat sudah terhubung.


"Maaf, tadi aku pergi bersama bos ku. Apa kau sudah merindukan ku sayang?" tanya Rissa dengan suara yang menggoda.

__ADS_1


"Tentu saja aku sangat merindukan mu sayang. Aku belum keluar kamar karena merasa lelah setelah acara semalam. Tapi, jika kau ingin bertemu, aku pasti akan menuruti mu. Apa kau mau bertemu nanti malam?" jawab Vano dengan nada manja, dan balik bertanya. Berharap wanita itu memberikan perhatiannya sedikit saja.


"Aah ya! Aku mengerti. Aku juga sangat rindu. Tapi maaf, kita tidak bisa bertemu dulu, karena aku sudah merasa lelah sekarang. Aku harap kau mengerti keadaan ku," jawab Rissa yang merasa bersalah pada pria itu.


"Tidak apa- apa sayang. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Apa dia menindasmu atau memperlakukan mu dengan tidak baik?" tanya Vano yang merasa sangat khawatir, jika Aidan akan melakukan hal lebih pada kekasihnya, Rissa.


"Tidak, kau tidak perlu cemas soal itu. Aku baik- baik saja. Aku hanya sedikit tidak nyaman jika terus bersamanya. Aku hanya mencintai mu sayang," jawab Rissa dengan nada menyesal.


"Aku tahu itu sayang, dan aku sangat percaya padamu, juga cinta mu. Maafkan Aku yang tidak bisa berbuat apapun saat ini, tapi percayalah, aku akan memperjuangkan cinta kita," ucap Vano yang tak kalah merasa bersalah pada Rissa.


"Sayang apa itu istrimu?" tanya Rissa yang mendengar suara seorang wanita sedang bertanya pada kekasihnya.


"Ini teman ku sayang. Apa kau sudah merasa lapar?" tanya Vano dengan gugup sambil menatap ke arah istrinya.

__ADS_1


"Hmm, aku tutup dulu telponnya," ucap Vano yang langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, dan hal itu membuat Rissa mendengus dengan kesal.


"Aku tidak punya banyak waktu lagi, dan aku harus secepatnya menikah dengan Vano," gumam Rissa dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


***


Di sisi lain, Vano yang sudah siap untuk pergi makan bersama istrinya dan akan segera keluar dari kamar tersebut. Namun, pria itu pergi ke kamar mandi terlebih dulu, dan meninggalkan ponselnya di atas meja, yang ada di sana. Tentu saja hal itu membuat Cheryl yang melihat ponsel suaminya tergeletak di atas meja sana, langsung mengambilnya untuk membuka riwayat panggilan suaminya tadi, karena jujur saja ia tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Vano padanya.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Sambil menunggu, bisa baca karya Mimin yang udah tamat nih. Kisah Mafia antara cinta dan dendam menjadi satu.

__ADS_1



__ADS_2