
Selamat membaca ...
...****************...
Aidan tersenyum dalam hati, saat mendengar ucapan Rissa. Benar atau tidaknya, itu bukan masalah baginya. Yang terpenting ia sudah mendengar ungkapan cinta yang keluar dari mulut Rissa langsung.
Entah apa yang ia pikirkan dan rasakan, tapi saat ini ia merasa sangat bahagia setelah mendengar ucapan dari wanita itu. Benar, wanita cantik itu memang mampu menyihir siapa pun yang ada di dekatnya termasuk Aidan, sekaligus Vano.
“Sayang, aku sangat percaya padamu,” ucap Aidan menatap dengan lembut, sambil tersenyum ke arah wanita cantik itu.
“Sayang, aku ingin ke toilet sebentar,” ucap Rissa pamit. Wanita itu segera bangkit dari duduknya dan bergegas menuju toilet.
Vano yang melihat kekasihnya pergi pun, kini ikut pergi, dengan beralasan ingin ke kamar mandi juga. Pria itu langsung bergegas pergi ke arah Rissa melangkah. Sedangkan, Cheryl dan Aidan masih duduk terpaku di meja makan tersebut, sambil memperhatikan situasi yang terjadi saat ini.
“Menurut mu, apakah tuan Xander akan menemui kekasih ku?” tanya Aidan pada Cheryl.
“Menurut mu?” bukannya menjawab, Cheryl malah balik bertanya pada sosok pria yang ada di hadapannya tersebut.
__ADS_1
“Aku sangat yakin, suamimu pasti ingin menemui kekasih ku, dan mempertanyakan situasi saat ini pada Rissa. Aku sedikit membantu permasalahan mu dengan cara merebut Rissa dari suamimu. Apakah kau cukup puas?” tanya Aidan dengan senyum puas.
“Kalau begitu, saya ucapkan terima kasih kepada anda. Saya harap, wanita itu memang benar-benar pergi dari kehidupan suamiku. Dia hanya wanita murahan yang menginginkan kekayaan mu. Jadi, berhati- hatilah,” ucap Cheryl memperingati Aidan dengan tegas.
Aidan yang mendengar penuturan sekaligus peringatan dari Cheryl, merasa sangat tak terima. Bagaimana pun, ia menerima Rissa dengan segara kelebihan dan kekurangannya. Entah apa tujuan Rissa berselingkuh dengan Vano. Tetapi yang jelas, Rissa adalah wanita yang sangat baik.
***
Di sisi lain. Vano, yang sudah sampai di kamar mandi pun langsung mencekal pergelangan tangan wanita yang ada di depannya. Langkah Rissa pun terhenti, dan langsung berbalik ke arah Vano, hingga menabrak dada bidang milik pria tersebut. Wanita itu membulatkan matanya dengan sempurna saat mengetahui siapa yang mencengkram lengannya.
“Kau! Apa yang kau lakukan di sini?!” tanya Rissa dengan gugup dan berusaha melepaskan tangannya yang terus dipegang oleh Vano.
“Aku akan menjelaskannya, tapi tidak untuk sekarang. Sebaiknya kau cepat lepaskan tanganku atau mereka akan datang ke sini untuk mencari kita,” ucap Risa berusaha menenangkan Vano terlebih dahulu, agar bisa terlepas dari genggaman pria itu. Vano pun akhirnya melepaskan tangan Rissa dengan sangat berat hati.
“Aku akan menunggu penjelasan mu secepatnya, sayang. Aku sangat mencintai mu, dan aku sangat cemburu saat melihat mu bersamanya. Besok malam kau harus menjelaskannya padaku,” ucap Vano dengan tegas sambil melepaskan cekalan tangannya pada tangan Rissa. Pria itu akhirnya pergi meninggalkan Rissa seorang diri, dan kembali ke meja makan.
***
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu. Malam pun semakin larut, tapi Rissa memilih untuk menikmati angin malam di balkon restoran tersebut. Restoran yang berada di bukit pegunungan itu pun sangat ia nikmati keindahannya. Dengan angin yang menerpa wajahnya terasa sangat segar dan menyejukkan jiwa. Hingga, tanpa ia sadari seseorang tengah memperhatikannya dengan sebuah ponsel di tangan, dan memusatkan kamera ponsel tersebut ke arah Rissa.
Semilir angin malam berhembus menerbangkan helai demi helai rambut panjang seorang gadis cantik berkulit putih dalam balutan gaun hitam, hingga membuat gadis itu tampak lebih manis dan elegan.
Rissa hanya menatap kosong ke arah langit, sambil berpegangan pada pagar besi yang ada di tepi balkon. Lampu jalanan malam ini benar-benar membuat sosok gadis itu menjadi seolah sedang menceritakan ketenangan atau bahkan kesepian. Seorang pria mengangkat kamera dan mengarahkan mata lensa ponselnya pada gadis cantik tersebut.
Ia ambil beberapa view dari keadaan ini. Ia jelas melihat wajahnya dari arah samping, tapi jelas dari sisinya, saat wanita itu sedang melamun. Bahkan, saat ia mengambil gambar wajahnya dari samping, ia tak bergeming sedikit pun.
Belum sempat ia menyapa Rissa, wanita itu terlihat menghembuskan napas berat lalu berbalik, dan pergi meninggalkan tepian balkon dan kembali duduk di sebuah meja yang ada di sisi balkon tersebut.
Aidan kembali mengangkat kamera untuk membidiknya, dan kali ini ia mengclose-up wajahnya yang sedang menengadah ke atas. Ia terdiam menatap wanita cantik itu tersenyum. Begitu cantik dan terlihat bahagia, berbeda dengan saat berada di Restoran dekat hotel tadi siang.
Kali ini tekadnya sudah bulat, Aidan ingin memiliki wanita itu seutuhnya, karena dirinya merasa telah jatuh cinta pada Rissa. Belum sempat ia melangkah, seorang lelaki, yang tak lain adalah Vano, menghampiri Rissa dan langsung memeluknya.
Beberapa menit berlalu, setelah Rissa dan Vano pergi dari hadapannya. Ia meneruskan langkahnya untuk kembali ke dalam Restoran tersebut.
Ia sangat yakin, jika Vano tengah mengambil kesempatan untuk bersama Rissa, saat istrinya sedang ke kamar kecil.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya